Pandemi Tidak Hentikan Goodnight Electric Promosikan Album Baru - MLDSPOT
  • Music Profile
  • Pandemi Tidak Hentikan Goodnight Electric Promosikan Album Baru

Pandemi Tidak Hentikan Goodnight Electric Promosikan Album Baru

Wed, 23 September 2020
Begini caranya Goodnight Electric buat promosi album baru di tengah pandemi seperti ini

Selain media sosial, film, dan hobi-hobi lain, musik adalah satu bidang yang membantu lo ngelewatin pandemi ini nggak, sih, Bro? Dari cuma sekadar dengerin lagu pas lagi work from home, istirahat, atau mungkin karaoke-an sendiri di kamar, atau bahkan lo main alat musik atau nge-cover lagu-lagu favorit. Apapun itu bentuknya, musik terasa jadi bagian yang lebih vital lagi di hidup kita saat masa pandemi seperti sekarang.

Genre dan musisi pun juga banyak macamnya. Industri musik Indonesia yang memang lagi bergerak menuju ke puncaknya diisi sama musisi-musisi baru yang berbakat dan up and rising. Nggak ketinggalan, para pemain lama yang masih aktif dan berusaha untuk tetap relevan dengan mengeluarkan materi-materi baru, bahkan saat pandemi.

Misalnya, grup band synthpop yang sudah enggak asing lagi, Goodnight Electric. Henry ‘Batman Foundation memulai Goodnight Electric 16 tahun lalu ditandai dengan rilisnya album debut mereka Love and Turbo Action (2004). Awalnya Batman menggarap semuanya sendiri sejak akhir 2003. Ia mencetak 500 keping CD album perdananya yang dijual ke Parc dan toko buku Aksara.

“Awalnya bikin CD itu nggak ada niatan untuk manggung, nggak ada niatan untuk ada live performance,” Batman mengakui bahwa Goodnight Electric adalah passion project yang ia jalankan. Namun, semakin dikenal dan menerima respon positif, mulai banyak permintaan untuk tampil langsung di atas panggung.

Seiring meningkatnya popularitas Goodnight Electric, Batman mengajak dua rekannya Narapati ‘Oomleo’ Awangga dan Mateus ‘Bondi Goodboy’ Bondan untuk mengisi personel untuk format live performance. Bersama keduanya, Goodnight Electric merilis sebuah album lagi Electroduce Yourself (2007), mengisi soundtrack Janji Joni (2005), dan Jakarta Movement ‘05 (2005).

 

Tambah Tiga Personel Baru di 2020

Begini caranya Goodnight Electric buat promosi album baru di tengah pandemi seperti ini

Vakum selama empat tahun sejak 2012, pada 2016 Goodnight Electric memutuskan untuk kembali aktif berkarya. Hingga, empat tahun berikutnya di 2020 mereka tampil dengan format baru yakni menambah tiga personel baru sekaligus dalam pembuatan album terbarunya, Misteria (2020). Ketiganya adalah Andi Hans (gitar), Priscilla Jamail (vokal), dan Vincent Rompies (bass).

Ketiganya dihadirkan Batman, Bondi Goodboy, dan Oomleo untuk memberikan warna baru untuk musik Goodnight Electric. Di album inilah mereka pertama kali menulis lirik berbahasa Indonesia dan menggabungkan instrumen elektronik yang jadi signature mereka dengan instrumen yang lebih organik seperti gitar dan bass.

“Kita butuh hal yang baru agar album ini juga fresh. Selain menggunakan lirik Bahasa Indonesia, kita membutuhkan beberapa personel baru untuk mengerjakan ini.”  Penggarapan Misteria memakan waktu tiga bulan melalui workshop yang dijalankan keenam personel ini.

Maret 2020, Misteria siap dirilis dan Goodnight Electric udah punya rencana-rencana untuk bikin acara untuk rilis album terbaru mereka. Awal 2020 sudah disiapkan jadi periode yang sibuk untuk mereka semua. Namun, tiba-tiba pandemi ini datang dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diterapkan beberapa minggu sebelum perilisan.

Merespon ini, Misteria sudah mau diundur perilisannya sampai lebaran, tapi dengan ketidakpastian kapan pandemi ini selesai, Goodnight Electric memilih untuk tetap lanjut dan berharap yang terbaik dengan metode promosi baru yang mereka temukan.

 

Pendekatan Promosi Baru Menjawab Pandemi COVID-19

Begini caranya Goodnight Electric buat promosi album baru di tengah pandemi seperti ini

Solusi pertama yang dilakukan adalah melakukan semua promosi secara online. Berpusat di Instagram Goodnight Electric, mereka menyelenggarakan konferensi pers online, pemesanan CD dan merchandise Misteria bekerja sama dengan platform urun daya Kolase.com, membuat release party secara daring, dan merilis acoustic session melalui IGTV.

“Kalau enggak ada pandemi kita penginnya bikin showcase, abis showcase kita langsung jualan CD. Cuma karena kondisi enggak memungkinkan jadinya di era pandemi segala sesuatunya kita lakukan online,” tegas Batman.

Aktivasi daring yang dijalankan Goodnight Electric menarik perhatian penggemarnya lebih banyak dari biasanya. Momentum ini juga yang kemudian dimanfaatkan untuk tetap aktif selama pandemi. Memberikan hiburan untuk para followers dan penggemar dan menjaga relevansi Goodnight Electric selaam pandemi.

Mereka merilis berbagai konten yang sifatnya interaktif; misalnya membuat beberapa filter Instagram Story, masker digital, template interaktif yang bisa diisi melalui Instagram Story, trivia quiz, sampai merilis video klip yang dikerjakan dengan keterbatasan dan solusi praktis menjawab tantangan pandemi.

Dari konten-konten ini Goodnight Electric mengakui senang bisa lebih dekat lagi dengan fansnya. “Itu salah satu strategi kita, sih. Begitu mereka ada yang komentar kita bales juga. Kalau ada yang posting di story kita repost.”

Konten-konten ini dihasilkan dari para personel Goodnight Electric sendiri yang berkonsultasi dengan Believe Music. Bahkan, banyak dari konten-konten ini yang dikerjakan sendiri oleh Batman, Oomleo, dan Bondi Goodboy dibantu dengan tim desainer grafis mereka.

Pandemi ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir, tapi Goodnight Electric masih akan terus melanjutkan strategi ini dan masih punya rencana-rencana untuk materi-materi baru. Sambil disibukkan dengan konser musik dalam bentuk live streaming, Goodnight Electric sudah punya rencana-rencana paling tidak sampai 2021.

Cari tahu lebih banyak soal bagaimana Goodnight Electric menyesuaikan diri selama pandemi dan mempersiapkan diri dengan rencana-rencana baru. Lo bisa temuin ini dengan nonton MLDSPOT TV Season 6 #MauLagiDimanapun Episode 8. Jangan lupa, MLDSPOT TV season ini tampil dalam format baru yang disesuaikan dengan situasi pandemi dan PSBB.

Bareng MLDSPOT TV juga, Henry Foundation bakal ngajarin kalian ilmu-ilmu dasar soal alat musik synthesizer untuk bisa bikin musik elektronik ala Goodnight Electric. Menarik banget, dong? Jadi, jangan sampai kelewatan episode Goodnight Electric dalam bentuk baru hanya di YouTube Channel MLDSPOT TV. Remember always Get Yourself Inspired with MLDSPOT TV!

Indonesian City Pop dan Pasang Surutnya Pop Kreatif di Indonesia

Mon, 05 April 2021
Pop Kreatif

Ngomongin musik di Indonesia emang nggak ada matinya, terlebih kalo ngomongin tentang musik pop di Indonesia. Mulai dari kemunculannya hingga perkembangannya sampai sekarang – musik pop ini emang juaranya!

Salah satu era besar bagi musik pop adalah lahirnya musik Pop Kreatif – yaitu musik pop yang menjamur di era 80-an dan berhasil menjadi musik yang dominan bagi para musisi pada masanya. Musik pop yang seringkali diyakini sebagai Indonesian City Pop di masa sekarang ini ternyata sempat mengalami pasang surut, bro!

Musik yang menjamur di saat radio masih menjadi primadona dan kaset menjadi hal yang fenomenal, pop kreatif berhasil dinobatkan sebagai lagu yang membawa semangat modernisasi. Sampai sekarang dikenal dengan Indonesian City Pop – dan gimana perannya pada kehadiran #LaguBaruDariMasaLalu?

Dari pada penasaran, langsung aja simak ulasan MLDSPOT bersama Irama Nusantara di bawah ini!

Kaset, LCLR, dan Pop Kreatif

Pop Kreatif

Credit image – KiosBukas

Di pembahasan beberapa waktu lalu, Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) yang hadir di akhir tahun 70-an dimaknai sebagai era baru kelahiran musik pop di Indonesia. Siapa sangka – ternyata hal ini yang melahirkan musik pop kreatif di era 80 hingga 90-an!

Nggak cuma kekuatan dari radio dan LCLR, kehadiran pop kreatif di saat kaset menjadi hal yang fundamental untuk dimiliki para penikmat musik pun menjadi hal yang menarik. Pasalnya, perilisan dalam format kaset dijual dengan harga yang cukup terjangkau dan hal inilah yang membuat kehadiran musik ini menjadi primadona.

Kedua hal ini – yaitu radio dan kaset, emang nggak bisa terlepas dari penyebaran musik populer Indonesia di era 80 hingga 90-an, termasuk gaya musik pop kreatif di dalamnya. Keberadaan kedua hal ini menjadi krusial karena pop kreatif nggak hanya melahirkan musik, tapi juga peran besar dari musisi-musisinya.

Pasang Surutnya Pop Kreatif

Setelah mengetahui kedua hal yang membuat pop kreatif menjadi diminati, hal ini ini membuat para penikmat musik di era 80-an hingga 90-an merasa bahwa musisi kala itu sepakat untuk membuat karyanya dengan prinsip yang sama – yaitu lagu dengan irama fusion dengan sentuhan electronica dengan lirik yang membawa semangat para pendengarnya.

Setelah LCLR, pop kreatif semakin meluas dan diminati oleh para peminatnya. Seakan menjadi ajang pembuktian kebangkitan musik pop yang baru, para musisi seperti Chrisye dan Fariz RM berhasil menciptakan karya-karyanya – yang sampai sekarang pun karyanya masih bisa dinikmati.

Perputaran waktu dalam musik emang menjadi hal yang nggak pasti – hal ini juga terjadi pada pop kreatif. Setelah menuai masa keemasannya di era 80-90-an, ternyata musik pop kreatif terkalahkan dengan musik pop yang disebut dengan pop melayu.

Kehadiran pop melayu dengan lirik yang mendayu-dayu ini ternyata berhasil menjadi waktu di mana pop kreatif menjadi surut. Pada saat inilah pop kreatif menjadi hal yang dilupakan kehadirannya oleh para penikmat musik.

Pop Kreatif dalam Balutan Indonesian City Pop

Pop Kreatif

Credit image - Arsip Irama Nusantara

Setelah pop kreatif sempat meredup di awal dekade 2000-an, namun tanpa disangka-sangka – pop kreatif kembali hadir di tengah penikmat musik dengan nama yang lebih modern, yaitu Indonesian City Pop.

Dengan terbukanya akses informasi, para generasi muda akhirnya membangkitkan kembali Pop Kreatif sebagai gaya musik baru yang disebut dengan ‘Indonesian City Pop’.Istilah ini merujuk pada gaya musik City Pop yang berasal dari Jepang dan direlasikan oleh para generasi muda saat ini dengan referensi musik lokal yang serupa.

Di tahun 2010-an, kelahiran Indonesian City Pop ini dimaknai sebagai hal yang baru. Meskipun sebenarnya hanya menciptakan #LaguBaruDariMasaLalu, nama Indonesian City Pop berhasil membawa pop kreatif ke industri musik hingga sekarang ini.

Banyaknya playlist dan juga musisi dengan gaya musik City Pop ini menandakan bahwa lagu ini mendapat apresiasi yang besar dari para pendengar musik saat ini. Lagu-lagu seperti “Sesaat Kau Hadir” dari Utha Likumahuwa, “Kau” dari Chandra Darusman, dan “Dimabuk Asmara” oleh Cici Sumiati masih merajai anak tangga lagu Indonesia saat ini.

Kehadiran #LaguBaruDariMasaLalu yang membalutkan lagu pop kreatif ke dalam Indonesian City Pop ini menjadi fenomena yang unik dalam industri musik. Kalo lo sendiri, punya playlist andalan dengan lagu Indonesian City Pop belum, bro?

 

Feature image - Kaset Lalu

Referensi:

http://www.widiasmoro.com/2015/04/08/musik-pop-indonesia/

Alvin Yunata: Wajah Musik Pop, Dulu dan Hari Ini