Cinecenter: Rumah Baru untuk Penikmat Film Indie - MLDSPOT

Cinecenter: Rumah Baru untuk Penikmat Film Indie

Anak-anak muda masa kini cenderung memilih bioskop independen untuk didatangi, Bro! Tahu nggak kenapa? Ada banyak alasan, namun yang paling sering jadi pembicaraan ada dua. Pertama, jenuh menonton dengan konsep mainstream yang itu-itu aja. Kedua, butuh film-film dengan genre nggak biasa yang jarang diputar di bioskop umum.

Untungnya, Jakarta sebagai salah satu sentra kreativitas Indonesia punya banyak ragam bioskop indepen sebagai pemuas dahaga akan film-film bermutu yang sulit dikonsumsi di ruang massal. Setelah Kinosaurus, Cine Space, Kineforum, dan lain-lainnya, kita kehadiran rumah baru bernama Cinecenter nih, Bro!

 

“Ruang” Baru Menonton Film

“Gue nggak terlalu suka keramaian, dan nonton di bioskop independen gue merasa lebih intim,” kata Abyasa menceritakan pengalamannya menonton di bioskop indie. Tentunya bukan hanya keintiman saja yang membuat Abyasa menjadikan bioskop independen sebagai ruang menikmati film, ada banyak film bagus yang menurutnya nggak diputar ataupun masa tayangnya hanya sebentar, bioskop independen membuka medium untuk ini.

Kapasitas penonton 25-30 orang membuat suasana menonton di Cinecenter lebih intimasi

“Beberapa film yang nggak diputar di bioskop umum seperti ‘Something in The Way karyanya Teddy Soeriaatmadja, gue tonton di bioskop independen,” tambah Abyasa lagi. Menurut laki-laki 33 tahun yang bekerja di industri desain baju ini, keberadaan bioskop independen sangat penting untuk meragamkan kreativitas anak muda, serta menjadi alternatif pilihan hiburan bermutu.

Nah, gimana dengan lo sendiri, Bro? Sudah pernah mencoba menonton film di bioskop independen? Buat lo yang tinggal atau sering beraktivitas di kawasan Kemang dan butuh pilihan bioskop independen untuk didatangi, Cinecenter bisa menjadi salah satu alternatif menarik.

“Cinecenter baru berdiri dari bulan Februari 2020, tujuan kami membuka Cinecenter adalah untuk memberikan tempat serta atmosfer baru untuk menonton alias bioskop alternatif yang sekarang sudah banyak menjamur di Jakarta,” jelas Kasifa Akbari, selaku publisis Cinecenter.

 

Dua Atmosfer Satu Tempat

Bercerita soal fasilitas di Cinecenter, Kasifa menjelaskan kalau Cinecenter memiliki dua bioskop yaitu Cinema Room dan Studio Room. Untuk Studio Room bisa memuat sekitar 25 orang dan menggunakan bangku bioskop, jadinya sangat terasa banget atmosfer menonton seperti di bioskop besar pada umumnya.

Bangku yang empuk, audio yang full, membuat menonton di bioskop independen jadi pengalaman “mewah”

“Di Studio Room kami memutarkan film-film khusus Indonesia, beda dengan di Cinema Room, ruangannya lebih besar dibandingkan Studio Room dan bisa memuat kurang lebih 30 orang. Cinema Room juga dikhususkan memutar film Hollywood,” papar Kasifa lebih detail lagi.

Selain dua ruangan untuk menonton, Cinecenter juga punya The Lounge yang biasanya dipakai untuk ruang tunggu sebelum film dimulai. The Lounge ini juga bisa dipakai sebagai co-working space. “Supaya makin asyik, kami juga menjual minuman maupun makanan yang bisa dibawa juga kedalam studio, ada popcorn juga lho,” tambah Kasifa lagi.

Nggak hanya memutar film populer, Cinecenter juga membuka kesempatan untuk siapa saja yang mau memutarkan karyanya di sini. Buat lo yang mau mengadakan pemutaran film, seminar, atau workshop juga bisa banget di Cinecenter.

 

Kolaborasi untuk Kreativitas Bersama

Menurut Kasifa keberadaan bioskop independen di Indonesia khususnya Jakarta sangat bagus sebagai bahan bakar untuk meramaikan industri kreativitas Indonesia. “Dengan semakin banyaknya tempat pemutaran film di Jakarta, bisa memberikan warna tersendiri untuk menikmati menonton film,” jelasnya.

Keberagaman ruang menonton indie dianggap Kasifa bukan sebagai kompetitor melainkan rekan untuk berkolaborasi dan bekerja sama memajukan perfilman Indonesia—terutama buat sineas muda. Buat Kasifa sendiri, nggak ada penilaian khusus untuk film yang layak diputar, buatnya semua karya yang dihasilkan memiliki nilai asal berbudaya, positif, dan mengedukasi.

The Lounge adalah ruang tunggu sebelum film diputar yang juga bisa digunakan sebagai co-working space

Makanya, Cinecenter terbuka banget berkolaborasi dengan komunitas-komunitas film untuk mengadakan acara atau sekadar me-review untuk menikmati dan tahu atmosfer menonton di Cinecenter seperti apa.

Cinecenter baru opening Februari 2020 dan beberapa waktu lalu bekerja sama dengan Kineforum untuk program “Safari Kineforum”. Adapun setiap bulannya Cinecenter menggelar program-program film yang berbeda.

Seperti Februari lalu, mereka mengadakan pemutaran film-film Garin Nugroho dan pada Maret memutar film-film dari Miles Films, selain juga menyelingi pemutaran film Hollywood yang biasanya untuk bioskop alternatif lain terhambat perizinan pemutarannya.

Cinecenter sangat serius menjadi ruang independen pemutaran film, diskusi film, serta medium pekerja kreatif menyuarakan opininya melalui rekam empat dimensi. Bekerja sama dengan Orlow Seunke sebagai konsultan dan Toety Heryati yang juga adalah seniman dan pemilik Gedung Roosseno Plaza Kemang, Cinecenter mengajak masyarakat, terutama anak muda untuk menjajal menonton dengan gaya dan atmosfer seru di “rumah” baru ini!

Buat lo yang ingin tahu lebih banyak mengenai aktivitas di Cinecenter, bisa langsung cek feed mereka di @cinecenterid!