• Music News
  • Lagu-Lagu Ciptaan Candra Darusman yang Enak Banget

Lagu-Lagu Ciptaan Candra Darusman yang Enak Banget

Thu, 14 February 2019
Lagu-Lagu Ciptaan Candra Darusman yang Enak Banget

Buat yang menonton Jazz Gunung 2019, pasti tahu kalau musisi Candra Darusman ikut mengisi acara bergengsi tersebut. Musisi yang terkenal bersama kelompok band Chaseiro ini punya segudang karya terbaik sampai saat ini. Karya-karyanya tidak hanya memiliki alunan indah saja, tetapi juga komposisi liriknya yang sangat puitis.

 

Candra Darusman di Dunia Musik

Lahir di Bogor dengan nama Candra Nazarudin Darusman, Candra mulai membentuk grup musik bernama Chaseiro saat ia berkuliah di Universitas Indonesia. Dari kiprahnya tersebut, nama Candra mulai dikenal hingga ia melahirkan lima album di tahun 80an hingga 2001. Bahkan namanya dikenal juga sebagai penggagas Jazz Goes to Campus, acara jazz untuk kaum muda yang populer di kalangan siswa dan mahasiswa.

Candra yang terkenal di era 80-90an memang kini tak lagi aktif manggung, namun bukan berarti ia berhenti dari industri musik. Saat ini, ia masih sering terlibat dalam event-event musik besar seperti Jazz Gunung 2019. Ia juga kerap aktif dalam organisasi-organisasi yang berbau musik, perlindungan hak cipta, hingga kini menjabat sebagai konsultan dari Indonesia dalam organisasi dunia, World Intellectual Property Organization (WIPO) bentukan PBB.

 

Karya-karya Candra Darusman

Lagu-lagu karya Candra Darusman bukan cuma enak didengar, tapi juga diapresiasi oleh banyak musisi jazz terkenal di dalam negeri. Karyanya tersebut mayoritas dikenal pada awal karirnya sebagai vokalis dan keyboardist dari band Chaseiro. Di masa ini, band tersebut menelurkan album ‘Pemuda’ (1979), ‘Bila’ (1980), ‘Tiga’ (1981), hingga ‘Persembahan’ (2001).

Tak hanya bersama Chaseiro, Candra juga mendirikan grup musik jazz bernama Karimata. Dengan nama besarnya, ia menggaet beberapa nama musisi besar seperti Erwin Gutawa, Uce Haryono, Deny TR, hingga Aminoto Kosin. Bersama Karimata, Candra sukses tampil di Belanda lewat ajang North Sea Jazz 1985.

Belum cukup puas tampil bersama grup musik, Candra juga menjajal karir sebagai solois. Di tahun 1981, ia berhasil membuat album berjudul ‘Indahnya Sepi’ cukup laris di pasaran. Tak berhenti di situ saja, tahun 1983, ia merilis album ‘Kekagumanku’.

 

Musisi yang Pernah Berkolaborasi dengan Candra Darusman

Sepanjang karirnya, Candra banyak berkolaborasi dengan musisi-musisi lainnya, khususnya yang beraliran jazz. Hasil kolaborasi yang ia lakukan membuat publik makin merindukan karya-karya Candra. Sederet musisi papan atas tercatat pernah berkolaborasi dengan Candra.

Di penghujung 2018 lalu, Candra merilis single berjudul ‘Pengungkapan Hatimu’ yang merupakan hasil kolaborasi dengan Andien. Di lagu tersebut, Candra berduet dengan Andien sehingga menghasilkan alunan yang pas dan klik banget bagi penggemar jazz. Di single tersebut, Candra juga berkolaborasi dengan Tohpati untuk proses penggarapan musiknya. Di sini Tohpati bertanggung jawab sebagai Music Editor.

Selain kedua musisi di atas, Candra juga berkolaborasi dengan banyak musisi lainnya dalam album berjudul Detik Waktu yang rilis tahun 2018. Bahkan, album tersebut dirilis ulang di tahun 2019 dengan menambahkan dua lagu baru. Penambahan dua lagu tersebut berupa lagu berjudul ‘Persaudaraan’ dan ‘Waktu Kian Berarti’. Total ada 16 lagu karya Candra yang dinyanyikan oleh musisi-musisi berkualitas negeri ini seperti Once Mekel, Andien, Adikara Fardy, Monita Tahalea, White Shoes and The Couples Company, Mondo Gasaro, Marcel Siahaan, Sammy Simorangkir, Glenn Fredly, dan masih banyak lainnya.

Nah, buat Urbaners yang mungkin masih kurang akrab dengan jazz, bisa banget lho untuk mendengarkan album ini!

 

 

 

Sumber :
kineruku.com/store/cd-detik-waktu-perjalanan-karya-cipta-candra-darusman/
beritasatu.com/hiburan/532934/candra-darusman-rilis-ulang-album-detik-waktu
entertainment.kompas.com/read/2019/01/16/195047410/album-detik-waktu-candra-darusman-dirilis-lagi

 

The Chainsmokers Tuai Kontroversi Usai Gelar Konser Drive-In

Fri, 07 August 2020
Duo DJ The Chainsmokers mengenakan kemeja hitam dan putih di atas panggung sambil memegang piala

Pandemi COVID-19 yang masih belum berujung ini tampaknya mulai membuat banyak orang merasa bosan. Wajar saja, berbagai industri hiburan dunia mengalami hiatus sementara, mulai dari perfilman hingga musik. Itu sebabnya tercipta ide untuk menggelar konser drive-in yang menjanjikan pengalaman konser yang nggak kalah seru.

Walaupun sudah ada di era new normal, namun lo tetap saja harus mematuhi aturan social distancing #MauLagiDimanapun. Itu sebabnya konser drive-in cocok karena para peserta konser bisa duduk nyaman dan jauh dari peserta konser lainnya. Konsep drive-in ini juga dianut dalam konser The Chainsmoker. Namun sayangnya, konser ini malah menuai kontroversi.

 

Sebuah Konser Amal di Hamptons

The Chainsmokers di atas panggung sambil memegang mikrofon

Konser yang digelar oleh sebuah agensi travel dan lifestyleIn The Know Experiences” mengundang duo DJ ternama, yaitu The Chainsmokers dan DJ D-Sol. Sebanyak 2.000 orang memadati sebuah lapangan di kawasan elit Hamptons, beberapa di antaranya ada Cuba Gooding Jr., Connor Kennedy, Tyler dan Cameron Winklevoss.

Satu tiket masuk dibanderol dengan harga yang fantastis, berkisar mulai dari USD1,250 sampai USD25,000. Seluruh profit dari konser ini diamalkan ke badan No Kid Hungry, Southampton Fresh Air Home, dan Children’s Medical Fund New York. Kabarnya, The Chainsmokers juga akan menggelar konser dengan konsep drive-in di Miami, Los Angeles, Nashville, Chicago, dan Atlanta.

 

Sudah Menjalankan Prosedur Kesehatan

Penampilan drive-in concert dengan panggung megah dan rentetan mobil yang terparkir rapi

Potongan video para penonton konser ini mulai viral di Twitter dan akhirnya malah menimbulkan kontroversi. Menanggapi kritikan pedas netizen, penyelenggara konser akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan protokol kesehatan apa saja yang dilakukan untuk menjamin konser drive-in ini aman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa suhu setiap peserta dicek sebelum memasuki konser, kemudian masing-masing diberikan masker sebelum diperbolehkan untuk memarkir mobil di depan panggung konser. Para peserta juga nggak diperbolehkan untuk meninggalkan spot berukuran 20 x 20 inci tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sayangnya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan tersebut. Sebagian besar peserta terlihat seru menari tanpa mematuhi physical distancing, beberapa bahkan nggak memakai masker. Konser drive-in yang seharusnya dinikmati dari dalam mobil malah justru menyerupai konser pada umumnya sebelum pandemi.

 

Dikecam Publik dan Pemerintah

Andrew Cuomo Gubernur New York mengenakan jas hitam, tampak bendera Amerika Serikat

Walaupun digadang sebagai konser amal, konser drive-in yang dibintangi The Chainsmokers ini dikecam publik, khususnya para pengguna Twitter. Nggak sedikit dari mereka yang mengkritik sikap acuh tak acuh dari para peserta konser yang pastinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Netizen juga menyayangkan keputusan peserta konser untuk mengabaikan kesehatan hanya demi menonton The Chainsmokers.

Nggak hanya mengambil perhatian publik, berita ini juga sampai ke kuping Gubernur New York, Andrew Cuomo. Saat ini, konser drive-in tersebut sedang dalam tahap penyelidikan karena Cuomo bersikeras bahwa konser tersebut ilegal dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

 

 

Sources: GQ, Vulture, Variety.