Erwin Gutawa Rilis Symphonesia: Albumnya di Bikin di Abbey Road Studio! - MLDSPOT
  • Music News
  • Erwin Gutawa Rilis Symphonesia: Albumnya di Bikin di Abbey Road Studio!

Erwin Gutawa Rilis Symphonesia: Albumnya di Bikin di Abbey Road Studio!

Wed, 17 March 2021
Symphonesia

Tahun ini emang banyak banget musisi yang mencoba bikin karya baru dan merilis album barunya. Selain untuk menghibur para penikmat musik dan penggemarnya, hal ini juga dilakukan para musisi agar terus produktif di era new normal ini.

Kali ini, giliran musisi Erwin Gutawa nih yang meluncurkan album barunya. Album yang dirilis berterapatan dengan hari musik nasional – yaitu tanggal 9 Maret lalu ini disambut hangat oleh para penikmat musik tanah air.

Dengan judul ‘SYMPHONESIA’, Erwin Gutawa membawa konsep remake dengan format instrumental dan orkestra simfonik. Berisi total delapan lagu, berisi apa aja ya album SYMPHONESIA ini? Langsung aja simak ulasan selengkapnya berikut ini!

Album yang Berisikan Delapan Lagu

Symphonesia
Credit image – Youtube, Visualizer Lagu Memori oleh Erwin Gutawa

Album dengan konsep instrumental dengan iringan musik orkestra simfonik ini dibuat oleh Erwin Gutawa dengan delapan lagu di dalamnya. Lagu-lagu yang dipilihnya ini cukup beragam – mulai dari pop, dangdut, hingga lagu ballad.

Lagu yang sudah pernah eksis beberapa tahun ke belakang dan di remake versi orkestra oleh Erwin Gutawa ini antara lain:“Memori” (Ruth Sahanaya), “Bukan Cinta Biasa” (Afgan), “Alamat Palsu” (Ayu Ting Ting), “Pelangi di Matamu” (Jamrud), “Firasat” (Marcell), “Di Dadaku Ada Kamu” (Vina Panduwinata), “Kala Sang Surya Tenggelam” (Chrisye), dan “Menghitung Hari” (Krisdayanti).

Alasan Erwin Gutawa Memilih Lagu Tersebut

Symphonesia

Credit image - Mousaik

Lagu dengan berbagai genre yang dipilih Erwin Gutawa ini pastinya membuat banyak orang bertanya-tanya; kenapa lagu-lagu tersebut yang dipilih ya?

Tenang, MLDSPOT punya jawabannya!

Melalui perilisan persnya, Erwin Gutawa mengatakan bahwa lagu-lagu tersebut dipilih karena melodi asli dari lagunya udah bagus banget dan nggak asing lagi untuk didengar oleh masyarakat Indonesia. Lagu yang mayoritas udah dirilis bertahun-tahun ke belakang ini ternyata udah punya tempat masing-masing di hati masyarakat Indonesia – tanpa terpaku pada satu genre aja.

“Melodi merupakan suatu unsur penting dalam sebuah karya instrumentalia, maka dari itu harus dapat bercerita karena tidak ada lirik yang terkandung dalam lagunya”, ujar Erwin Gutawa melalui rilisan persnya.

Dibantu Oleh Sang Putri, Gita Gutawa

Symphonesia

Credit image – Fimela

Ketika lo masih duduk di bangku sekolah, pasti pernah denger nama Gita Gutawa dong? Lagunya yang sempat mengisi tangga lagu Indonesia pada era 2010-an ini ternyata ikut membantu proses pembuatan album SYMPHONESIA ini, bro!

Pada album ini, Gita Gutawa ikut membantu sang ayah di bangku produser. Nggak cuma sang putri, album ini juga dibantu oleh 60 musisi orkestra di Vienna, Austria yang juga tergabung sebagai Synchron Stage Orchestra. Kolaborasi besar dari album instrumental dan orkestra ini emang nggak main-main, pantes aja hasil albumnya keren banget ya!

Proses Pembuatan Dilakukan di Negara Terpisah

Di atas udah dibahas kalo album ini juga berkolaborasi dengan 60 musisi orkestra dari Vienna, Austria. Nggak cuma itu, ternyata proses pembuatan album ini juga dilakukan di berbagai negara!

Proses mixing dan mastering dilakukan di negara terpisah, bagaimana mixing dilakukan oleh Eko Sulistyo di Jakarta dan mastering oleh Simon Gibson di Abbey Road Studio, London. Siapa yang nggak tau Abbey Road Studio? Yup, studio yang identik dengan rekaman studio The Beatles ini ikut membantu proses pembuatan album ini, bro!

Nggak cuma itu, Erwin juga dibantu oleh Johannes Vogel – yaitu konduktor dari Synchron Stage Orchestra dan Dimitrie J. Leivici dan Marina Dimitrova – yaitu concertmaster yang pernah terlibat dalam produksi dari film-film Hollywood.

Wah, album ini emang diproduksi sama Erwin Gutawa dengan effort yang ekstra ya, bro. Untuk album SYMPHONESIA ini bisa lo nikmati di berbagai platform musik digital kesayangan dan juga ada beberapa visualizer dari lagu ini yang diunggah oleh Erwin Gutawa di kanal resmi Youtube-nya. Selamat menikmati!

 

Feature image - Medcom

Kupas Tuntas Sejarah Gitar dan Perkembangnya

Tue, 13 April 2021
sejarah gitar

Buat lo penggemar musik akustik pasti udah akrab dengan alat musik yang satu ini, gitar. Gitar memang menyimpan ciri khasnya tersendiri ya, bro. Dengan rangkaian senar yang tepat, bisa menghasilkan irama harmonis dan bernada merdu. Para musisi juga mengakui kalo gitar adalah salah satu instrumen yang nggak bisa dihilangkan saat tengah bermain musik.

Alat musik petik ini memang banyak digemari karena gampang dimainkan, namun masih banyak yang belum tau asal usul gitar. Pasalnya, alat musik ini menyimpan sejarah berliku dan mengalami perubahan dari tiap zaman. Biar makin tau sejarah gitar dan perkembangannya, baca tuntas artikel ini ya, bro.

Sejarah Alat Musik Gitar

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Sebenarnya asal usul alat musik petik ini masih menjadi bahan perdebatan bagi sejumlah pengamat musik. Banyak yang meyakini gitar berasal dari negara Spanyol pada abad ke-16 dari guitarra latina, alat musik abad pertengahan dengan desain berlekuk, serta dilengkapi empat senar berpasangan yang bisa menghasilkan bunyi berbeda-beda.

Pada masa itu, gitar hanya memiliki nada dasar, yaitu C – F – A – D’, penyeteman dari empat bagian tengah lute dan vihuela. Gitar abad ke-16 juga memiliki ukuran relatif lebih kecil, serta lubang suara yang belum melebar seperti gitar masa kini.

Selain itu, terdapat empat rangkaian senar yang membentang dari pegbox mirip biola ke jembatan tegangan yang direkatkan ke papan suara, atau belly penopang tarikan langsung dari senar. Di bagian perut gitar terdapat lubang suara melingkar, yang biasanya dihiasi dengan ukiran kayu mawar.

Proses Reinkarnasi yang Panjang

Seiring perkembangan zaman, gitar mengalami banyak perubahan pada instrumennya. Senar kelima ditambahkan sebelum tahun 1600, lalu pada akhir abad ke-18, berjumlah enam senar dengan sistem penyeteman yang masih sangat standar. Dari sinilah, lo bisa mengenal beberapa kunci nada seperti E – A – D – G – B – E’.

Sementara di abad ke-19, sekrup logam diganti dengan pasak penyetelan. Fret awal yang diikat diganti dengan fret gading atau logam bawaan pada abad ke-18. Fingerboard gitar juga dinaikkan sedikit di atas tingkat perut dan dibuat melebar hingga ke tepi lubang suara. Bagian tubuh gitar pun dibuat lebih luas dan lebih dangkal dengan papan suara yang sangat tipis, sehingga menghasilkan peningkatan sonoritas.

Secara internal, batang melintang yang memperkuat papan suara diganti dengan batang radial yang menyebar di bawah lubang suara. Pada bagian leher gitar yang sebelumnya dipasang pada balok kayu, dibentuk menjadi menyerupai penahan atau sepatu yang menonjol ke dalam tubuh, dan direkatkan ke belakang fungsinya untuk memberikan stabilitas terhadap tarikan senar.

Inovasi Besar pada Abad 19

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Selama abad ke-17, keberadaan gitar semakin dikenal karena popularitas lute dan vihuela menurun. Pada saat itu juga ada beberapa gitaris virtuoso menjadi terkenal di Eropa, diantaranya; Gaspar Sanz (1674-an), Robert de Visée (1650–1725), Fernando Sor (1778–1839), dan Joseph Kaspar Mertz (1806–56).

Namun akhir abad ke-19 popularitas gitar justru menyusut, tapi untungnya ada perubahan besar melalui tangan Antonio Torres, ia berhasil membuat perkembangan gitar semakin pesat. Instrumen yang dihasilkan adalah gitar klasik, dirangkai dengan tiga gut dan tiga senar sutra yang dipintal logam.

Buat lo yang belum tau, sebagian inovasi gitar pada abad ke-19 merupakan hasil karya Torres, bro. Ia menggunakan bahan nylon atau plastik untuk menghasilkan suara lebih nyaring dan merdu. Jenis gitar yang dihasilkan yaitu gitar 12-senar atau double-course, jaranan Meksiko dan charango Amerika Selatan, keduanya gitar kecil dengan five-course. Seiring berkembangnya zaman, alat musik gitar juga semakin beragam, mulai dari ukulele, gitar akustik, gitar listrik, sampai bass. Perubahan besar dimulai dari sini, bro!

Perkembangan Gitar di Indonesia

Pasti lo juga penasaran bagaimana alat musik gitar masuk ke Indonesia kan, bro? Untuk pertama kalinya masyarakat Indonesia mengenal gitar dari orang-orang Portugis yang saat itu menjadi tawanan kolonial Belanda. Biar nggak bosan di dalam tahanan, mereka berbicara dengan musik dan alat musik yang digunakan adalah gitar.

Sejak saat itu, perkembangan gitar di Indonesia semakin popular dan mulai dimainkan bersama dengan kesenian tradisional lainnya, termasuk musik keroncong. Setelah kemerdekaan, muncul beberapa gitaris tanah air seperti Linda Sukamta dan Andre Irawan, mereka berhasil memenangkan The First South East Asian Guitar Festival pada tahun 1977 dan 1978.

Meski kolonialisme meninggalkan rasa sakit, tapi melahirkan sebuah karya seni. Well, sebelum menjadi alat musik popular dan berpengaruh di dunia musik, gitar harus melalui perjalanan yang cukup panjang dan rumit ya, bro. Nah, sekarang lo udah tau kan bagaimana asal usul sejarah gitar?

 

Featured image - unsplash