• Movie
  • Tambah Wawasan dengan 5 Dokumenter Terbaik di Netflix Ini

Tambah Wawasan dengan 5 Dokumenter Terbaik di Netflix Ini

Wed, 08 July 2020
Seorang profesor sedang memaparkan Cambridge Analytica dalam dokumenter The Great Hack

Biar tontonan lo nggak itu-itu aja, weekend nanti lo bisa mengisi tontonan dengan beberapa rekomendasi dokumenter Netflix ini. Dokumenter ini terdiri dari berbagai tema, mulai dari kriminal, sejarah, hingga teknologi. #MumpungLagiDirumah juga, kan?

 

Conversations with a Killer: The Ted Bundy Tapes

Potret hitam putih Ted Bundy dan kekasihnya

Dokumenter garapan Joe Berlinger ini menampilkan profil pembunuh berantai yang cukup terkenal, Ted Bundy. Yang menarik, Bundy yang tercatat telah melakukan sekitar 30 pembunuhan wanita ini diakhir masa-masa interograsinya justru mengaku nggak bertanggung jawab atas kejahatan tersebut.

Kasus kejahatan Bundy ini terjadi di awal tahun 1980-an di Amerika Serikat. Di akhir proses kasusnya, penyidik hanya dapat membuktikan Bundy bertanggung jawab untuk dua pembunuhan saja. Bundy lalu dieksekusi di tahun 1989 dengan menggunakan kursi listrik.

 

The Great Hack

Britanny Kaiser dalam salah satu still cut The Great Hack

Facebook pernah dihadapkan pada tuduhan bahwa telah menggunakan data pribadi yang diambil secara illegal dari penggunanya untuk kepentingan bisnis. Dalam dokumenter berjudul “The Great Hack” ini, sutradara Karim Amer dan Jehane Noujaim melakukan wawancara investigatif dengan seorang narasumber dari Cambridge Analytica, Brittany Kaiser.

Film dokumenter ini bakal menyajikan informasi yang akan buat lo paham mengapa data sekarang jadi sumber daya yang sangat berharga. Bagaimana data-data pribadi tersebut digunakan untuk membidik pengguna dengan iklan yang sesuai dengan preferensi mereka, sampai memengaruhi pemilihan umum di Amerika Serikat akan dijelaskan di The Great Hack.

 

Icarus

Salah satu scene Icarus bersetting laboratorium dengan seorang pria memakai masker

Awalnya sutradara Bryan Fogel hanya berencana menggarap dokumenter tentang produksi dan distribusi doping di dunia. Namun setelah Fogel mulai mengontak salah satu narasumber utama dari Rusia, diskusi mereka justru mengantar Fogel ke ide cerita yang lain.

“Icarus” bercerita mulai dari cerita produksi doping, uji coba, distribusi sampai deretan kasus skandal atlet yang menggunakan doping. Experience menonton Icarus akan membawa lo seperti sedang menonton film science fiction. Dalam dokumenter ini, Fogel juga menceritakan dalang dibalik kasus doping Olimpiade Sochi di Rusia tahun 2014 lalu.

 

Five Came Back

Steven Spielberg dalam salah satu interview di dokumenter Five Came Back

Dokumenter garapan Laurent Bouzereau ini diadaptasi dari buku dengan judul yang sama yang ditulis oleh Mark Harris. “Five Came Back” adalah dokumenter yang memotret sudut pandang lima sutradara film dalam melihat Perang Dunia II. Kelima sutradara ini adalah George Stevens, Frank Capra, John Huston, William Wyler, dan John Ford.

Lo bakal mendengarkan suara khas milik Meryl Streep membawakan narasi dalam dokumenter ini. Selain kelima sutradara, interview juga melibatkan sosok penggarap cerita berlatar Perang Dunia II seperti Guillermo del Toro dan Steven Spielberg.

 

The Vietnam War

Tampilan poster The Vietnam War yang menampilkan tentara AS dan petani Vietnam 

Rekomendasi dokumenter terakhir ini masih bertema perang, “The Vietnam War”. Digarap oleh Ken Burns dan Lynn Novick, ini menjadi salah satu dokumenter yang paling penting karena menyingkap banyak momen krusial di perjalanan sejarah Amerika Serikat.

Burns dan Novick mengemas dokumenter ini dengan sederetan wawancara emosional dengan para veteran perang. Para narasumber menampilkan cerita dengan sudut pandang masing-masing, termasuk menyampaikan kesalahan-kesalahan perang yang dilakukan para veteran ini di masa lalu untuk mengingatkan para penonton saat ini untuk nggak mengulangi kesalahan yang sama.

 

 

Sources: Collider, Wired UK, Esquire

Baru dan Beda, Ini yang Harus Lo Tahu Soal Zack Snyder's Justice League

Fri, 07 August 2020
Superman, Wonder Woman, Batman, Cyborg, Flash, dan Aquaman berdiri di atas tanah berbatu

DC Universe tampaknya mulai bangkit, terlebih sejak kesuksesan film “Joker” yang membawa Joaquin Phoenix memenangkan piala Oscar. Muncul lagi kabar baik dari DC Universe yang mengumumkan bahwa film “Justice League” versi Zack Snyder akan dirilis tahun 2021 di platform streaming HBO Max. Nggak sabar rasanya melihat kembali aksi Superman dan kawan-kawan dalam film terbaru ini.

 

Beda dari Sebelumnya, Tanpa Reshoots

Para pemeran utama film Justice League tengah berpose berdampingan di panel Comic Con

Buat lo yang belum tahu, Zack Snyder adalah sutradara dari Justice League sebelum akhirnya digantikan oleh Joss Whedon. Meski seluruh proses syuting dan pengambilan gambar sudah rampung per Februari 2017, Joss Whedon dan Warner Bros mengubah sebagian besar dari film Justice League karya Zack Snyder di tahap post-production yang prosesnya memakan waktu cukup lama.

Apa saja yang nggak ditampilkan di film Justice League yang sudah dirilis? Well, cukup banyak. Zack Snyder mengungkapkan bahwa banyak sekali plot dan adegan yang mendukung jalan cerita dari masing-masing karakter, salah satunya seperti adegan flashback Cyborg sebelum kecelakaan yang menimpanya.

Nggak tanggung-tanggung, Justice League Zack Snyder’s Cut juga akan menampilkan sosok Superman dalam kostum hitam yang ikonik. Semua ini akan digabungkan tanpa proses reshoots sama sekali. Snyder telah mengumpulkan tim yang sama seperti saat produksi di tahun 2016-2017 untuk merombak film ini menjadi baru. Lo juga nggak akan melihat frame karya Joss Whedon di dalamnya. Jadi, ini benar-benar Justice League versi Zack Snyder, Bro!

 

Karakter-karakter Baru

Ryan Reynolds sebagai Green Lantern mengenakan topeng hijau dan kostum ketat hijau

Justice League versi Zack Synder juga akan lebih ramai karena memiliki tambahan karakter-karakter baru. Darkseid, salah satu penjahat paling kuat di DC Universe, akan muncul melawan para superheroes. Selain itu, Snyder juga merilis cuplikan adegan film yang menampilkan Atom, Martian Manhunter, dan Green Lantern.

Steppenwolf yang menjadi penjahat utama di film Justice League juga akan mengalami sedikit perubahan dalam bentuk kostum dan fisik. Snyder mengatakan bahwa ia berniat untuk membuat Steppenwolf dengan tampilan yang lebih klasik dan menyeramkan, sesuai dengan citra Steppenwolf sebagai makhluk kuno.

 

Durasi Panjang dengan Plot yang Lebih Dalam

Batman (Ben Affleck) dan Wonder Woman (Gal Gadot) berdampingan melihat musuh

Kritikan pedas yang diterima oleh film Justice League tahun 2017 adalah soal plot yang berantakan dan kurangnya konsistensi jalan cerita. Zack Snyder memastikan kalau Justice League garapannya akan mengupas cerita para superheroes ini dengan lebih dalam dan menjadikan filmnya lebih sinergis.

Belum ada kepastian mengenai nama resmi film garapan Zack Snyder ini. Namun yang jelas, Snyder nggak mau merilis “film pendek”. Bisa dipastikan Justice League versi miliknya akan berdurasi sekitar 3 jam, atau setidaknya 214 menit.

 

Dukungan Penuh dari Fans dan Aktor

Zack Snyder berbincang dengan Ben Affleck di belakang kamera

Film Justice League versi Zack Snyder sendiri diumumkan ketika acara nonton bareng melalui Zoom yang dihadiri oleh Zack Snyder, Deborah Snyder, dan Henry Cavill. Reaksi positif datang dari para netizen, terutama para fans DC yang merasa kecewa dengan hasil akhir film Justice League yang dirilis tahun 2017. Ini juga menjadi hadiah bagi para penggemar setelah sebelumnya tagar #ReleaseTheSnyderCut menjadi viral.

Aktor-aktor yang tergabung dalam proyek Justice League, mulai dari Henry Cavill, Jason Momoa, hingga Ben Affleck, ikut mendukung dan merayakan kabar baik ini melalui media sosial. Lo bisa melihat lebih banyak cuplikan film “Justice League Zack Snyder’s Cut” di acara virtual DC Fandome tanggal 22 Agustus 2020 mendatang.

 

 

 

 

Sources: Insider, CNET, Variety.