Bikin Terobosan Lagi, Feel Koplo Remix Gurita Kota-nya The Panturas! - MLDSPOT
  • Music News
  • Bikin Terobosan Lagi, Feel Koplo Remix Gurita Kota-nya The Panturas!

Bikin Terobosan Lagi, Feel Koplo Remix Gurita Kota-nya The Panturas!

Mon, 01 March 2021
Feel Koplo

Sekarang ini dalam memberikan preferensi genre musik udah bukan sebuah hal yang harus ditutup-tutupi lagi. Mungkin kalau kilas balik 5 tahun ke belakang, mendengarkan genre musik tertentu masih jadi hal yang diperdebatkan atau bahkan menuai hujatan – salah satunya genre musik dangdut.

Berkat kemajuan industri musik saat ini, banyak grup-grup musik dangdut yang hadir dan berhasil menguasai industri musik Indonesia, salah satunya duo DJ Feel Koplo.

Feel Koplo emang terkenal banget dengan lagu-lagu pop yang di remix dengan tambahan musik gendang ala musik dangdut dan juga keunikan musik dengan kearifan lokal khas Feel Koplo. Siapa sangka, ternyata musik feel koplo yang sering dianggap aneh ini punya banyak penggemar!

Baru-baru ini, Feel Koplo baru aja ngerilis remix-an barunya – yaitu lagu Gurita Kota milik grup band The Panturas. Pastinya nggak menghilangkan identitas gendang dan musik ala Feel Koplo, lagu ini seakan jadi punya daya tarik yang baru.

Penasaran sama remix-an Gurita Kota ini? Langsung aja simak ulasannya di bawah ini!

Kolaborasi 2 Grup asal Bandung

Feel Koplo

Credit image – Grid ID

Feel Koplo merupakan duo DJ yang berasal dari Bandung dan memang membesarkan namanya di kota kembang ini. Nggak jauh beda dengan The Panturas – yang berasal dari Bandung juga, kedua grup ini terlihat punya kedekatan tersendiri.

Sebagai grup yang memiliki musik yang membawa identitas kearifan lokal, Feel Koplo membuat lagu Gurita Kota menjadi lebih ‘lokal’ dengan alunan gendang khas Feel Koplo. Dari musik The Panturas yang bisa dibilang anak band banget – yaitu permainan irama bass dan drum yang kental, remix-an lagu ini jauh dari kata fail – alias sukses banget untuk terlihat lebih menarik!

Maulfi Ikhsan dan Tendi Ahmad berhasil membawa nuansa musik koplo ke lagu Gurita Kota milik The Panturas dan membuat para penggemarnya menikmati musik hasil remix-an ini.

Kenapa lagu ‘Gurita Kota’?

Feel Koplo emang terkenal sering nge-remix lagu pop dengan ciri khas yang acak-acakan ala musik dangdut angkot – hal inipun terbukti karena beberapa bulan lalu mereka baru aja ngerilis lagu baru dan memasang lagu tersebut di angkot-angkot kota Bandung.

Di antara sekian banyak lagu The Panturas, Feel Koplo lebih memilih me-remix lagu Gurita Kota dari album Mabuk Laut. Lagu Gurita Kota emang udah menarik perhatian tersendiri bagi para pendengarnya – hal inilah yang akhirnya dimanfaatkan oleh Feel Koplo. Meskipun Gurita Kota bukanlah lagu pertama The Panturas yang di remix oleh Feel Koplo.

Mengutip dari Pop Hari Ini, Ikhsan mengatakan pemilihan lagu Gurita Kota dipilih karena memberikan nuansa meriah dan mengundang orang untuk bergoyang. Lagu yang punya makna bahwa polusi udara dari asap kendaraan yang ada di Ibukota mulai meresahkan.

Lagu ini dianggap  sebagai realita yang dirasakan oleh masyarakat urban. Hal ini juga senada dengan identitas Feel Koplo yang sering membahas mengenai kehidupan masyarakat urban. Remix-an dari Gurita Kota ini membuat lagu dari The Panturas ini semakin menarik dan punya tarik yang berbeda dari lagu aslinya.

Sampai Dibikinin Music Video, Bro!

Feel Koplo

Credit image - Youtube

Dari ulasan di atas pasti lo udah paham – kalau Feel Koplo benar-benar menjadikan lagu Gurita Kota ini sebagai lagu yang mengajak lo untuk bergoyang bersama dan menikmati realitas Ibukota dengan cara berjoget ria.

Selain ngajak joget, Feel Koplo juga mengajak para pendengarnya buat nostalgia masa kecilnya dengan menyajikan Music Video dari Gurita Kota versi remix-annya. Bukan Feel Koplo namanya kalo nggak menyajikan sesuatu yang unik – karena di video ini, mereka menyajikan mainan masa kecil yang biasa dimainkan oleh anak-anak tahun 90-an.

Seakan kearifan lokalnya nggak cukup di musik aja – di video ini Feel Koplo memberikan gambaran mainan kapal-kapalan zaman dulu yang ditaruh di atas kubangan air dan juga sebuah ember. Visualisasinya pun keren banget – pas kata ‘tenggelam’, si kapal pun ikutan tenggelam!

Emang bukan Feel Koplo deh kalo nggak menyajikan sesuatu yang unik dan aneh. Tapi keanehan dengan konotasi positif inilah yang menjadikan image Feel Koplo menarik dan diterima masyarakat. Untuk remix-an Gurita Kota sendiri udah bisa lo nikmatin di seluruh platform musik digital kesayangan lo. Jadi, udah siap joget bareng, bro?

 

Feature image - Arsnews

Kupas Tuntas Sejarah Gitar dan Perkembangnya

Tue, 13 April 2021
sejarah gitar

Buat lo penggemar musik akustik pasti udah akrab dengan alat musik yang satu ini, gitar. Gitar memang menyimpan ciri khasnya tersendiri ya, bro. Dengan rangkaian senar yang tepat, bisa menghasilkan irama harmonis dan bernada merdu. Para musisi juga mengakui kalo gitar adalah salah satu instrumen yang nggak bisa dihilangkan saat tengah bermain musik.

Alat musik petik ini memang banyak digemari karena gampang dimainkan, namun masih banyak yang belum tau asal usul gitar. Pasalnya, alat musik ini menyimpan sejarah berliku dan mengalami perubahan dari tiap zaman. Biar makin tau sejarah gitar dan perkembangannya, baca tuntas artikel ini ya, bro.

Sejarah Alat Musik Gitar

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Sebenarnya asal usul alat musik petik ini masih menjadi bahan perdebatan bagi sejumlah pengamat musik. Banyak yang meyakini gitar berasal dari negara Spanyol pada abad ke-16 dari guitarra latina, alat musik abad pertengahan dengan desain berlekuk, serta dilengkapi empat senar berpasangan yang bisa menghasilkan bunyi berbeda-beda.

Pada masa itu, gitar hanya memiliki nada dasar, yaitu C – F – A – D’, penyeteman dari empat bagian tengah lute dan vihuela. Gitar abad ke-16 juga memiliki ukuran relatif lebih kecil, serta lubang suara yang belum melebar seperti gitar masa kini.

Selain itu, terdapat empat rangkaian senar yang membentang dari pegbox mirip biola ke jembatan tegangan yang direkatkan ke papan suara, atau belly penopang tarikan langsung dari senar. Di bagian perut gitar terdapat lubang suara melingkar, yang biasanya dihiasi dengan ukiran kayu mawar.

Proses Reinkarnasi yang Panjang

Seiring perkembangan zaman, gitar mengalami banyak perubahan pada instrumennya. Senar kelima ditambahkan sebelum tahun 1600, lalu pada akhir abad ke-18, berjumlah enam senar dengan sistem penyeteman yang masih sangat standar. Dari sinilah, lo bisa mengenal beberapa kunci nada seperti E – A – D – G – B – E’.

Sementara di abad ke-19, sekrup logam diganti dengan pasak penyetelan. Fret awal yang diikat diganti dengan fret gading atau logam bawaan pada abad ke-18. Fingerboard gitar juga dinaikkan sedikit di atas tingkat perut dan dibuat melebar hingga ke tepi lubang suara. Bagian tubuh gitar pun dibuat lebih luas dan lebih dangkal dengan papan suara yang sangat tipis, sehingga menghasilkan peningkatan sonoritas.

Secara internal, batang melintang yang memperkuat papan suara diganti dengan batang radial yang menyebar di bawah lubang suara. Pada bagian leher gitar yang sebelumnya dipasang pada balok kayu, dibentuk menjadi menyerupai penahan atau sepatu yang menonjol ke dalam tubuh, dan direkatkan ke belakang fungsinya untuk memberikan stabilitas terhadap tarikan senar.

Inovasi Besar pada Abad 19

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Selama abad ke-17, keberadaan gitar semakin dikenal karena popularitas lute dan vihuela menurun. Pada saat itu juga ada beberapa gitaris virtuoso menjadi terkenal di Eropa, diantaranya; Gaspar Sanz (1674-an), Robert de Visée (1650–1725), Fernando Sor (1778–1839), dan Joseph Kaspar Mertz (1806–56).

Namun akhir abad ke-19 popularitas gitar justru menyusut, tapi untungnya ada perubahan besar melalui tangan Antonio Torres, ia berhasil membuat perkembangan gitar semakin pesat. Instrumen yang dihasilkan adalah gitar klasik, dirangkai dengan tiga gut dan tiga senar sutra yang dipintal logam.

Buat lo yang belum tau, sebagian inovasi gitar pada abad ke-19 merupakan hasil karya Torres, bro. Ia menggunakan bahan nylon atau plastik untuk menghasilkan suara lebih nyaring dan merdu. Jenis gitar yang dihasilkan yaitu gitar 12-senar atau double-course, jaranan Meksiko dan charango Amerika Selatan, keduanya gitar kecil dengan five-course. Seiring berkembangnya zaman, alat musik gitar juga semakin beragam, mulai dari ukulele, gitar akustik, gitar listrik, sampai bass. Perubahan besar dimulai dari sini, bro!

Perkembangan Gitar di Indonesia

Pasti lo juga penasaran bagaimana alat musik gitar masuk ke Indonesia kan, bro? Untuk pertama kalinya masyarakat Indonesia mengenal gitar dari orang-orang Portugis yang saat itu menjadi tawanan kolonial Belanda. Biar nggak bosan di dalam tahanan, mereka berbicara dengan musik dan alat musik yang digunakan adalah gitar.

Sejak saat itu, perkembangan gitar di Indonesia semakin popular dan mulai dimainkan bersama dengan kesenian tradisional lainnya, termasuk musik keroncong. Setelah kemerdekaan, muncul beberapa gitaris tanah air seperti Linda Sukamta dan Andre Irawan, mereka berhasil memenangkan The First South East Asian Guitar Festival pada tahun 1977 dan 1978.

Meski kolonialisme meninggalkan rasa sakit, tapi melahirkan sebuah karya seni. Well, sebelum menjadi alat musik popular dan berpengaruh di dunia musik, gitar harus melalui perjalanan yang cukup panjang dan rumit ya, bro. Nah, sekarang lo udah tau kan bagaimana asal usul sejarah gitar?

 

Featured image - unsplash