• Sport
  • 6 Dokumenter Sepak Bola yang Layak Ditonton

6 Dokumenter Sepak Bola yang Layak Ditonton

Wed, 03 June 2020
Potret timnas Prancis mengangkat Piala Dunia di tahun 2018 dengan taburan confetti

Pandemi COVID-19 membawa dampak buruk bagi perekonomian dunia, termasuk juga industri olahraga. Banyak turnamen dan kompetisi olahraga yang dibatalkan, membuat lo jadi kekurangan tontonan olahraga yang biasanya menemani lo setiap waktu. #MumpungLagiDirumah saja, lo bisa menonton 6 dokumenter sepak bola berikut di Netflix untuk mengobati rasa kangen lo terhadap olahraga populer ini.

 

Barça Dreams

Klub sepak bola Barcelona di tengah lapangan hijau dengan jersey seragam biru dan merah

Salah satu klub sepak bola paling terkenal, yakni Barcelona, mengabadikan momen-momen penting dalam sejarah mereka selama 115 tahun ke dalam sebuah film dokumenter. Lo bisa menilik potret-potret, cuplikan video, serta kilas balik dari para pemain legendaris Barcelona, seperti Lionel Messi dan Ronaldinho. Lo akan melihat kisah-kisah yang sebelumnya nggak diungkap mengenai jatuh bangun Barcelona selama ini.

 

Becoming Champions

Potret title card Becoming Champions dengan seorang kiper menghalau bola

Sejak tahun 1930, Piala Dunia berhasil dimenangkan oleh segelintir negara, tepatnya 8 negara di dunia. FIFA bekerja sama dengan Netflix untuk menceritakan kisah di balik kemenangan-kemenangan Piala Dunia selama ini.

Dimulai dari episode pertama tentang negara Uruguay dengan dua kali kemenangan, Italia dengan empat Piala Dunia, Jerman dengan total empat kemenangan, Brazil sebagai negara dengan Piala Dunia terbanyak, Inggris yang berhasil di tahun 1966, Argentina dengan dua Piala Dunia, Prancis dengan dua kali kemenangan, dan Spanyol yang menang di tahun 2010.

 

Maradona in Mexico

Potret Maradona di ruang peserta sedang memberi semangat kepada tim sepak bola 

Bagi para pecinta sepak bola, sosok Diego Maradona masih menjadi salah satu pemain legendaris dari Argentina. Kalau lo sudah terbiasa melihat sepak terjang Maradona sebagai pemain sepak bola di tengah lapangan hijau, seri dokumenter Netflix yang satu ini menghadirkan pribadi Maradona sebagai pelatih klub sepak bola Mexico di area yang terkenal karena isu narkobanya. Tentu saja jadi tontonan seru buat lo #MumpungLagiDirumah saja.

 

Sunderland ‘Til I Die

Klub sepak bola Sunderland di tengah lapangan hijau dengan seragam merah dan putih

Seri dokumenter ini sudah dikembangkan dalam 2 season. Dokumenter ini digadang-gadang menjadi salah satu seri dokumenter terbaik. Mengusung ketangguhan klub sepak bola Sunderland asal Inggris yang terus menerus ditiban berbagai masalah.

Lo bisa melihat perjuangan mereka yang pantang menyerah setelah mereka direlegasi dari liga primer. Mulai dari konflik internal hingga ungkapan fans, dijamin dokumenter ini akan buat lo semakin kagum dengan perjuangan tim sepak bola ini.

 

Antoine Griezmann: The Making of a Legend

Antoine Griezmann sedang mencium dan memegang Piala Dunia di tahun 2018

Film dokumenter yang dirilis pada tahun 2019 ini secara spesial mengikuti perjalanan karir Antoine Griezmann yang berhasil membawa negara Prancis sebagai pemenang Piala Dunia di tahun 2018. Dimulai dari sepak terjangnya di Real Sociedad Spanyol, Atletico Madrid, hingga akhirnya menjadi salah satu pemain unggulan timnas Prancis. Bisa jadi inspirasi buat lo yang punya mimpi menjadi atlet sepak bola, Bro!

 

Apache: The Life of Carlos Tevez

Carlos Tevez saat muda sedang duduk di bangku penonton

Dokumenter ini merupakan potret dramatisasi kehidupan atlet sepak bola Carlos Tevez yang semasa kecilnya hidup di lingkungan Fuerte Apache, sebuah area kumuh dengan tingkat kriminalitas tinggi. Seri dengan 8 episode ini akan membuat lo kagum dengan jalan hidup sang atlet yang berhasil lolos dari jeratan kartel narkoba. Menegangkan dan seru, cocok untuk ditonton para pegiat sepak bola, nih.

 

 

Sources: CNN Indonesia, Cinemags, GQ UK

Kembalinya NBA di Era New Normal

Fri, 07 August 2020
Seorang pemain basket melakukan slam dunk di arena indoor

Sejak hiatus di tanggal 11 Maret 2020 akibat pandemi COVID-19, NBA pun mengumumkan jadwal kembalinya season 2019-20 yang diberi tagar #WholeNewGame. Dikemas dengan protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah, persiapan yang dilakukan NBA cukup matang dan mampu memuaskan rasa kangen para pecinta basket. Jangan sampai ketinggalan, lihat dulu informasi-informasi berikut terkait NBA comeback.

 

Diadakan di Arena Kosong

Steph Curry tengah berlatih, melempar bola basket dari pinggir arena kosong

NBA season 2019-20 resmi dimulai kembali sejak 30 Juli hingga babak final di tanggal 13 Oktober 2020. Kali ini, NBA digelar di Walt Disney World Resort, tepatnya di ESPN Wide World of Sports Complex. Kembalinya NBA menjadi kabar baik untuk seluruh penggemar olahraga basket walaupun pihak NBA memutuskan untuk hanya menyiarkan acara NBA ini di televisi tanpa adanya penonton live di arena.

Seluruh pemain yang tergabung dalam 22 tim basket yang beradu dalam season ini sudah menjalani karantina dan diawasi oleh tenaga medis untuk mencegah risiko transmisi virus corona. Ketatnya protokol kesehatan yang dilakukan selama season NBA kali ini tentu saja nggak mengherankan, mengingat diagnosis virus corona milik Rudy Gobert menjadi trigger dari keputusan hiatus NBA di bulan Maret.

Walaupun diadakan di arena kosong, para penonton di rumah nggak akan merasakan perbedaan antara NBA sebelum pandemi dengan NBA yang sekarang. Perhelatan basket populer ini dilengkapi dengan efek suara penonton, musik, dan komentator. Bahkan, lo juga bisa mendengar jelas bunyi sneakers para pemain basket dan teriakan-teriakan mereka untuk menyemangati rekan timnya.

 

Menyuarakan Isu Sosial

Para pemain dan wasit di NBA berlutut ketika lagu kebangsaan Amerika Serikat diputar

Selama 4 tahun belakangan ini, gestur berlutut ketika lagu kebangsaan Amerika Serikat diputar sudah jadi simbol dukungan para pemain basket untuk meningkatkan kepedulian akan isu kebrutalan polisi dan rasisme. Gestur ini juga dilakukan oleh segenap wasit, pemain, dan pelatih, menjadikannya momen yang powerful mengingat panasnya kondisi sosial di Amerika Serikat.

Beberapa pemain pun menuliskan “Equality” dan “Black Lives Matter” di bagian belakang jersey mereka. Nampaknya, NBA nggak lagi malu untuk menyuarakan dukungan terhadap kaum kulit hitam yang selama ini melahirkan banyak legenda basket. Salah satu pemain NBA terbaik, LeBron James yang membawa Lakers menuju kemenangan, juga membicarakan tentang isu rasisme dan kekerasan yang dilakukan oleh polisi ketika diwawancarai.

 

Kembalinya Pemain-pemain Favorit

LeBron James dan Anthony Davis memakai hoodie kuning ungu Lakers

Pembukaan NBA membawa rating yang fantastis. Rata-rata penonton tiap pertandingan adalah 3,35 juta orang dengan puncak tertinggi ketika Lakers menang dengan 4,1 juta penonton. Antusiasme para penonton yang begitu besar erat hubungannya dengan kembalinya jagoan-jagoan favorit, salah satunya LeBron James.

Nggak ketinggalan juga Zion Williamson yang kembali bertanding sejak mengalami cedera lutut Januari lalu. Lo juga bisa melihat aksi Kawhi Leonard, Pascal Siakam, Anthony Davis, dan superstar lainnya. Yuk, langsung ikuti kembali laga NBA dari rumah atau #MauLagiDimanapun lo berada, Bro!

 

 

 

Sources: NBA, GQ, Sports Illustrated