• Techno
  • Cegah Penularan Virus dengan Cara Membersihkan Smartphone yang Benar

Cegah Penularan Virus dengan Cara Membersihkan Smartphone yang Benar

Fri, 03 July 2020
Seseorang terlihat sedang menggunakan smartphone

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh para ahli dari University of Arizona, smartphone yang lo pakai ternyata punya bakteri 10 kali lebih banyak dari bakteri di toilet duduk. Padahal, smartphone adalah salah benda yang paling sering lo pegang. Oleh sebab itu, penting buat lo untuk tahu cara membersihkannya.

Alasan lain kenapa lo harus rajin membersihkan smartphone adalah virus COVID-19 yang dapat bertahan di permukaan benda, sekitar dua hari di permukaan kaca, dan empat sampai tujuh hari di permukaan metal dan plastik. Mengingat smartphone kebanyakan terbuat dari material tersebut, berikut tiga cara yang bisa lo lakukan untuk membersihkan smartphone.

 

Menggunakan Disinfektan

Seseorang terlihat sedang membersihkan smartphone dengan disinfektan

Cara membersihkan smartphone pertama adalah dengan menggunakan disinfektan. Sebelum membersihkan, sebaiknya nonaktifkan dulu smartphone lo agar deteksi touch screen juga tidak aktif mendadak saat lo sedang membersihkan layar.

Pertama-tama, bersihkan dulu menggunakan kain kering agar debu-debu nggak lagi menempel. Setelah itu, lap dengan kain flanel yang sudah disemprot dengan cairan disinfektan. Pastikan jangan terlalu basah, ya, Bro. Lap secara perlahan ke seluruh permukaan body smartphone.

Lo nggak perlu terlalu menekan kuat saat membersihkan bagian layar. Cukup lap dengan pelan. Perhatikan juga agar lo nggak menyentuh area port speaker dan port charger yang ada di body smartphone karena dapat merusak fungsi port yang terhubung langsung dengan bagian mesin smartphone. Jika mengalami kesulitan menjangkau area-area tertentu, lo bisa pakai cotton bud untuk membersihkannya.

 

Menggunakan Sinar UV

Alat sanitasi smartphone dengan sinar UV

Selain menggunakan disinfektan, lo juga bisa menggunakan alat sanitasi khusus smartphone yang menggunakan sinar UV. Alat ini harganya memang relatif mahal, tapi jelas efektif untuk membersihkan smartphone dari virus dan bakteri yang ada di smartphone lo. Desain khususnya juga nggak akan merusak smartphone saat dibersihkan.

Cara menggunakan alat ini cukup praktis. Lo tinggal meletakkan smartphone di dalam box sanitasi, lalu biarkan sinar UV membersihkan smartphone selama kurang lebih sepuluh hingga lima belas menit. Kalau lo berniat membeli alat sanitasi ini, jangan lupa untuk memeriksa dulu spesifikasinya. Pastikan kalau alat sanitasi yang lo beli memang kompatibel dengan smartphone yang lo punya.

 

Bersihkan Aksesoris Smartphone

Seseorang membersihkan smartphone dengan kain flanel

Selain membersihkan body smartphone lo, bersihkan juga benda-benda yang terpasang pada body smartphone lainnya, seperti casing, headset, atau charger menggunakan disinfektan. Jika sulit menggunakan kain, pakai cotton bud yang sudah dibasahi dengan disinfektan untuk menjangkau bagian-bagian yang sulit dibersihkan, seperti pada sudut-sudut casing smartphone.

Di kondisi pandemi COVID-19 ini, bersihkan smartphone lo paling nggak seminggu sekali, apalagi jika smartphone lo lo terkena kontaminasi air liur atau lendir saat ada orang yang bersin di dekat lo.

 

 

 

Sources: CNBC, Detik.com, Gizmologi

 

Tips Membeli Smartphone dan Laptop Bekas

Fri, 07 August 2020
Tampilan belakang iPhone X yang memantulkan gambar dari layar monitor Macbook

Belakangan ini, banyak berita mengenai smartphone premium yang dijual dengan harga miring. Jangan termakan oleh harga murah, lo harus waspada supaya nggak tertipu dengan barang elektronik palsu. Nggak perlu khawatir, lo tetap bisa kok membeli smartphone atau laptop dengan harga yang lebih murah.

Walau dalam kondisi bekas, masih tetap layak dipakai untuk membantu aktivitas lo #MauLagiDimanapun. Ikuti dulu tips aman dalam membeli smartphone atau laptop bekas. Tips-tips membeli produk elektronik bekas berikut ini sudah sesuai dengan teknologi yang eksis di tahun 2020.

 

Bekas atau Refurbished?

Tampilan menu di iPhone X hitam yang digenggam oleh seorang pria

Sebelum lo memantapkan niat untuk membeli smartphone atau laptop bekas, perhatikan dulu perbedaan antara barang bekas dengan barang refurbished. Barang elektronik refurbished ini adalah barang yang gagal produksi atau nggak dijual secara bebas karena harus dimodifikasi ulang.

Kalau lo ingin memiliki smartphone atau laptop dengan kualitas original, sangat disarankan untuk membeli barang bekas. Bukan berarti barang refurbished bernilai rendah, tetapi lo perlu punya mata jeli dan waktu lebih banyak untuk bisa memastikan barang tersebut layak digunakan.

 

Cek Harga dan Spesifikasi

Seorang wanita menekan spacebar di laptop yang ada di atas meja

Harga dari barang elektronik bekas jelas lebih murah daripada harga produk baru di pasaran. Kalau lo beruntung, lo bisa saja membeli smartphone atau laptop bekas dalam kondisi 90% menyerupai produk baru. Satu hal yang pasti, lo harus melakukan riset kecil-kecilan sebelum membeli barang elektronik bekas.

Coba googling dulu spesifikasi dan harga dari produk original yang ingin lo beli. Dari sana, lo sudah bisa mengenal fitur unggulan dari produk tersebut. Ketika lo sedang mencari seller terpercaya, pengetahuan ini bisa jadi andalan lo untuk menilai worth dan menawar harga dari smartphone atau laptop bekas yang akan lo beli.

Nggak perlu takut untuk bertanya kepada seller, justru lo harus bisa cerewet ketika membeli barang elektronik bekas. Mulai dengan tanya-tanya kondisi, spesifikasi yang ada, serta harga yang ditawarkan. Jika lo menemukan kejanggalan mengenai spesifikasi dari seller, ini bisa jadi red flag buat lo.

 

Periksa Dulu, Lalu Bayar

Seorang wanita menyerahkan sejumlah uang kepada seseorang dalam sebuah transaksi

Supaya lebih aman, lakukan pembayaran cash on delivery (COD) saat akan membeli smartphone atau laptop bekas. Ini berguna banget buat lo bisa melihat kondisi sekaligus mencoba barang bekas tersebut. Pertama-tama, cek kondisi fisik dari barang tersebut, apakah ada goresan, retak, dan lain sebagainya.

Nyalakan dan lihat kekuatan baterai. Jangan lupa untuk memastikan segala aksesoris yang dibutuhkan seperti charger sudah lengkap dan original. Untuk smartphone, cek software yang digunakan sudah updated atau belum, kondisi kamera depan dan belakang, serta fungsionalitas tombol-tombol smartphone.

Untuk laptop, cek port, drive optik, trackpad, dan keyboard. Nyalakan laptop untuk melihat kondisi LCD, speaker, dan webcam. Pastikan laptop dapat terhubung dengan jaringan internet dan memiliki storage (hardisk dan RAM) sesuai dengan spesifikasi. Setelah lo mengecek kualitas smartphone atau laptop bekas tersebut, barulah lo lanjutkan dengan proses pembayaran.

 

 

 

Sources: Tirto.id, SEA PC Mag, Android Guys