Akustikan bareng Rayhan Noor dan Agatha Pricilla: Cocok buat Nyantai, Bro! - MLDSPOT
  • Music News
  • Akustikan bareng Rayhan Noor dan Agatha Pricilla: Cocok buat Nyantai, Bro!

Akustikan bareng Rayhan Noor dan Agatha Pricilla: Cocok buat Nyantai, Bro!

Mon, 22 February 2021
Rayhan Noor & Agatha Pricilla

Musik yang mana biasa lo dengerin buat nyantai? Sepertinya lo bakal setuju kalau musik akustikan emang paling cocok didengerin kalau lagi mencoba relax-in pikiran dan mencoba untuk menghabiskan waktu dengan menenangkan pikiran.

Di tahun 2021 ini emang banyak banget musisi yang mulai meluncurkan karyanya – yang juga sudah banyak di MLDSPOT beberapa waktu belakangan. Kali ini, giliran Rayhan Noor dan Agatha Pricilla yang mencoba untuk menghibur para penggemarnya dengan meluncurkan album Colors dengan format akustik.

Musisi yang sama-sama dibawah naungan Sun Eater iin merilis penampilan mini album mereka di kanal Youtube resmi mereka dengan konsep yang bikin mata para penontonnya jadi seger – wah, gimana tuh?

Penasaran konsep seperti apa yang diusung oleh kedua musisi kece ini? Langsung aja simak ulasannya di bawah ini ya, bro!

Nemenin Lo Nyantai dengan Akustikan di Rumah

Rayhan Noor & Agatha Pricilla

Credit image – Detik Hot

Album ‘Colors’ dari Rayhan Noor dan Agatha Pricilla ini memang dibuat dengan format akustik dan live perform. Performance yang didominasi oleh alunan gitar Rayhan Noor dan dipadukan dengan suara Agatha Pricilla ini seakan menghadirkan musik akustik yang berbeda dengan musisi-musisi lain.

Album yang sudah dirilis sejak tahun 2020 ini secara garis besar menceritakan tentang pasca-perpisahan sebuah hubungan namun dibalut dengan cerita dan lirik yang justru membuat pendengarnya jauh dari kata sendu.

Seakan menghadirkan suasana perpisahan yang berbeda – Rayhan Noor dan Agatha Pricilla seolah memberikan warna baru bagi orang yang baru berpisah bahwa semua nggak harus di bawa sedih. Keduanya mengaku, kalau album ini menjadi pembelajaran bagi keduanya dalam hal musikalitas dan juga secara personal. Kombinas yang pas banget ya, bro?

Musik Video dengan Nuansa Ruang Terbuka Hijau

Rayhan Noor & Agatha Pricilla

Credit image – USS Feeds

Kalau di atas sempat menyebutkan bahwa musik video ini bikin para penontonnya jadi seger, hal itu dikarenakan musik video ini mengambil lokasi di Rumah Atsiri, sebuah museum dan aromatic garden di daerah Jawa Tengah.

Lokasi yang tadinya merupakan pabrik citronella Indonesia-Bulgaria pada tahun 1963, sekarang dijadikan tempat wisata dengan berbagai tanaman atsiri dan essential oil yang seru banget buat lo datengin – berhubung sekarang lagi new normal, sekarang lo menikmati tempat ini lewat musik video Rayhan dan Agatha dulu deh!

Mengambil lokasi yang cukup unik serta lagu akustik yang dibawakan, musik video ini cocok banget deh buat lo nonton selagi nyantai – karena tampak asri banget dengan bunga dan pepohonan yang bikin musik video ini semakin terasa teduh.

Musik Video ala Dokumenter

Kata siapa musik video harus melulu tentang lagu atau jalan cerita yang romantis? Di musik video ini, Rayhan dan Agatha menepis stereotip itu.

Musik video ini semakin menarik karena ditengah alunan gitar Rayhan Noor dan suara merdu Agatha Pricilla juga diselingi oleh interview dari kedua penyanyi mengenai lagu yang dibawakan serta lagu-lagu dari album ‘Colors’ ini.

Memanfaatkan setiap sudut yang ada di Rumah Atsiri dengan alunan gitar serta interview yang disajikan, rasanya musik video ini pas banget buat jadi refresh otak lo.

Menarik banget ya lagu dan musik video dari ‘Colors’-nya Rayhan Noor dan Agatha Pricilla ini, siapin lagu ini buat nyantai lo ya, bro!

Untuk lagu dari album ‘Colors’ bisa lo nikmati di Spotify dan musik videonya bisa lo nikmati di kanal Youtube-nya Sun Eater. Enjoy, bro!

 

Feature image – Youtube Sun Eater

Kupas Tuntas Sejarah Gitar dan Perkembangnya

Tue, 13 April 2021
sejarah gitar

Buat lo penggemar musik akustik pasti udah akrab dengan alat musik yang satu ini, gitar. Gitar memang menyimpan ciri khasnya tersendiri ya, bro. Dengan rangkaian senar yang tepat, bisa menghasilkan irama harmonis dan bernada merdu. Para musisi juga mengakui kalo gitar adalah salah satu instrumen yang nggak bisa dihilangkan saat tengah bermain musik.

Alat musik petik ini memang banyak digemari karena gampang dimainkan, namun masih banyak yang belum tau asal usul gitar. Pasalnya, alat musik ini menyimpan sejarah berliku dan mengalami perubahan dari tiap zaman. Biar makin tau sejarah gitar dan perkembangannya, baca tuntas artikel ini ya, bro.

Sejarah Alat Musik Gitar

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Sebenarnya asal usul alat musik petik ini masih menjadi bahan perdebatan bagi sejumlah pengamat musik. Banyak yang meyakini gitar berasal dari negara Spanyol pada abad ke-16 dari guitarra latina, alat musik abad pertengahan dengan desain berlekuk, serta dilengkapi empat senar berpasangan yang bisa menghasilkan bunyi berbeda-beda.

Pada masa itu, gitar hanya memiliki nada dasar, yaitu C – F – A – D’, penyeteman dari empat bagian tengah lute dan vihuela. Gitar abad ke-16 juga memiliki ukuran relatif lebih kecil, serta lubang suara yang belum melebar seperti gitar masa kini.

Selain itu, terdapat empat rangkaian senar yang membentang dari pegbox mirip biola ke jembatan tegangan yang direkatkan ke papan suara, atau belly penopang tarikan langsung dari senar. Di bagian perut gitar terdapat lubang suara melingkar, yang biasanya dihiasi dengan ukiran kayu mawar.

Proses Reinkarnasi yang Panjang

Seiring perkembangan zaman, gitar mengalami banyak perubahan pada instrumennya. Senar kelima ditambahkan sebelum tahun 1600, lalu pada akhir abad ke-18, berjumlah enam senar dengan sistem penyeteman yang masih sangat standar. Dari sinilah, lo bisa mengenal beberapa kunci nada seperti E – A – D – G – B – E’.

Sementara di abad ke-19, sekrup logam diganti dengan pasak penyetelan. Fret awal yang diikat diganti dengan fret gading atau logam bawaan pada abad ke-18. Fingerboard gitar juga dinaikkan sedikit di atas tingkat perut dan dibuat melebar hingga ke tepi lubang suara. Bagian tubuh gitar pun dibuat lebih luas dan lebih dangkal dengan papan suara yang sangat tipis, sehingga menghasilkan peningkatan sonoritas.

Secara internal, batang melintang yang memperkuat papan suara diganti dengan batang radial yang menyebar di bawah lubang suara. Pada bagian leher gitar yang sebelumnya dipasang pada balok kayu, dibentuk menjadi menyerupai penahan atau sepatu yang menonjol ke dalam tubuh, dan direkatkan ke belakang fungsinya untuk memberikan stabilitas terhadap tarikan senar.

Inovasi Besar pada Abad 19

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Selama abad ke-17, keberadaan gitar semakin dikenal karena popularitas lute dan vihuela menurun. Pada saat itu juga ada beberapa gitaris virtuoso menjadi terkenal di Eropa, diantaranya; Gaspar Sanz (1674-an), Robert de Visée (1650–1725), Fernando Sor (1778–1839), dan Joseph Kaspar Mertz (1806–56).

Namun akhir abad ke-19 popularitas gitar justru menyusut, tapi untungnya ada perubahan besar melalui tangan Antonio Torres, ia berhasil membuat perkembangan gitar semakin pesat. Instrumen yang dihasilkan adalah gitar klasik, dirangkai dengan tiga gut dan tiga senar sutra yang dipintal logam.

Buat lo yang belum tau, sebagian inovasi gitar pada abad ke-19 merupakan hasil karya Torres, bro. Ia menggunakan bahan nylon atau plastik untuk menghasilkan suara lebih nyaring dan merdu. Jenis gitar yang dihasilkan yaitu gitar 12-senar atau double-course, jaranan Meksiko dan charango Amerika Selatan, keduanya gitar kecil dengan five-course. Seiring berkembangnya zaman, alat musik gitar juga semakin beragam, mulai dari ukulele, gitar akustik, gitar listrik, sampai bass. Perubahan besar dimulai dari sini, bro!

Perkembangan Gitar di Indonesia

Pasti lo juga penasaran bagaimana alat musik gitar masuk ke Indonesia kan, bro? Untuk pertama kalinya masyarakat Indonesia mengenal gitar dari orang-orang Portugis yang saat itu menjadi tawanan kolonial Belanda. Biar nggak bosan di dalam tahanan, mereka berbicara dengan musik dan alat musik yang digunakan adalah gitar.

Sejak saat itu, perkembangan gitar di Indonesia semakin popular dan mulai dimainkan bersama dengan kesenian tradisional lainnya, termasuk musik keroncong. Setelah kemerdekaan, muncul beberapa gitaris tanah air seperti Linda Sukamta dan Andre Irawan, mereka berhasil memenangkan The First South East Asian Guitar Festival pada tahun 1977 dan 1978.

Meski kolonialisme meninggalkan rasa sakit, tapi melahirkan sebuah karya seni. Well, sebelum menjadi alat musik popular dan berpengaruh di dunia musik, gitar harus melalui perjalanan yang cukup panjang dan rumit ya, bro. Nah, sekarang lo udah tau kan bagaimana asal usul sejarah gitar?

 

Featured image - unsplash