• Music News
  • Diskoria Bangkitkan Musik Disko di Indonesia

Diskoria Bangkitkan Musik Disko di Indonesia

Wed, 10 April 2019
Diskoria Bangkitkan Musik Disko di Indonesia

Popularitas musik disko mungkin nggak setinggi genre musik lain di Indonesia, tapi Diskoria berhasil membangkitkannya. Hebatnya lagi, Diskoria lebih memilih musik-musik lokal Indonesia daripada musik disko luar yang lebih banyak dipakai dalam skema disko masa kini, Urbaners.

 

Berawal dari larangan

Berawal dari larangan

Aturan ada buat dilanggar, setidaknya kiasan ini bisa jadi hal yang positif di tangan Diskoria. Ya, perjuangan mereka buat menghidupkan kembali musik disko dalam skema permusikan Indonesia ternyata justru berawal dari sebuah aturan yang dilanggar. Tepatnya aturan “Dilarang memainkan lagu Indonesia,” yang beredar di klub-klub Jakarta tahun 2008.

Menurut penggagas Diskoria, Merdi Simanjuntak dan Fadli Aat, aturan tersebut adalah ironi. Gimana nggak? Setiap ada acara penghargaan musik, selalu didengungkan slogan “musik Indonesia harus jadi tuan rumah di tanah air.” Padahal, skema musik diskonya saja selalu antipati dengan musik-musik keluaran lokal.

Di mata Merdi dan Aat, aturan tersebut benar-benar harus dilanggar. Menurut pendengaran mereka, banyak musik Indonesia yang sebenarnya oke-oke saja kalau dimainkan di klub. Hingga akhirnya mereka memutuskan buat benar-benar mematangkan konsep full Indonesian disco set untuk perform di klub.

 

Eksplorasi tanpa batas

Eksplorasi tanpa batas

Awal mula Merdi dan Aat terjun ke musik dansa Indonesia sebenarnya merupakan sebuah kejutan, ini karena mulanya mereka justru jauh dari genre disko. Merdi memulai karir bermusiknya bersama Sweaters dengan main genre jangly pop. Ia juga sempat bereksperimen dengan shoegaze bareng Sugarstar di awal tahun 2000-an.

Sama seperti Merdi, Aat juga jauh dari disko saat memulai karir bermusik. Aat mengawali karir musik sebagai bassist Step Forward, sebuah band hardcore Jakarta. Ia juga mengungkapkan kalau nggak pernah membatasi diri untuk mendengarkan musik apa saja. Sang kakak yang pernah jadi DJ musik disko juga sedikit-banyak jadi influence buat eksplorasi musiknya.

 

Kolaborasi lintas generasi

Kejayaan musik dansa di Indonesia memang sudah lewat, untuk itu Diskoria terus berusaha buat mengembalikannya kembali. Salah satu upaya yang paling terlihat adalah dengan menggelar kolaborasi lintas generasi. Beberapa waktu lalu, mereka sempat melakukan collab dengan legenda musik Indonesia, Fariz RM.

Menurut Diskoria, musik-musik Fariz RM bisa dibilang evergreen. Karya semacam Sakura, bagi Merdi dan Aat masih bisa diterima beragam generasi, tua hingga muda. Fortunately, perhitungan mereka nggak salah, kolaborasi tersebut pecah dan dapat apresiasi maksimal dari penikmat musik dansa Indonesia!

 

Jadi gimana, Urbaners? Tertarik turun ke lantai dansa dan bergoyang bersama Diskoria?

 

 

Source: Whiteboardjournal.com

The Chainsmokers Tuai Kontroversi Usai Gelar Konser Drive-In

Fri, 07 August 2020
Duo DJ The Chainsmokers mengenakan kemeja hitam dan putih di atas panggung sambil memegang piala

Pandemi COVID-19 yang masih belum berujung ini tampaknya mulai membuat banyak orang merasa bosan. Wajar saja, berbagai industri hiburan dunia mengalami hiatus sementara, mulai dari perfilman hingga musik. Itu sebabnya tercipta ide untuk menggelar konser drive-in yang menjanjikan pengalaman konser yang nggak kalah seru.

Walaupun sudah ada di era new normal, namun lo tetap saja harus mematuhi aturan social distancing #MauLagiDimanapun. Itu sebabnya konser drive-in cocok karena para peserta konser bisa duduk nyaman dan jauh dari peserta konser lainnya. Konsep drive-in ini juga dianut dalam konser The Chainsmoker. Namun sayangnya, konser ini malah menuai kontroversi.

 

Sebuah Konser Amal di Hamptons

The Chainsmokers di atas panggung sambil memegang mikrofon

Konser yang digelar oleh sebuah agensi travel dan lifestyleIn The Know Experiences” mengundang duo DJ ternama, yaitu The Chainsmokers dan DJ D-Sol. Sebanyak 2.000 orang memadati sebuah lapangan di kawasan elit Hamptons, beberapa di antaranya ada Cuba Gooding Jr., Connor Kennedy, Tyler dan Cameron Winklevoss.

Satu tiket masuk dibanderol dengan harga yang fantastis, berkisar mulai dari USD1,250 sampai USD25,000. Seluruh profit dari konser ini diamalkan ke badan No Kid Hungry, Southampton Fresh Air Home, dan Children’s Medical Fund New York. Kabarnya, The Chainsmokers juga akan menggelar konser dengan konsep drive-in di Miami, Los Angeles, Nashville, Chicago, dan Atlanta.

 

Sudah Menjalankan Prosedur Kesehatan

Penampilan drive-in concert dengan panggung megah dan rentetan mobil yang terparkir rapi

Potongan video para penonton konser ini mulai viral di Twitter dan akhirnya malah menimbulkan kontroversi. Menanggapi kritikan pedas netizen, penyelenggara konser akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan protokol kesehatan apa saja yang dilakukan untuk menjamin konser drive-in ini aman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa suhu setiap peserta dicek sebelum memasuki konser, kemudian masing-masing diberikan masker sebelum diperbolehkan untuk memarkir mobil di depan panggung konser. Para peserta juga nggak diperbolehkan untuk meninggalkan spot berukuran 20 x 20 inci tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sayangnya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan tersebut. Sebagian besar peserta terlihat seru menari tanpa mematuhi physical distancing, beberapa bahkan nggak memakai masker. Konser drive-in yang seharusnya dinikmati dari dalam mobil malah justru menyerupai konser pada umumnya sebelum pandemi.

 

Dikecam Publik dan Pemerintah

Andrew Cuomo Gubernur New York mengenakan jas hitam, tampak bendera Amerika Serikat

Walaupun digadang sebagai konser amal, konser drive-in yang dibintangi The Chainsmokers ini dikecam publik, khususnya para pengguna Twitter. Nggak sedikit dari mereka yang mengkritik sikap acuh tak acuh dari para peserta konser yang pastinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Netizen juga menyayangkan keputusan peserta konser untuk mengabaikan kesehatan hanya demi menonton The Chainsmokers.

Nggak hanya mengambil perhatian publik, berita ini juga sampai ke kuping Gubernur New York, Andrew Cuomo. Saat ini, konser drive-in tersebut sedang dalam tahap penyelidikan karena Cuomo bersikeras bahwa konser tersebut ilegal dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

 

 

Sources: GQ, Vulture, Variety.