Memahami dan Mengagumi Seluk-beluk Kopi Nusantara Bersama Ubud Coffee - MLDSPOT

Memahami dan Mengagumi Seluk-beluk Kopi Nusantara Bersama Ubud Coffee

Niat jalan-jalan ke Bali buat party atau surfing doang? Itu sih udah biasa banget, Urbaners. Kalau lo telusuri lebih dalam, pesona keindahan Bali sebenarnya nggak cuma bisa lo nikmati dari segi ‘hura-hura’ saja. Masih ada kok beragam hal menarik lainnya yang bisa lo temukan di Bali, khususnya yang masih berkaitan dengan kearifan lokal. Dijamin, lo nggak bakal nyesel deh!

Dari segi kuliner misalnya, Bali termasuk dalam deretan daerah penghasil kopi di Tanah Air, yakni kopi Kintamani. Meski begitu, bukan hanya Kintamani saja yang bisa menjadi destinasi kopi di Bali. Ada pula Ubud, yang menjadi rumah bagi sebuah komunitas yang gencar mempromosikan kopi Nusantara. Komunitas tersebut nggak lain dan nggak bukan adalah Ubud Coffee Weekend.

Ubud Coffee Weekend merupakan sebuah komunitas yang memberikan edukasi mengenai kopi dari berbagai sisi, mulai dari produk, pelayanan, maintenance, hingga manajemen bisnis dan bagaimana menjalankan bisnis kedai kopi. Pokoknya banyak banget detail seputar kopi yang bisa lo kulik di sini lewat gathering dan diskusi atau ngobrol santai.

Ide untuk membentuk Ubud Coffee Weekend berawal dari obrolan-obrolan kecil dari beberapa pecinta kopi di Ubud. Para inisiatornya antara lain Nabil (Pemilik kafe Ubud Coffe Culture), Ngurah (Manajer Honai Resort dan Ethnic Coffee Lab), dan Dewas.

Walau secara naming dan basecamp-nya di Ubud, Ubud Coffee Weekend terbuka bagi para pecinta kopi dari berbagai daerah atau siapa saja yang ingin mencari tahu dan bertukar ilmu seputar kopi. So far mereka yang bergabung berasal dari macam-macam background, dengan setiap event biasanya dihadiri 30-40 orang.

Gethering rutin Ubud Coffee Weekend

 

Saling Berbagi dari Kopi untuk Kopi

FYI, perlu diingat bahwa Ubud Coffee Weekend bukan berupa kelas kopi berbayar di mana terdapat mentor yang bakal membimbing lo. Komunitas ini percaya bahwa belajar nggak harus lewat buku, tapi juga bisa sambil nongkrong di coffee shop dengan orang-orang yang baru dikenal. Komunitas ini pun ingin menciptakan semacam standar bagi orang-orang yang terlibat di kopi agar bisa membahas seputar produk sekaligus soal Ubud.

Yang terakhir contohnya, Ubud Coffee Weekend mengadakan event "Ubud Coffee Weekend Vol. 5: Bedah Kalibrasi x Water Temperature". Di event tersebut, dibahas mengenai seberapa berpengaruh suhu air menentukan rasa, intensitas, atau kekentalan kopi.

Intinya, Ubud Coffee Weekend ingin berperan sebagai wadah untuk saling mendukung dan berkontribusi dalam rangka menjadikan industri kopi lebih baik lagi. Komunitas ini ingin memberikan pendapat tentang bagaimana mengangkat kopi lokal alias menunjukkan local proud menggunakan biji kopi dalam negeri melalui siklus berkelanjutan dari petani, roastery, brewer, hingga ke penikmat kopi.

David John Schaap mencium aroma biji kopiIn the end, Ubud Coffee Weekend bercita-cita untuk membantu para petani kopi di Tanah Air. Komunitas ini juga memiliki misi menjadikan Ubud sebagai destinasi wisata kopi. "Ubud Coffee Weekend adalah sebuah proses untuk menjadikan kopi sebagai tujuan wisata, sebagai edukasi, sebagai media menyatukan ide-ide kreatif, dan sebagai gerakan sosial," kata Ngurah.

Seiring berjalannya waktu, nggak menutup kemungkinan pula Ubud Coffee Weekend akan melebarkan sayap ke daerah lain di Bali, seperti Denpasar atau Canggu. Jika sudah siap, komunitas ini pun ingin bikin event yang berskala. "Kita ingin mengangkat kopi Nusantara untuk keluar dan lebih populer lagi di kalangan internasional," ujar Ngurah.

Well, asyik banget nih kalau bisa join komunitas kayak Ubud Coffee Weekend. Penasaran seperti apa obrolan kami selengkapnya bersama Ubud Coffee Weekend, Urbaners? Tonton videonya di MLDSPOT TV Season 4 episode 10 dengan tema “Bali from Another Side” di YouTube Channel MLDSPOT TV. Pastikan lo sudah subscribe, and get yourself inspired!