Rendy Pandugo Ngajak Reunian di Lagu See You Someday - MLDSPOT
  • Music News
  • Rendy Pandugo Ngajak Reunian di Lagu See You Someday

Rendy Pandugo Ngajak Reunian di Lagu See You Someday

Thu, 04 February 2021
Rendy Pandugo mengajak para penggemar untuk bertemu lagi di lagu See You Someday.

Siapa yang ngga tau Rendy Pandugo? Penyanyi dengan suara emas ini diberitakan – kembali merilis sebuah mini album (EP) terbaru bertajuk “See You Someday” pada tanggal 29 Januari 2021. Karyanya diproduksi di bawah naungan label Wonderland Records atau Universal Music Indonesia ini berisikan enam lagu - termasuk dua single sebelumya, “Home” dan “Mr. Sun”.

Penasaran ada makna apa dibalik album mini Rendy Pandugo kali ini? Yuk kita kulik tuntas bro!

Melepas Rasa Rindu Ala Rendy Pandugo

Judul lagunya sendiri terinspirasi dari kebiasaan Rendy yang selalu mengucapkan “See You Someday” pada setiap akhir pertunjukannya. Kemudian, seorang teman dekatnya memberikan ide untuk membuatnya menjadi sebuah judul lagu, dan pada akhirnya Rendy merasa nama tersebut memang cocok untuk dijadikan judul dari mini albumnya.

Lagu yang berjudul “See You Someday" diciptakan sebagai bentuk ekspresi Rendy yang rindu manggung secara langsung di depan para penggemar. Karena belum bisa dilakukan selama masa new normal, album mini menjadi kesempatan untuk tetap terhubung dan hadir untuk mereka.

Nama-nama yang terlibat dalam produksi album ini yaitu sahabat-sahabat Rendy seperti Teddy Adhitya, Petra Sihombing dan Enrico Octaviano. Ia mengaku sangat menikmati proses penggarapannya dan mempelajari banyak hal baru.

Rendy Pandugo mengajak para penggemar untuk bertemu lagi di lagu See You Someday.

Credit image - Fimela

Berdasarkan Kisah Nyata

Rendy Pandugo menciptakan lagu-lagunya berdasarkan kisah nyata, yang mana sebelumnya lebih banyak ia membuat lagu dari cerita-cerita fiksi. Dengan perbedaan tersebut, penyanyi asal Medan ini ingin menyampaikan pesan lewat karya karena dianggap akan terasa lebih jujur.

Sementara itu, lagu dalam EP antara lain "Far", "Home", "Secret", "B.Y.L", "Mr Sun", dan "See You Someday". Semua digarap sendiri oleh Rendy dengan sentuhan musik modern dan kompleks. Ada berbagai macam sound akustik, alternative pop, dan emotional ballad.

Tembang "Far" dikerjakan bersama Teddy Adhitya dan menjadi fokus single dari mini album ini, menceritakan sebuah hubungan terlarang yang nggak seharusnya ada. Namun, romansa antara kedua insan yang kuat membuat hubungan itu terus berlanjut.

"Secret" juga merupakan lagu yang berdasarkan kisah nyata dari seorang teman baik Rendy, Oslo Ibrahim. Tembang itu seolah ingin menyampaikan pesan kepada seseorang apa rahasia agar bisa move on dan melanjutkan hidup untuk dapat berpindah ke lain hati.

"B.Y.L" yang merupakan akronim dari before you left ditulis berdasarkan kisah nyata dialami teman Rendy. Liriknya pun berkisah tentang seseorang yang ditinggalkan oleh pasangan dan anaknya tanpa alasan yang jelas. Akan tetapi, orang itu tetap setia menunggu.

Dan terakhir "Home" sangat personal bagi Rendy, karena menceritakan rasa rindunya untuk pulang, dan bercengkrama dengan istri, serta anaknya di sela kesibukan pekerjaan. Sementara, "Mr Sun" jadi lagu penghormatan untuk matahari yang berjasa bagi manusia.

Rendy Pandugo mengajak para penggemar untuk bertemu lagi di lagu See You Someday.

Credit image – Pop Hari Ini

Berencana Akan Menggarap Lagu Berikutnya

Selain mini album terbaru, tahun 2021 Rendy Pandugo juga mempersiapkan materi baru lagi. “Insya Allah kalau lancar semuanya, gue akan ada full album di tahun ini, dan ada beberapa single yang nanti akan gue keluarkan sebelum full album– nya,” tambah Rendy dalam sesi wawancara virtual bersama Pop hari Ini (28/1). 

“Gue pengen tau, kenapa nggak langsung full album tuh karena kita (Rendy dan label barunya) pengen tau siapa aja yang dengerin gue sekarang-sekarang ini, kayak apa karakter orang-orang yang masih mendengarkan gue, dan se- excited apa. Rasanya kalau misalnya full album langsung, jeder gitu tuh terlalu ambisius menurut kita gitu,” ujar Rendy.

Semua proses penggarapan materi dilakukan di tahun 2020 kecuali satu lagu “Home” yang ditulis di tahun 2018. Lagu ini awalnya dibuat dalam versi piano yang kemudian diubah menjadi ajang unjuk skill. “Sebagai perkenalan lagi gue seorang gitaris yang mencoba bernyanyi,” jelas Rendy.

Kalo lo sendiri udah dengerin belum, bro single terbaru dari Rendy Pandugo?

 

Feature image – IDN Times

Kupas Tuntas Sejarah Gitar dan Perkembangnya

Tue, 13 April 2021
sejarah gitar

Buat lo penggemar musik akustik pasti udah akrab dengan alat musik yang satu ini, gitar. Gitar memang menyimpan ciri khasnya tersendiri ya, bro. Dengan rangkaian senar yang tepat, bisa menghasilkan irama harmonis dan bernada merdu. Para musisi juga mengakui kalo gitar adalah salah satu instrumen yang nggak bisa dihilangkan saat tengah bermain musik.

Alat musik petik ini memang banyak digemari karena gampang dimainkan, namun masih banyak yang belum tau asal usul gitar. Pasalnya, alat musik ini menyimpan sejarah berliku dan mengalami perubahan dari tiap zaman. Biar makin tau sejarah gitar dan perkembangannya, baca tuntas artikel ini ya, bro.

Sejarah Alat Musik Gitar

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Sebenarnya asal usul alat musik petik ini masih menjadi bahan perdebatan bagi sejumlah pengamat musik. Banyak yang meyakini gitar berasal dari negara Spanyol pada abad ke-16 dari guitarra latina, alat musik abad pertengahan dengan desain berlekuk, serta dilengkapi empat senar berpasangan yang bisa menghasilkan bunyi berbeda-beda.

Pada masa itu, gitar hanya memiliki nada dasar, yaitu C – F – A – D’, penyeteman dari empat bagian tengah lute dan vihuela. Gitar abad ke-16 juga memiliki ukuran relatif lebih kecil, serta lubang suara yang belum melebar seperti gitar masa kini.

Selain itu, terdapat empat rangkaian senar yang membentang dari pegbox mirip biola ke jembatan tegangan yang direkatkan ke papan suara, atau belly penopang tarikan langsung dari senar. Di bagian perut gitar terdapat lubang suara melingkar, yang biasanya dihiasi dengan ukiran kayu mawar.

Proses Reinkarnasi yang Panjang

Seiring perkembangan zaman, gitar mengalami banyak perubahan pada instrumennya. Senar kelima ditambahkan sebelum tahun 1600, lalu pada akhir abad ke-18, berjumlah enam senar dengan sistem penyeteman yang masih sangat standar. Dari sinilah, lo bisa mengenal beberapa kunci nada seperti E – A – D – G – B – E’.

Sementara di abad ke-19, sekrup logam diganti dengan pasak penyetelan. Fret awal yang diikat diganti dengan fret gading atau logam bawaan pada abad ke-18. Fingerboard gitar juga dinaikkan sedikit di atas tingkat perut dan dibuat melebar hingga ke tepi lubang suara. Bagian tubuh gitar pun dibuat lebih luas dan lebih dangkal dengan papan suara yang sangat tipis, sehingga menghasilkan peningkatan sonoritas.

Secara internal, batang melintang yang memperkuat papan suara diganti dengan batang radial yang menyebar di bawah lubang suara. Pada bagian leher gitar yang sebelumnya dipasang pada balok kayu, dibentuk menjadi menyerupai penahan atau sepatu yang menonjol ke dalam tubuh, dan direkatkan ke belakang fungsinya untuk memberikan stabilitas terhadap tarikan senar.

Inovasi Besar pada Abad 19

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Selama abad ke-17, keberadaan gitar semakin dikenal karena popularitas lute dan vihuela menurun. Pada saat itu juga ada beberapa gitaris virtuoso menjadi terkenal di Eropa, diantaranya; Gaspar Sanz (1674-an), Robert de Visée (1650–1725), Fernando Sor (1778–1839), dan Joseph Kaspar Mertz (1806–56).

Namun akhir abad ke-19 popularitas gitar justru menyusut, tapi untungnya ada perubahan besar melalui tangan Antonio Torres, ia berhasil membuat perkembangan gitar semakin pesat. Instrumen yang dihasilkan adalah gitar klasik, dirangkai dengan tiga gut dan tiga senar sutra yang dipintal logam.

Buat lo yang belum tau, sebagian inovasi gitar pada abad ke-19 merupakan hasil karya Torres, bro. Ia menggunakan bahan nylon atau plastik untuk menghasilkan suara lebih nyaring dan merdu. Jenis gitar yang dihasilkan yaitu gitar 12-senar atau double-course, jaranan Meksiko dan charango Amerika Selatan, keduanya gitar kecil dengan five-course. Seiring berkembangnya zaman, alat musik gitar juga semakin beragam, mulai dari ukulele, gitar akustik, gitar listrik, sampai bass. Perubahan besar dimulai dari sini, bro!

Perkembangan Gitar di Indonesia

Pasti lo juga penasaran bagaimana alat musik gitar masuk ke Indonesia kan, bro? Untuk pertama kalinya masyarakat Indonesia mengenal gitar dari orang-orang Portugis yang saat itu menjadi tawanan kolonial Belanda. Biar nggak bosan di dalam tahanan, mereka berbicara dengan musik dan alat musik yang digunakan adalah gitar.

Sejak saat itu, perkembangan gitar di Indonesia semakin popular dan mulai dimainkan bersama dengan kesenian tradisional lainnya, termasuk musik keroncong. Setelah kemerdekaan, muncul beberapa gitaris tanah air seperti Linda Sukamta dan Andre Irawan, mereka berhasil memenangkan The First South East Asian Guitar Festival pada tahun 1977 dan 1978.

Meski kolonialisme meninggalkan rasa sakit, tapi melahirkan sebuah karya seni. Well, sebelum menjadi alat musik popular dan berpengaruh di dunia musik, gitar harus melalui perjalanan yang cukup panjang dan rumit ya, bro. Nah, sekarang lo udah tau kan bagaimana asal usul sejarah gitar?

 

Featured image - unsplash