• Music News
  • Sudah Dengar Mantra Mantra, Album Terbaru Kunto Aji?

Sudah Dengar Mantra Mantra, Album Terbaru Kunto Aji?

Tue, 25 September 2018
Sudah Dengar Mantra Mantra, Album Terbaru Kunto Aji?

Setelah lama menunggu kapan album baru keluar, para penggemar Kunto Aji kini bisa bernafas lega. Pasalnya, album kedua bertajuk ‘Mantra Mantra’ resmi dirilis ke publik pada 14 September 2018 lalu. Ada yang berbeda di albumnya kedua ini, Kunto Aji lebih dalam melihat masalah kesehatan mental untuk menjadi tema utamanya.

 

Gandeng Empat Produser Sekaligus

Gandeng Empat Produser Sekaligus

Berbeda dari album sebelumnya, di album ‘Mantra Mantra’ Kunto Aji menggandeng empat produser sekaligus Urbaners. Para produser tersebut di antaranya Ankadinov Subran, Petra Sihombing, Anugrah Swastadi, dan Bam Mastro. Dengan empat produser rekaman itu, membuat album pria kelahiran Jogjakarta ini makin berwarna di tiap lagunya.

Lagu-lagu yang dikemas dengan bantuan empat produser itu membuat makin mengena di hati penggemarnya. Nggak heran jika bisa diterima dengan baik oleh seluruh kalangan pecinta musik. Melansir dari laman Liputan6 Kunto Aji mengatakan “album ini pakai produser karena lagu-lagu yang gue tulis, menyampaikan yang berat tapi berharap diterima di permukaan, makanya butuh bantuan produser bikin enak dan menerapkannya,”.

Selain mengandalkan empat produser ternama, di ranah visual Kunto Aji mendapuk seniman Naufal Abshar. Dia adalah seorang pelukis yang lama malang melintang di dalam maupun luar negeri. Desain cover album yang dibikin oleh Naufal berangkat dari obrolan antara Kunto Aji dengan dirinya. Akhirnya dipilihlah tema mental health dan topik overthinker yang diusung di tiap lagunya.

 

Banyak Berisi Pesan Moral Hidup

Banyak Berisi Pesan Moral Hidup

Keriuhan kota besar sekelas Jakarta menjadi inspirasi bagi Kunto Aji dalam tiap lagu di album barunya ini. Sampai-sampai dalam penggarapannya membutuhkan waktu selama dua tahun. Demi ‘Mantra Mantra’ pula lah dia sampai berkonsultasi dengan psikolog. Dari konsultasi dia mendapat gambaran masalah mental tak melulu depresi dan soal bunuh diri. Untuk itulah dia banyak menyelipkan pesan bijak di lagu-lagunya.

Lagu pembuka adalah Sulung yang oleh Kunto Aji disisipkan pesan bijak dalam tiap liriknya. Berbicara tentang kegelisahan hati, namun mengakhirinya dengan positif. Berikutnya di lagu Rancang Rencana berisi tentang pentingnya menjadi diri sendiri dalam mengejar sebuah mimpi. Kunto Aji juga menyiratkan pesan moral tentang kematangan seorang pria dalam lagu Topik Semalam. Sedangkan dalam lagu Rehat berisi pesan bahwa masalah adalah warna kehidupan.

Masih banyak lagu lainnya yang berisi pesan moral di album kedua ini. Jadi, sudahkah Urbaners mendengarkan lagu di album ‘Mantra Mantra’ ini?

 

 

Source: Liputan6, CNN Indonesia

The Chainsmokers Tuai Kontroversi Usai Gelar Konser Drive-In

Fri, 07 August 2020
Duo DJ The Chainsmokers mengenakan kemeja hitam dan putih di atas panggung sambil memegang piala

Pandemi COVID-19 yang masih belum berujung ini tampaknya mulai membuat banyak orang merasa bosan. Wajar saja, berbagai industri hiburan dunia mengalami hiatus sementara, mulai dari perfilman hingga musik. Itu sebabnya tercipta ide untuk menggelar konser drive-in yang menjanjikan pengalaman konser yang nggak kalah seru.

Walaupun sudah ada di era new normal, namun lo tetap saja harus mematuhi aturan social distancing #MauLagiDimanapun. Itu sebabnya konser drive-in cocok karena para peserta konser bisa duduk nyaman dan jauh dari peserta konser lainnya. Konsep drive-in ini juga dianut dalam konser The Chainsmoker. Namun sayangnya, konser ini malah menuai kontroversi.

 

Sebuah Konser Amal di Hamptons

The Chainsmokers di atas panggung sambil memegang mikrofon

Konser yang digelar oleh sebuah agensi travel dan lifestyleIn The Know Experiences” mengundang duo DJ ternama, yaitu The Chainsmokers dan DJ D-Sol. Sebanyak 2.000 orang memadati sebuah lapangan di kawasan elit Hamptons, beberapa di antaranya ada Cuba Gooding Jr., Connor Kennedy, Tyler dan Cameron Winklevoss.

Satu tiket masuk dibanderol dengan harga yang fantastis, berkisar mulai dari USD1,250 sampai USD25,000. Seluruh profit dari konser ini diamalkan ke badan No Kid Hungry, Southampton Fresh Air Home, dan Children’s Medical Fund New York. Kabarnya, The Chainsmokers juga akan menggelar konser dengan konsep drive-in di Miami, Los Angeles, Nashville, Chicago, dan Atlanta.

 

Sudah Menjalankan Prosedur Kesehatan

Penampilan drive-in concert dengan panggung megah dan rentetan mobil yang terparkir rapi

Potongan video para penonton konser ini mulai viral di Twitter dan akhirnya malah menimbulkan kontroversi. Menanggapi kritikan pedas netizen, penyelenggara konser akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan protokol kesehatan apa saja yang dilakukan untuk menjamin konser drive-in ini aman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa suhu setiap peserta dicek sebelum memasuki konser, kemudian masing-masing diberikan masker sebelum diperbolehkan untuk memarkir mobil di depan panggung konser. Para peserta juga nggak diperbolehkan untuk meninggalkan spot berukuran 20 x 20 inci tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sayangnya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan tersebut. Sebagian besar peserta terlihat seru menari tanpa mematuhi physical distancing, beberapa bahkan nggak memakai masker. Konser drive-in yang seharusnya dinikmati dari dalam mobil malah justru menyerupai konser pada umumnya sebelum pandemi.

 

Dikecam Publik dan Pemerintah

Andrew Cuomo Gubernur New York mengenakan jas hitam, tampak bendera Amerika Serikat

Walaupun digadang sebagai konser amal, konser drive-in yang dibintangi The Chainsmokers ini dikecam publik, khususnya para pengguna Twitter. Nggak sedikit dari mereka yang mengkritik sikap acuh tak acuh dari para peserta konser yang pastinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Netizen juga menyayangkan keputusan peserta konser untuk mengabaikan kesehatan hanya demi menonton The Chainsmokers.

Nggak hanya mengambil perhatian publik, berita ini juga sampai ke kuping Gubernur New York, Andrew Cuomo. Saat ini, konser drive-in tersebut sedang dalam tahap penyelidikan karena Cuomo bersikeras bahwa konser tersebut ilegal dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

 

 

Sources: GQ, Vulture, Variety.