Rayakan 18 Tahun Berkarya, Maliq & D'Essentials Rilis 'Raya' - MLDSPOT
  • Music News
  • Rayakan 18 Tahun Berkarya, Maliq & D'Essentials Rilis 'Raya'

Rayakan 18 Tahun Berkarya, Maliq & D'Essentials Rilis 'Raya'

Wed, 17 February 2021
Maliq & D'Essentials

Nggak ada habis-habisnya nih para musisi Indonesia meramaikan industri musik Indonesia – pasti ada aja musisi yang merilis karya barunya. Terhitung di bulan ini, sepertinya udah lebih dari 5 musisi yang udah ngeluarin karya barunya.

Sebagai salah satu output musisi buat menghibur para penggemarnya saat ini, kayaknya merilis lagu dan album jadi andalan bagi para musisi untuk terus berkarya – mengingat nggak bisa ketemu dengan penggemar untuk manggung.

Di bulan kedua 2021 ini, salah satu grup musik jazz yang melegenda – yaitu Maliq & D’Essentials merilis album “RAYA”  sebagai rangkaian terakhir dari mini album yang dirilis sejak 2020 lalu nih. Diambil dari kata merayakan, sebenarnya apa yang mau dirayakan sama Maliq & D’Essentials ya, bro?

Biar nggak penasaran, langsung aja cek selengkapnya di bawah ini ya!

Album Perayaan 18 Tahun

Maliq & D'Essentials

Credit image – Twitter Maliq & D’Essentials

Seperti yang sudah disebutkan di atas, album RAYA ini diambil dari kata merayakan – pasalnya, memang album ini dibuat sebagai album perayaan Maliq & D’Essentials setelah 18 tahun berada dalam industri musik Indonesia. Udah lama banget ya, bro?

Rangkaian album Raya ini terdiri dari 6 lagu yang sudah bisa lo nikmatin di seluruh platform musik digital kesayangan lo. 6 lagu yang tergabung dalam album ini juga sebelumnya sudah dirilis oleh Maliq & D’Essentials pada RAYA bagian I dan II tahun lalu.

Rangkaian Penutup Mini Album

Sebelum merilis RAYA, Maliq & D’Essentials udah ngerilis duluan RAYA Part I dan Part II nya di 2020 lalu. Rangkaian pertama dari mini album ini diisi dengan dua single berjudul “bertemu” dan “memori” yang udah dirilis pada bulan Agustus lalu.

Untuk rangkaian keduanya dirilis Oktober denga dua single lagi berjudul “Bilang” dan “Good Lovin”. Dengan tambahan 2 single, di full album RAYA ini Maliq & D’Essentials merilis “Semoga” dan “Sesuatunya” – dengan total 6 tracks, album RAYA ini lengkap banget buat jadi sebuah album perayaan!

Kembalinya Sang Vokalis

Maliq & D'Essentials

Credit image - Ultimagz

6 bulan lalu, Maliq & D’Essentials harus mengabarkan kabar duka dari sang vokalisnya – yaitu Indah Wisnuwardhana yang mengidap penyakit varises pita suara dan mengharuskan Indah untuk istirahat total.

Akibat sakitnya itu, Indah terpaksa harus hiatus untuk manggung dan nggak banyak berkontribusi pada panggung yang diadakan oleh Maliq & D’Essentials. Pastinya hal ini bikin para penggemar menunggu kembalinya Indah untuk bergambung kembali dalam panggung grup musik ini.

Album RAYA menjadi titik balik bagi Indah, dimana ia sudah kembali pulih dan ikut kembali dalam formasi Maliq & D’Essentials. Dengan bergabung kembalinya Indah, kini Maliq & D’Essentials sudah kembali ke dalam formasi awal dari mereka berdiri dulu.

Drummer-nya Ikut Nyanyi (lagi)

Maliq & D'Essentials

Credit image – Medcom

Nggak banyak grup musik atau grup band yang bisa mengajak anggota lain – selain vokalis, untuk ikut bernyanyi dalam lagunya. Namun, hal itu nggak berlaku di Maliq & D’Essentials sendiri.

Salah satu lagu Maliq & D’Essentials yang nggak habis dimakan zaman adalah Untitled – pasti lo juga masih suka dengerin lagu ini kan, bro? Tapi apakah lo tau, dalam lagu ini juga ada peran sang drummer – aka adik dari sang vokalis, Angga, yang juga ikut mengisi vokalnya!

Widi Puradiredja, sang drummer – kembali mengeluarkan suara emasnya di album RAYA ini setelah terakhir bernyanyi di lagu Untitled pada 2005 lalu. Wah, 16 tahun berlalu kira-kira masih sama nggak ya suara Widi yang dulu dan sekarang?

Grup musik legendaris yang terkenal sama genre jazz-nya ini emang nggak diragukan lagi eksistensinya. Lagu-lagunya yang dulu lo dengerin pas jaman sekolah dulu pasti masih relate juga sampai sekarang.

Setelah 18 tahun berkarya, Maliq & D’Essentials masih nggak berubah ya, bro? Well, Congratulation buat Maliq & D’Essentials yang sudah berhasil memajukan industri musik Indonesia sampai sejauh ini!

 

Feature image – Official Maliq & D’Essentials

Kupas Tuntas Sejarah Gitar dan Perkembangnya

Tue, 13 April 2021
sejarah gitar

Buat lo penggemar musik akustik pasti udah akrab dengan alat musik yang satu ini, gitar. Gitar memang menyimpan ciri khasnya tersendiri ya, bro. Dengan rangkaian senar yang tepat, bisa menghasilkan irama harmonis dan bernada merdu. Para musisi juga mengakui kalo gitar adalah salah satu instrumen yang nggak bisa dihilangkan saat tengah bermain musik.

Alat musik petik ini memang banyak digemari karena gampang dimainkan, namun masih banyak yang belum tau asal usul gitar. Pasalnya, alat musik ini menyimpan sejarah berliku dan mengalami perubahan dari tiap zaman. Biar makin tau sejarah gitar dan perkembangannya, baca tuntas artikel ini ya, bro.

Sejarah Alat Musik Gitar

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Sebenarnya asal usul alat musik petik ini masih menjadi bahan perdebatan bagi sejumlah pengamat musik. Banyak yang meyakini gitar berasal dari negara Spanyol pada abad ke-16 dari guitarra latina, alat musik abad pertengahan dengan desain berlekuk, serta dilengkapi empat senar berpasangan yang bisa menghasilkan bunyi berbeda-beda.

Pada masa itu, gitar hanya memiliki nada dasar, yaitu C – F – A – D’, penyeteman dari empat bagian tengah lute dan vihuela. Gitar abad ke-16 juga memiliki ukuran relatif lebih kecil, serta lubang suara yang belum melebar seperti gitar masa kini.

Selain itu, terdapat empat rangkaian senar yang membentang dari pegbox mirip biola ke jembatan tegangan yang direkatkan ke papan suara, atau belly penopang tarikan langsung dari senar. Di bagian perut gitar terdapat lubang suara melingkar, yang biasanya dihiasi dengan ukiran kayu mawar.

Proses Reinkarnasi yang Panjang

Seiring perkembangan zaman, gitar mengalami banyak perubahan pada instrumennya. Senar kelima ditambahkan sebelum tahun 1600, lalu pada akhir abad ke-18, berjumlah enam senar dengan sistem penyeteman yang masih sangat standar. Dari sinilah, lo bisa mengenal beberapa kunci nada seperti E – A – D – G – B – E’.

Sementara di abad ke-19, sekrup logam diganti dengan pasak penyetelan. Fret awal yang diikat diganti dengan fret gading atau logam bawaan pada abad ke-18. Fingerboard gitar juga dinaikkan sedikit di atas tingkat perut dan dibuat melebar hingga ke tepi lubang suara. Bagian tubuh gitar pun dibuat lebih luas dan lebih dangkal dengan papan suara yang sangat tipis, sehingga menghasilkan peningkatan sonoritas.

Secara internal, batang melintang yang memperkuat papan suara diganti dengan batang radial yang menyebar di bawah lubang suara. Pada bagian leher gitar yang sebelumnya dipasang pada balok kayu, dibentuk menjadi menyerupai penahan atau sepatu yang menonjol ke dalam tubuh, dan direkatkan ke belakang fungsinya untuk memberikan stabilitas terhadap tarikan senar.

Inovasi Besar pada Abad 19

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Selama abad ke-17, keberadaan gitar semakin dikenal karena popularitas lute dan vihuela menurun. Pada saat itu juga ada beberapa gitaris virtuoso menjadi terkenal di Eropa, diantaranya; Gaspar Sanz (1674-an), Robert de Visée (1650–1725), Fernando Sor (1778–1839), dan Joseph Kaspar Mertz (1806–56).

Namun akhir abad ke-19 popularitas gitar justru menyusut, tapi untungnya ada perubahan besar melalui tangan Antonio Torres, ia berhasil membuat perkembangan gitar semakin pesat. Instrumen yang dihasilkan adalah gitar klasik, dirangkai dengan tiga gut dan tiga senar sutra yang dipintal logam.

Buat lo yang belum tau, sebagian inovasi gitar pada abad ke-19 merupakan hasil karya Torres, bro. Ia menggunakan bahan nylon atau plastik untuk menghasilkan suara lebih nyaring dan merdu. Jenis gitar yang dihasilkan yaitu gitar 12-senar atau double-course, jaranan Meksiko dan charango Amerika Selatan, keduanya gitar kecil dengan five-course. Seiring berkembangnya zaman, alat musik gitar juga semakin beragam, mulai dari ukulele, gitar akustik, gitar listrik, sampai bass. Perubahan besar dimulai dari sini, bro!

Perkembangan Gitar di Indonesia

Pasti lo juga penasaran bagaimana alat musik gitar masuk ke Indonesia kan, bro? Untuk pertama kalinya masyarakat Indonesia mengenal gitar dari orang-orang Portugis yang saat itu menjadi tawanan kolonial Belanda. Biar nggak bosan di dalam tahanan, mereka berbicara dengan musik dan alat musik yang digunakan adalah gitar.

Sejak saat itu, perkembangan gitar di Indonesia semakin popular dan mulai dimainkan bersama dengan kesenian tradisional lainnya, termasuk musik keroncong. Setelah kemerdekaan, muncul beberapa gitaris tanah air seperti Linda Sukamta dan Andre Irawan, mereka berhasil memenangkan The First South East Asian Guitar Festival pada tahun 1977 dan 1978.

Meski kolonialisme meninggalkan rasa sakit, tapi melahirkan sebuah karya seni. Well, sebelum menjadi alat musik popular dan berpengaruh di dunia musik, gitar harus melalui perjalanan yang cukup panjang dan rumit ya, bro. Nah, sekarang lo udah tau kan bagaimana asal usul sejarah gitar?

 

Featured image - unsplash