• Music News
  • Gratis, Ini 5 Situs Musik untuk Soundtrack Video

Gratis, Ini 5 Situs Musik untuk Soundtrack Video

Tue, 07 July 2020
Seseorang sedang mengedit video di laptop

Karena musik sangat berpengaruh dalam membangun mood di sebuah video, maka penting buat lo untuk memilih latar musik yang bagus. Apalagi sekarang banyak situs musik soundtrack dengan gratis biaya royalti, jadi lo nggak perlu membayar ijin penggunaan musiknya, membayar setiap video lo ditonton orang lain, atau setiap kali lo dapat keuntungan dari pemakaian soundtrack tersebut. Ini dia 5 situs musik untuk soundtrack video lo!

 

Music Vine

Tampilan situs Music Vine dengan sentuhan warna-warna pastel

Music Vine memiliki 160 musisi independen yang sudah menghasilkan lebih dari 2.500 background lagu yang lo bisa pakai. Ada macam-macam genre, mood, beat, pilihan jenis vocal, sampai panjang durasi yang bisa lo sesuaikan dengan kebutuhan lo.

Di dalam situs ini juga ada semacam playlist yang dibuat berdasarkan tema, genre, dan situasi tertentu. Di sini lo bisa banyak eksplorasi musik deh, Bro!

 

Filmstro

Tampilan situs Filmstro yang dinamis dengan tema warna kontras

Filmstro memiliki menu pencarian lagu dengan kategori yang lebih spesifik, mulai dari momentum dan ketukannya, depth dari instrumen-instrumen yang digunakan, hingga seberapa kuat energi dari background lagu yang lo butuhkan.

Selain itu, terdapat 65 kategori umum yang juga bisa lo eksplor. Basis kategori mulai dari mood, genre film tertentu, genre musik, serta kategori berdasarkan kelompok instrumen. Jadi ada banyak pilihan buat lo di sini.

 

Artlist

Tampilan situs Artlist dengan tone dark

Kalau lo anak indie, Artlist bisa jadi pilihan lo karena Artlist memang berkolaborasi langsung dengan beberapa musisi indie. Selain itu, beberapa musik yang bakal lo temukan disini akan terdengar nggak asing karena telah banyak dipakai oleh brand besar untuk garapan video mereka, beberapa di antaranya adalah National Geographic, Toyota, sampai Microsoft.

Ada berbagai jenis lagu dengan berbagai tema di sini. Artlist juga membuat beberapa playlist musik dari koleksi beberapa musisi terlaris mereka di situs itu.

 

Epidemic Sound

Tampilan situs Epidemic Sound yang dinamis dan terlihat seperti galeri

Epidemic Sound nggak hanya menampilkan track musik mereka di website-nya saja, tetapi juga di laman resmi social media mereka. Mulai dari video-video garapan mereka di Facebook sampai video mereka di YouTube ada di sana.

Epidemic Sound memiliki lebih dari 725 album musik yang bebas royalti. Kategori musiknya pun beragam. Lo bisa temukan kategori musik yang bertema Corporate sampai kategori musik latar bertema special occasion seperti kategori First Snow.

 

Soundstripe

Tampilan situs Soundstripe denga sentuhan elektro

Soundstripe berkolaborasi dengan lebih dari 80 musisi dan menyajikan musik dengan genre, tempo, instrumen, kunci nada, jenis vokal, hingga ketukan yang beragam. Ada lebih dari 50 playlist di sini yang juga bisa lo andalkan untuk mencari inspirasi soundtrack lagu. Selain itu, Soundstripe juga menyediakan 29 kategori efek suara yang mungkin lo perlukan selama video editing.

Experience yang ditawarkan Soundstripe sedikit terasa seperti Spotify. Lo bisa membuat akun sendiri, mengikuti musisi favorit lo di sana, memainkan dan membuat playlist sendiri di sana.

 

 

 

Sources: Hubspot, Wyzowl, Vidooly

 

The Chainsmokers Tuai Kontroversi Usai Gelar Konser Drive-In

Fri, 07 August 2020
Duo DJ The Chainsmokers mengenakan kemeja hitam dan putih di atas panggung sambil memegang piala

Pandemi COVID-19 yang masih belum berujung ini tampaknya mulai membuat banyak orang merasa bosan. Wajar saja, berbagai industri hiburan dunia mengalami hiatus sementara, mulai dari perfilman hingga musik. Itu sebabnya tercipta ide untuk menggelar konser drive-in yang menjanjikan pengalaman konser yang nggak kalah seru.

Walaupun sudah ada di era new normal, namun lo tetap saja harus mematuhi aturan social distancing #MauLagiDimanapun. Itu sebabnya konser drive-in cocok karena para peserta konser bisa duduk nyaman dan jauh dari peserta konser lainnya. Konsep drive-in ini juga dianut dalam konser The Chainsmoker. Namun sayangnya, konser ini malah menuai kontroversi.

 

Sebuah Konser Amal di Hamptons

The Chainsmokers di atas panggung sambil memegang mikrofon

Konser yang digelar oleh sebuah agensi travel dan lifestyleIn The Know Experiences” mengundang duo DJ ternama, yaitu The Chainsmokers dan DJ D-Sol. Sebanyak 2.000 orang memadati sebuah lapangan di kawasan elit Hamptons, beberapa di antaranya ada Cuba Gooding Jr., Connor Kennedy, Tyler dan Cameron Winklevoss.

Satu tiket masuk dibanderol dengan harga yang fantastis, berkisar mulai dari USD1,250 sampai USD25,000. Seluruh profit dari konser ini diamalkan ke badan No Kid Hungry, Southampton Fresh Air Home, dan Children’s Medical Fund New York. Kabarnya, The Chainsmokers juga akan menggelar konser dengan konsep drive-in di Miami, Los Angeles, Nashville, Chicago, dan Atlanta.

 

Sudah Menjalankan Prosedur Kesehatan

Penampilan drive-in concert dengan panggung megah dan rentetan mobil yang terparkir rapi

Potongan video para penonton konser ini mulai viral di Twitter dan akhirnya malah menimbulkan kontroversi. Menanggapi kritikan pedas netizen, penyelenggara konser akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan protokol kesehatan apa saja yang dilakukan untuk menjamin konser drive-in ini aman bagi masyarakat.

Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa suhu setiap peserta dicek sebelum memasuki konser, kemudian masing-masing diberikan masker sebelum diperbolehkan untuk memarkir mobil di depan panggung konser. Para peserta juga nggak diperbolehkan untuk meninggalkan spot berukuran 20 x 20 inci tersebut.

Berdasarkan video yang beredar, sayangnya ada beberapa kontradiksi dari pernyataan tersebut. Sebagian besar peserta terlihat seru menari tanpa mematuhi physical distancing, beberapa bahkan nggak memakai masker. Konser drive-in yang seharusnya dinikmati dari dalam mobil malah justru menyerupai konser pada umumnya sebelum pandemi.

 

Dikecam Publik dan Pemerintah

Andrew Cuomo Gubernur New York mengenakan jas hitam, tampak bendera Amerika Serikat

Walaupun digadang sebagai konser amal, konser drive-in yang dibintangi The Chainsmokers ini dikecam publik, khususnya para pengguna Twitter. Nggak sedikit dari mereka yang mengkritik sikap acuh tak acuh dari para peserta konser yang pastinya berasal dari kalangan menengah ke atas. Netizen juga menyayangkan keputusan peserta konser untuk mengabaikan kesehatan hanya demi menonton The Chainsmokers.

Nggak hanya mengambil perhatian publik, berita ini juga sampai ke kuping Gubernur New York, Andrew Cuomo. Saat ini, konser drive-in tersebut sedang dalam tahap penyelidikan karena Cuomo bersikeras bahwa konser tersebut ilegal dan tidak mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah.

 

 

 

Sources: GQ, Vulture, Variety.