12 Musisi dengan Lagu Jazz Terbaik. Wajib Masuk Daftar Playlist Lo! - MLDSPOT
  • Music News
  • 12 Musisi dengan Lagu Jazz Terbaik. Wajib Masuk Daftar Playlist Lo!

12 Musisi dengan Lagu Jazz Terbaik. Wajib Masuk Daftar Playlist Lo!

Thu, 04 February 2021
Lagu Jazz Indonesia

Popularitas musik jazz terus menanjak di tanah air. Hal ini karena liriknya easy listening dan mudah dikombinasikan dengan berbagai genre musik lainnya.

Tidak heran keberadaan jazz di Indonesia sangat digemari oleh banyak orang. Jika lo pecinta jenis musik ini, wajib simak tuntas 10 daftar lagu dan musisi terpopuler sepanjang masa, check this out. 

 

•             MLD Jazz Project - Valeria

lagu jazz Indonesia

Credit image - Liputan6

MLD Jazz Project Season 1 mendapat kesempatan berkolaborasi dengan beberapa musisi jazz papan atas Indonesia. Dalam album ini menyumbang sebuah lagu berjudul Valerie, dan proses pembuatannya tak terlalu sulit mengingat rekan-rekannya punya taste musik yang luar biasa.

 

        A Long The Way - Eva Celia

 

Lagu yang berjudul “A Long Way” dan menjadi tindak lanjut dari album debut “And So It Begins” yang dirilis dua tahun silam. Lagu dengan tipe modern sound dan vintage twist adalah percakapan tentang mencintai dan menghormati diri sendiri, “pelajaran berharga yang saya dapat saat berada di titik terendah” ujar Eva Celia.

 

        Di Senayan - Ardhito Pramono

 

Album yang rilis pada tahun 2017 ini memuat lima buah lagu, yakni What Do You Feel About Me. Di Senayan, The Sun, Bitterlove dan I Placed My Heart. Lagu ini terinspirasi dari sosok gadis yang muncul dalam mimpinya. Pria yang pandai bermain alat musik piano, gitar, bas, dan drum itu mengukapkan bahwa lagu tersebut diciptakan-nya hanya dalam satu malam saja.

 

•             Nurlela - Trio Lestari

 

Lirik "Nurlela" ini dipublikasikan pada tanggal 11 Desember 2014 dan diciptakan oleh Adi Bing Slamet. setelah diaransemen ulang oleh Trio Lestari jadi lebih menarik lagi untuk didengar kembali di masa sekarang.

 

•             Teman Sejati - Mocca

lagu jazz Indonesia

Credit image – cnnindonesia

"Teman Sejati" merupakan lagu yang dipopulerkan oleh grup band Mocca. Lagu ini dirilis bertepatan pada hari kasih sayang tahun 2018. Dipilih menjadi lagu utama dalam album mereka yang bertajuk Lima, Riko selaku penulis lagu ini mengatakan bahwa lagu ini mewakili warna keseluruhan album yang sesuai dengan citra Mocca yang positif.

 

•             In Your Wonderland - Teddy Aditya

 

Lagu ini menceritakan suatu pertanyaan tentang pasangan yang tak bisa bersatu hingga sang pria berkata “Can I be your man in your wonderland?” Pada video klip, Teddy ingin mengangkat tema wonderland dan sekaligus mempromosikan Indonesia yang punya tempat-tempat yang bisa disebut Wonderland.

Tempat syuting untuk pengambilan video In Your Wonderland yaitu Bromo(Jawa Timur), Cangar(Batu-Malang), Coban Sewu (Lumajang-Jawa Timur), dan Kawah Ijen (Bondowoso-  Jawa Timur).

 

•             Indahnya Dunia - Andien

 

Single utama dari album terbaru Andien bertajuk “Metamorfosa”  seolah-olah mengajak lo kembali ke masa lalu. Penggarapan lagu ini dimulai sejak awal kehamilan Andien, sehingga lagu-lagu dalam album ini agak terasa lebih sensitif dan perasa, bro. Di video klipnya pun lo bakal melihat sisi dari dunia yang berbeda.

 

        Winter Song - Isyana Sarasvati

lagu jazz Indonesia

Credit image – wartakota

Setelah meluncurkan dua single dari album Paradox miliknya, penyanyi Isyana Sarasvati kembali merilis single terbaru dari albumnya itu. Lagu tersebut berjudul Winter Song dan sudah dirilis pada 9 Juli lalu. Lagu ini paling bermakna, dikarenakan makna dari lagu tersebut memberikan motivasi kepada orang-orang untuk bangkit menghadapi hidup.

 

•             Aku Ingin - Indra Lesmana

 

Lagu berjudul “Aku Ingin” ini menjadi hits andalan Indra Lesmana di album solonya dan menjadi lagu jazz terbaik Indonesia di tahun 90-an.

Liriknya bercerita tentang keinginan seseorang untuk bebas dan terlepas dari masa lalunya. Cocok banget nih buat lo yang masih belum bisa move on!

 

•             If I See You Tomorrow - Vira Talisa

 

“If I See You Tomorrow” dan “Walking Back Home” Frentos mungkin akan berpikir jika yang menyanyikan lagu tersebut pastinya musisi yang berasal dari luar negeri, maka jangan heran jika dirinya menjadi highlight di kalangan penyuka musik kontemporer.

 

•             Kisah dari Jakarta - White Shoes and The Couples Company

lagu jazz Indonesia

Credit image - indiemarket.news

White Shoes and The Couples Company adalah salah satu band indie alternatif yang telah menelurkan beberapa lagu jazz terbaik. Lagu “Kisah dari Selatan Jakarta” merupakan single ke-12 dari album studio mereka berjudul “Vakansi”.

 

•             Saat Kau Milikku - Barry Likuwahuma

 

Nama Barry Likumahuwa Project sangat populer di kalangan para pecinta musik jazz. Di setiap perhelatan konser jazz, band ini menjadi salah satu band yang dinantikan kehadirannya loh. Salah satu lagu mereka yang cukup populer adalah “Saat Kau Milikku” pernah menjadi runner up chart lagu top track di last.fm.

Itulah deretan lagu dan musisi jazz terbaik yang wajib menjadi playlist lo. Apa udah ada salah satunya, bro?

Kupas Tuntas Sejarah Gitar dan Perkembangnya

Tue, 13 April 2021
sejarah gitar

Buat lo penggemar musik akustik pasti udah akrab dengan alat musik yang satu ini, gitar. Gitar memang menyimpan ciri khasnya tersendiri ya, bro. Dengan rangkaian senar yang tepat, bisa menghasilkan irama harmonis dan bernada merdu. Para musisi juga mengakui kalo gitar adalah salah satu instrumen yang nggak bisa dihilangkan saat tengah bermain musik.

Alat musik petik ini memang banyak digemari karena gampang dimainkan, namun masih banyak yang belum tau asal usul gitar. Pasalnya, alat musik ini menyimpan sejarah berliku dan mengalami perubahan dari tiap zaman. Biar makin tau sejarah gitar dan perkembangannya, baca tuntas artikel ini ya, bro.

Sejarah Alat Musik Gitar

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Sebenarnya asal usul alat musik petik ini masih menjadi bahan perdebatan bagi sejumlah pengamat musik. Banyak yang meyakini gitar berasal dari negara Spanyol pada abad ke-16 dari guitarra latina, alat musik abad pertengahan dengan desain berlekuk, serta dilengkapi empat senar berpasangan yang bisa menghasilkan bunyi berbeda-beda.

Pada masa itu, gitar hanya memiliki nada dasar, yaitu C – F – A – D’, penyeteman dari empat bagian tengah lute dan vihuela. Gitar abad ke-16 juga memiliki ukuran relatif lebih kecil, serta lubang suara yang belum melebar seperti gitar masa kini.

Selain itu, terdapat empat rangkaian senar yang membentang dari pegbox mirip biola ke jembatan tegangan yang direkatkan ke papan suara, atau belly penopang tarikan langsung dari senar. Di bagian perut gitar terdapat lubang suara melingkar, yang biasanya dihiasi dengan ukiran kayu mawar.

Proses Reinkarnasi yang Panjang

Seiring perkembangan zaman, gitar mengalami banyak perubahan pada instrumennya. Senar kelima ditambahkan sebelum tahun 1600, lalu pada akhir abad ke-18, berjumlah enam senar dengan sistem penyeteman yang masih sangat standar. Dari sinilah, lo bisa mengenal beberapa kunci nada seperti E – A – D – G – B – E’.

Sementara di abad ke-19, sekrup logam diganti dengan pasak penyetelan. Fret awal yang diikat diganti dengan fret gading atau logam bawaan pada abad ke-18. Fingerboard gitar juga dinaikkan sedikit di atas tingkat perut dan dibuat melebar hingga ke tepi lubang suara. Bagian tubuh gitar pun dibuat lebih luas dan lebih dangkal dengan papan suara yang sangat tipis, sehingga menghasilkan peningkatan sonoritas.

Secara internal, batang melintang yang memperkuat papan suara diganti dengan batang radial yang menyebar di bawah lubang suara. Pada bagian leher gitar yang sebelumnya dipasang pada balok kayu, dibentuk menjadi menyerupai penahan atau sepatu yang menonjol ke dalam tubuh, dan direkatkan ke belakang fungsinya untuk memberikan stabilitas terhadap tarikan senar.

Inovasi Besar pada Abad 19

sejarah gitar

Credit image - unsplash

Selama abad ke-17, keberadaan gitar semakin dikenal karena popularitas lute dan vihuela menurun. Pada saat itu juga ada beberapa gitaris virtuoso menjadi terkenal di Eropa, diantaranya; Gaspar Sanz (1674-an), Robert de Visée (1650–1725), Fernando Sor (1778–1839), dan Joseph Kaspar Mertz (1806–56).

Namun akhir abad ke-19 popularitas gitar justru menyusut, tapi untungnya ada perubahan besar melalui tangan Antonio Torres, ia berhasil membuat perkembangan gitar semakin pesat. Instrumen yang dihasilkan adalah gitar klasik, dirangkai dengan tiga gut dan tiga senar sutra yang dipintal logam.

Buat lo yang belum tau, sebagian inovasi gitar pada abad ke-19 merupakan hasil karya Torres, bro. Ia menggunakan bahan nylon atau plastik untuk menghasilkan suara lebih nyaring dan merdu. Jenis gitar yang dihasilkan yaitu gitar 12-senar atau double-course, jaranan Meksiko dan charango Amerika Selatan, keduanya gitar kecil dengan five-course. Seiring berkembangnya zaman, alat musik gitar juga semakin beragam, mulai dari ukulele, gitar akustik, gitar listrik, sampai bass. Perubahan besar dimulai dari sini, bro!

Perkembangan Gitar di Indonesia

Pasti lo juga penasaran bagaimana alat musik gitar masuk ke Indonesia kan, bro? Untuk pertama kalinya masyarakat Indonesia mengenal gitar dari orang-orang Portugis yang saat itu menjadi tawanan kolonial Belanda. Biar nggak bosan di dalam tahanan, mereka berbicara dengan musik dan alat musik yang digunakan adalah gitar.

Sejak saat itu, perkembangan gitar di Indonesia semakin popular dan mulai dimainkan bersama dengan kesenian tradisional lainnya, termasuk musik keroncong. Setelah kemerdekaan, muncul beberapa gitaris tanah air seperti Linda Sukamta dan Andre Irawan, mereka berhasil memenangkan The First South East Asian Guitar Festival pada tahun 1977 dan 1978.

Meski kolonialisme meninggalkan rasa sakit, tapi melahirkan sebuah karya seni. Well, sebelum menjadi alat musik popular dan berpengaruh di dunia musik, gitar harus melalui perjalanan yang cukup panjang dan rumit ya, bro. Nah, sekarang lo udah tau kan bagaimana asal usul sejarah gitar?

 

Featured image - unsplash