Perkembangan Indonesian City Pop dari Waktu ke Waktu - MLDSPOT
  • Music Profile
  • Perkembangan Indonesian City Pop dari Waktu ke Waktu

Perkembangan Indonesian City Pop dari Waktu ke Waktu

Fri, 05 February 2021
Indonesian City Pop

Fenomena kelahiran kembali gaya musik city pop di belantika musik Indonesia memang nggak bisa dipungkiri kalau pada akhirnya jadi berpengaruh pada lifestyle masyarakat urban saat ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya playlist dengan gaya musik Indonesian city pop yang hadir di platform musik digital.

Lagu-lagu city pop memang didominasi oleh musisi-musisi lama – nggak bisa dipungkiri, lagu-lagu lama ini pun masih tetap hidup dan tetap diminati sampai sekarang. Tapi seiring berjalannya waktu, banyak juga musisi-musisi sekarang yang mulai memproduksi lagu-lagu city pop.

Salah satunya adalah Diskoria – lo pasti nggak asing lagi dong sama duo DJ ini? Selain diskoria, ada banyak musisi lain yang punya lagu city pop yang bisa lo nikmatin sekarang!

Sebelum itu, kita coba kilas balik dulu yuk – siapa aja sih musisi yang memiliki lagu city pop yang lagunya masih bisa kita nikmati sampai sekarang? Untuk selengkapnya, simak di bawah ini ya, bro!

Lahirnya Istilah ‘Indonesian City Pop’

Indonesian City Pop

Credit image - Wikipedia: Metropolitan Area

Beberapa minggu yang lalu, MLDSPOT sempat membahas mengenai daya tarik city pop yang dipengaruhi oleh musik di Jepang. Kelahiran kembali city pop ini emang nggak bisa terhindar dari gelombang AOR dari Barat.

Dari pengaruh AOR inilah akhirnya Jepang mengalami ‘demam’ city pop di dekade 80-an, sementara di Indonesia juga melahirkan gaya musik Pop Kreatif yang didominasi oleh lagu-lagu party yang memiliki lirik patah hati – yang juga hal ini sudah dibahas pada minggu-minggu sebelumnya.

Pada tahun 2000-an –  seiring dengan terbukanya akses informasi, para generasi muda menjadi terbuka dengan informasi mengenai musik populer Indonesia dari masa lalu. Nggak sedikit juga musisi muda berusaha menginterpretasi ulang musik populer di masa lalu dengan me-rearrange lagu tersebut sehingga menjadi #LaguBaruDariMasaLalu.

Pada tahun 2010-an, tren city pop kembali disukai oleh anak muda Indonesia, sehingga lagu dengan gaya pop kreatif pun dimaknai menjadi gaya musik baru yang disebut dengan ‘Indonesian City Pop’ yang sekarang dapat kita lihat bersama di platform musik digital.

Kehadiran Musisi dengan Gaya Musik City Pop

Seakan melihat potensi di negara sendiri, apresiasi dan pemaknaan yang baru langsung ditujukan pada musik Indonesia sekitar era 1980-an yang memiliki referensi serupa dengan city pop dari Jepang – media banyak menyebutnya sebagai pop kreatif.

Musik-musik pop kreatif memang identik dengan elemen funky dengan sentuhan electric ke dalam musiknya. Sebut saja salah satunya Fariz RM – musisi yang terkenal dengan lagu Sakura ini masih dikenang dan dinikmati sampai sekarang.

Selain Fariz RM, masih banyak musisi lain yang musiknya masih diminati – seperti lagu Gelora Asmara dari Rafika Duri, Lagu Putih dari Trio Bebek, dan Juwita oleh Chrisye. #LaguBaruDariMasaLalu ini masih jadi juara dan mendominasi playlist bertajuk Indonesian city pop di berbagai platform musik digital, bro!

City Pop di Era Sekarang

Indonesian City Pop

Credit image - Mousaik

Benang merah dari lagu bergaya city pop yang digemari sekarang adalah lagu yang juga terpengaruh oleh gaya hidup urban yang ditambah unsur funk, electronic, dan bercampur Jazz. Setelah playlist Indonesian City Pop didominasi oleh musik-musik era 80-an, lambat laun kembali muncul musisi zaman sekarang yang juga mulai memproduksi sendiri musik dengan gaya city pop.

Salah satu musisi yang nggak terlepas dari musik bergaya city pop di era sekarang adalah Diskoria. Debut dengan lagu Balada Insan Muda dan mulai dikenal dengan lagu Serenata Jiwa Lara-nya, Diskoria menjadi salah satu musisi yang membawa kembali musik Indonesia dari masa lalu dengan balutan kemasan gaya city pop yang kini menjadi tren di skena anak muda zaman sekarang.

Selain itu, kehadiran lagu-lagu dari Vira Talisa, Mondo Gascaro, Aya Anjani, dan Ikkubaru juga mulai mendominasi musik city pop era sekarang. Biar lo nggak penasaran, di minggu ini MLDSPOT udah nyiapin lagi playlist Indonesian City Pop dari berbagai zaman yang bisa lo nikmatin, enjoy, bro!

 

 

Feature image – Brilio, Last.fm, Globbetrottermag, Dennysakrie, Medcom, Discogs

Referensi:

https://pophariini.com/bukan-city-pop-indo-tapi-indo-pop-urban/

https://open.spotify.com/playlist/4ugWqge02xOA5CcfCV9A6

Indonesian City Pop dan Pasang Surutnya Pop Kreatif di Indonesia

Mon, 05 April 2021
Pop Kreatif

Ngomongin musik di Indonesia emang nggak ada matinya, terlebih kalo ngomongin tentang musik pop di Indonesia. Mulai dari kemunculannya hingga perkembangannya sampai sekarang – musik pop ini emang juaranya!

Salah satu era besar bagi musik pop adalah lahirnya musik Pop Kreatif – yaitu musik pop yang menjamur di era 80-an dan berhasil menjadi musik yang dominan bagi para musisi pada masanya. Musik pop yang seringkali diyakini sebagai Indonesian City Pop di masa sekarang ini ternyata sempat mengalami pasang surut, bro!

Musik yang menjamur di saat radio masih menjadi primadona dan kaset menjadi hal yang fenomenal, pop kreatif berhasil dinobatkan sebagai lagu yang membawa semangat modernisasi. Sampai sekarang dikenal dengan Indonesian City Pop – dan gimana perannya pada kehadiran #LaguBaruDariMasaLalu?

Dari pada penasaran, langsung aja simak ulasan MLDSPOT bersama Irama Nusantara di bawah ini!

Kaset, LCLR, dan Pop Kreatif

Pop Kreatif

Credit image – KiosBukas

Di pembahasan beberapa waktu lalu, Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) yang hadir di akhir tahun 70-an dimaknai sebagai era baru kelahiran musik pop di Indonesia. Siapa sangka – ternyata hal ini yang melahirkan musik pop kreatif di era 80 hingga 90-an!

Nggak cuma kekuatan dari radio dan LCLR, kehadiran pop kreatif di saat kaset menjadi hal yang fundamental untuk dimiliki para penikmat musik pun menjadi hal yang menarik. Pasalnya, perilisan dalam format kaset dijual dengan harga yang cukup terjangkau dan hal inilah yang membuat kehadiran musik ini menjadi primadona.

Kedua hal ini – yaitu radio dan kaset, emang nggak bisa terlepas dari penyebaran musik populer Indonesia di era 80 hingga 90-an, termasuk gaya musik pop kreatif di dalamnya. Keberadaan kedua hal ini menjadi krusial karena pop kreatif nggak hanya melahirkan musik, tapi juga peran besar dari musisi-musisinya.

Pasang Surutnya Pop Kreatif

Setelah mengetahui kedua hal yang membuat pop kreatif menjadi diminati, hal ini ini membuat para penikmat musik di era 80-an hingga 90-an merasa bahwa musisi kala itu sepakat untuk membuat karyanya dengan prinsip yang sama – yaitu lagu dengan irama fusion dengan sentuhan electronica dengan lirik yang membawa semangat para pendengarnya.

Setelah LCLR, pop kreatif semakin meluas dan diminati oleh para peminatnya. Seakan menjadi ajang pembuktian kebangkitan musik pop yang baru, para musisi seperti Chrisye dan Fariz RM berhasil menciptakan karya-karyanya – yang sampai sekarang pun karyanya masih bisa dinikmati.

Perputaran waktu dalam musik emang menjadi hal yang nggak pasti – hal ini juga terjadi pada pop kreatif. Setelah menuai masa keemasannya di era 80-90-an, ternyata musik pop kreatif terkalahkan dengan musik pop yang disebut dengan pop melayu.

Kehadiran pop melayu dengan lirik yang mendayu-dayu ini ternyata berhasil menjadi waktu di mana pop kreatif menjadi surut. Pada saat inilah pop kreatif menjadi hal yang dilupakan kehadirannya oleh para penikmat musik.

Pop Kreatif dalam Balutan Indonesian City Pop

Pop Kreatif

Credit image - Arsip Irama Nusantara

Setelah pop kreatif sempat meredup di awal dekade 2000-an, namun tanpa disangka-sangka – pop kreatif kembali hadir di tengah penikmat musik dengan nama yang lebih modern, yaitu Indonesian City Pop.

Dengan terbukanya akses informasi, para generasi muda akhirnya membangkitkan kembali Pop Kreatif sebagai gaya musik baru yang disebut dengan ‘Indonesian City Pop’.Istilah ini merujuk pada gaya musik City Pop yang berasal dari Jepang dan direlasikan oleh para generasi muda saat ini dengan referensi musik lokal yang serupa.

Di tahun 2010-an, kelahiran Indonesian City Pop ini dimaknai sebagai hal yang baru. Meskipun sebenarnya hanya menciptakan #LaguBaruDariMasaLalu, nama Indonesian City Pop berhasil membawa pop kreatif ke industri musik hingga sekarang ini.

Banyaknya playlist dan juga musisi dengan gaya musik City Pop ini menandakan bahwa lagu ini mendapat apresiasi yang besar dari para pendengar musik saat ini. Lagu-lagu seperti “Sesaat Kau Hadir” dari Utha Likumahuwa, “Kau” dari Chandra Darusman, dan “Dimabuk Asmara” oleh Cici Sumiati masih merajai anak tangga lagu Indonesia saat ini.

Kehadiran #LaguBaruDariMasaLalu yang membalutkan lagu pop kreatif ke dalam Indonesian City Pop ini menjadi fenomena yang unik dalam industri musik. Kalo lo sendiri, punya playlist andalan dengan lagu Indonesian City Pop belum, bro?

 

Feature image - Kaset Lalu

Referensi:

http://www.widiasmoro.com/2015/04/08/musik-pop-indonesia/

Alvin Yunata: Wajah Musik Pop, Dulu dan Hari Ini