"Do the Ride Things" bersama Founder Westbike, Hendi Rachmat - MLDSPOT
  • News
  • "Do the Ride Things" bersama Founder Westbike, Hendi Rachmat

"Do the Ride Things" bersama Founder Westbike, Hendi Rachmat

Tue, 18 August 2020
"Do the Ride Things" bersama Founder Westbike, Hendi Rachmat

Lagi hobi banget gowes, Bro? Kegiatan bersepeda memang kembali marak sejak munculnya pandemi. Jauh sebelum tren ini, ada sebuah komunitas yang menjadi layanan jasa antar barang bernama Westbike Messenger Service. Bersama host Reza Alqadri, MLDSPOT Instagram Live kali ini mengulik asal-usul Westbike bareng sang founder, Hendi Rachmat.

 

Sepeda sebagai Alat Olahraga

Lo pasti masih ingat dengan tren sepeda fixed-gear atau dikenal dengan fixie? Pada saat itu, Hendi yang mulai bersepeda di tahun 2009 turut menjajal jenis sepeda tersebut. Eits, bukan buat gaya-gayaan, Bro! Hendi yang dulunya merupakan atlet badminton memang hobi banget berolahraga.

Berawal dari rasa iseng dan “diracuni” teman, Hendi pun akhirnya mulai ikut bersepeda bareng teman-temannya, “Gue awalnya sepedaan di weekend doang, Car Free Day, lalu jadi sepedaan ke mana-mana. Kalau stress ya obatnya sepedaan, jadi stress-relief,” ujar Hendi. Melihat potensi yang cukup menjanjikan, ia membuka toko sepeda fixed-gear di tahun 2010. Di saat itulah komunitas Westbike terbentuk dari para penggemar sepeda yang sering nongkrong di tokonya.

Hobi sepedaan yang ditekuni Hendi nggak main-main. Hendi mulai gowes ke luar kota hingga ikut kejuaraan dunia. Westbike pertama kali mengikuti kejuaraan di Melbourne, Australia, pada tahun 2015. Sejak saat itu, Hendi dan timnya rajin banget buat traveling mengikuti event tersebut setiap tahunnya. “Indonesia udah telat banget ikutannya. Baru ikut setelah 23 tahun kejuaraan tersebut diadakan,” ungkap Hendi.

Setelah beberapa tahun mengikuti kejuaraan, Hendi dan tim merasa percaya diri untuk mengundang seluruh peserta dari berbagai negara ke Jakarta. Di bulan Agustus 2019, mimpi Hendi tersebut pun terwujud, “Mereka salut sama kurir sepeda di Jakarta dengan kondisi seperti ini. Bukan karena macetnya, tapi karena banyak skuter (motor),” kenang Hendi.

 

Hobi Sepedaan Membawa Cuan

Bisa dibilang, Hendi salah satu orang yang beruntung dapat menekuni hobi dan bisnis di saat yang sama. Saat jasa kurir Westbike yang ia rintis drop di tahun 2015, Hendi dengan iseng mengunggah foto dirinya saat bersepeda dengan memakai celana denim. Postingan ini kemudian dikomentari oleh salah satu orang penting di sebuah brand denim ternama. Saat itu pula, ia diajak menghadiri sebuah meeting. Hendi menyampaikan kalau ia dan tim bercita-cita ikut kejuaraan dunia. Tak disangka-sangka, keinginannya ini mendapat persetujuan pihak brand yang bersedia terlibat sebagai sponsor.

Nah, gimana sih awal Hendi mendirikan bisnis kurir sepeda Westbike? Seiring dengan meredupnya tren sepeda fixed-gear dan maraknya kebiasaan belanja online, bisnis toko sepeda Hendi sempat meredup. Meski begitu, ia nggak kehabisan akal. Hendi mulai mengulik potensi bisnis kurir sepeda. Lo pernah nonton film “Premium Rush”? Yes, bisnis kurir sepeda emang udah lazim banget ditemukan di luar negeri. Hendi pun mencoba membawanya ke Indonesia di tahun 2013.

Berawal dari dua orang kurir, Hendi mengembangkan bisnisnya ini dengan dua kunci: passion dan totalitas. Berkat kerja kerasnya, kini Westbike tersebar di empat kota besar di Indonesia: Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Medan, dengan total kurir sebanyak 113 orang. Para pelanggan nggak perlu khawatir barang yang dikirim bakal telat, karena Westbike menawarkan same-day service dengan pengantaran maksimal jam 6 sore.

Gimana caranya buat gabung jadi kurir Westbike? Lo bisa kunjungi Instagram-nya @wmswestbike dan buka tautan yang ada di akun tersebut. Semudah itu? Jelas nggak! Calon kurir bakal dites kesiapannya, mulai dari kepemilikan sepeda pribadi, tahap percobaan di jalan, hingga level fokusnya. Keseimbangan bersepeda sambil membawa barang dan stamina sangat penting demi keselamatan kurir.

Westbike Messenger Service juga menerapkan protokol keselamatan. “Helmnya ada standarnya, sepeda juga harus dalam kondisi bagus. Barang ditaruh di depan bukan belakang karena bisa memicu bahaya. Kurir juga harus pakai lampu sepeda berwarna putih di sisi depan, dan lampu merah di belakang,” jelas Hendi.

"Do the Ride Things" bersama Founder Westbike, Hendi Rachmat

 

Manfaat dan Tips Aman Riding

Manfaat bersepeda bagi kesehatan memang nggak perlu lo ragukan lagi. Hendi sendiri mengaku kalau bersepeda menghilangkan stress akan kegiatan sehari-hari. Selain itu, ia merasa sistem imunnya lebih kuat dan jarang sakit. Yang paling penting, bersepeda bisa menghemat bahan bakar dan waktu. “Menghindari macet dan bensinnya hanya air putih untuk minum aja. Hahaha,” canda Hendi.

Udah nggak sabar buat gowes? Bentar, Bro! Lo harus memperhatikan dulu beberapa hal penting sebelum bersepeda. Yang pertama adalah persiapan. Persiapkan sepeda dengan matang. Pilih sepeda yang nyaman buat lo pakai. Komponen sepeda pun harus diperhatikan. Cek kedua ban, rantai sepeda, dan rem yang wajib berfungsi dengan baik. 

Yang kedua adalah safety equipment. Hendi menyarankan untuk selalu memakai helm khusus. Helm digunakan untuk menghindari cedera kepala jika terjadi benturan atau hal-hal yang nggak diinginkan. Sepasang lampu sepeda juga nggak kalah penting. Pastikan lampu depan dan belakang menyala.

“Fokus” jadi tips terakhir dan terpenting dalam bersepeda. Kemampuan untuk fokus digunakan saat menghadapi jalanan yang nggak rata, berlubang, sampai medan yang sulit. Lo juga harus pintar untuk membaca situasi dan menjaga jarak, memotong jalan, hingga berbelok dengan perhitungan matang. “Jarak 5 m dari depan jadi jarak aman dalam bersepeda,” saran Hendi.

Sudah tahu ‘kan kalau sekarang bersepeda itu nggak cuma sekadar gaya hidup selama pandemi, tapi juga sebagai olahraga, alat transportasi, dan pencari nafkah? #MauLagiDimanapun, ikuti terus acara-acara Instagram Live menarik lainnya di akun @MLDSPOT!

 

 

YellowFit, Catering Sehat Bergaransi Berat Badan Turun

Mon, 12 April 2021
catering sehat

Setiap orang tentunya ingin memiliki tubuh yang sehat dan bugar. Hal itu bisa didapatkan melalui olahraga atau mengonsumsi makanan bergizi. Nah, kondisi ini menjadi peluang bagi pelaku bisnis makanan sehat untuk mengembangkan usahanya.

Berangkat dari situasi tersebut, Christopher Aldo membangun bisnis catering sehat, bernama YellowFit Kitchen. Diet and healthy catering nomor satu di Indonesia dan satu-satunya yang berani memberikan jaminan 100% uang kembali, jika makanan di rasa nggak lezat atau berat badan konsumen nggak menurun.

Mau tau cerita lengkap dari Christopher Aldo dalam mendirikan usahanya dan bagaimana bisa tetap konsisten di sektor bisnis ini? Yuk, simak ulasannya di sini, bro.

Merintis Bisnis Katering Sehat Sejak Kuliah

Semasa kuliah, Christopher Aldo senang fitness dan ikut program diet di waktu bersamaan. Disisi lain, ia pun sering menghadapi masalah keuangan, terutama untuk bayar kamar kos, serta biaya kuliah. Pada tahun 2017, ia pun memutuskan untuk mendirikan bisnis katering sehat, YellowFit Kitchen bersama temannya.

Pastinya lo setuju kalo membangun bisnis dari nol memang nggak mudah dan tentu ada rintangan dalam prosesnya. Seperti yang dirasakan Aldo saat awal mengembangkan usahanya, rata-rata per harinya ia hanya bisa menjual 5 kotak aja ke teman-teman kampusnya selama 8 bulan.

Aldo berpikir untuk menutup YellowFit Kitchen, lantaran masih fokus dengan kuliahnya. Ditambah lagi, ia harus menjaga makanannya supaya tetap fresh. Kurirnya pun terkadang masih terpencar di daerah yang berbeda dan mahalnya biaya ongkos kirim. Selain itu, banyak konsumennya yang mengeluh dan meminta refund.

Namun, setelah berhasil melewati masa sulit itu, bisnisnya semakin berkembang, ia bisa menjual rata-rata 30 kotak per hari. Yang awalnya hanya berjualan di Depok, lalu diperluas ke Jakarta dan berhasil menjual hingga 100 kotak per hari. Bahkan, di tahun 2019, pesanannya meningkat sebanyak 2.000 kotak per hari. Wow keren banget ya, bro?

Menghadirkan Menu Makanan Sehat dan Lezat

catering sehat

Credit image - pingpoint

Keistimewaan yang dimiliki YellowFit Kitchen adalah hidangan yang berganti-ganti setiap harinya dan terdapat beberapa menu autentik hasil racikan sendiri. Menurut Christopher Aldo, yang terpenting di setiap makanan harus mengandung rendah kalori, rendah lemak, rendah karbohidrat, dan tinggi protein.

Salah satu menu favorit YellowFit Express adalah Pizza Diet. Biasanya pizza berbahan tepung, namun berbeda dengan yang satu ini menggunakan kembang kol. Adapun, menu McD versi diet digoreng dengan minyak yang sehat, tanpa kulit, dan dibalut tepung gandum. Lo bisa makan junk food tapi tetap rendah kalori, bro. 

Menu YellowFit Kitchen ini dikembangkan oleh tim internalnya sendiri. Jadi setiap minggunya, ia melakukan rapat rutin bersama para koki. “Kami memiliki 6 koki, setiap 2 orang akan bergiliran untuk rapat dengan kami. Di kesempatan itu juga kami bersama-sama melakukan pengukuran zat-zat yang terkandung dalam makanan yang ingin ditawarkan kepada konsumen,” ujar Aldo.

Kebutuhan gizi di setiap porsinya berbeda-beda. Menurut Christopher, kebutuhan untuk wanita kurang lebih 1.000-1.200 kalori, dan untuk pria akan lebih tinggi berkisar 1.200-1.500 kalori. Dengan catatan, semua ukuran itu tergantung dari aktivitas yang dijalankan masing-masing orang.

Buat lo yang mau coba, harga perposinya sekitar Rp50.000 dan bisa lebih mahal kalo lo beli cuma buat makan siang aja. Tapi, kalau beli paket siang dan malam, akan diberikan harga spesial. Nikmatnya lagi, lo bisa memesan catering ini dengan pilihan paket perminggu atau perbulan. Jadi, disesuaikan aja dengan kebutuhan lo, bro.

Melihat Peluang Industri Makanan Sehat

catering sehat

Credit image - goodlife.id

Belum merasa puas diri dengan hasil yang telah dicapai, ia pun tetap melihat adanya tantangan dari kompetitor yang bermunculan setiap harinya. “Dulu saat saya memulai bisnis ini, kompetitornya memang masih sedikit. Berbeda halnya dengan sekarang, mungkin jumlahnya sudah puluhan, bahkan ratusan,” paparnya.

Untuk meningkatkan pelayanannya, Christopher menawarkan free delivery kepada pelanggan-pelanggannya dengan frekuensi pengiriman 2 kali dalam sehari, dan jaminan refund jika makanannya nggak fresh. Layanan ini berlaku untuk daerah Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya ya, bro.

“Kebanyakan kompetitor itu hanya sekali kirim aja dalam sehari, jadi kalau udah malam makanannya kurang segar. Kami juga memberikan guarantee refund bilamana makanannya nggak enak, maka kami akan refund uang mereka,” tegasnya.

Selain usaha katering, ia juga berjualan detox tea dengan rasa leci, lemon, dan jasmine untuk menahan nafsu makan. “Banyak teh detox di luar sana yang bilang kalau manfaatnya itu bisa menurunkan berat badan. Itu sebenarnya bohong,” tambah Aldo.

Kini, YellowFit Kitchen udah memiliki jumlah karyawan sebanyak 250 orang, dengan 25 orang untuk urusan kantor, dan sisanya ada di divisi distribusi. Untuk melebarkan sayapnya, YellowFit juga sering mengadakan kolaborasi dengan beberapa influencer ternama.

Menurut Christopher kedepannya bisnis catering sehat memiliki peluang besar karena orang-orang  mulai sadar akan kesehatan mereka, terutama yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta.

Wahhh sangat inspiratif banget ya, bro, perjalanan bisnis dari Christopher Aldo. Untuk memulai usaha, kuncinya ada pada diri lo sendiri. Nggak ada sesuatu yang luar biasa yang didapatkan dengan mudah. Well, kapan giliran lo buat mengembangkan ide bisnis lo, bro?.

 

Featured image - traveling.bisnis.com