Patungan di Situs Crowdfunding Musik Kolase.com, Cara Baru Dukung Musisi

Kata orang, ada uang ada barang. Ungkapan tersebut berlaku di berbagai aspek kehidupan, nggak terkecuali musik. Sama seperti kita yang perlu merogoh kocek untuk menikmati pertunjukan musik, nggak bisa dimungkiri kalau para musisi pun butuh lebih dari sekadar bakat untuk bisa menghasilkan karya dan tampil di atas panggung. Entah itu untuk bikin materi promosi, sewa studio, bayar kru, atau produksi merchandise, yang jelas semua perlu modal yang bisa jadi nggak sedikit.

Untungnya, sekarang sudah ada sebuah platform urun dana kreatif bernama Kolase.com nih, Urbaners. Kolase.com merupakan platform crowdfunding lokal pertama dan masih menjadi satu-satunya di Indonesia yang berfokus pada proyek musik dan seni kreatif. Cita-citanya cuma satu, yakni untuk membantu para musisi mewujudkan ide kreatif mereka dan terus menghasilkan karya baru tanpa harus pusing memikirkan halangan modal.

FYI, hadirnya Kolase.com ternyata nggak lepas dari pengalaman pribadi Raden Maulana selaku Co-Founder & Chief Product Officer. Dia mengungkapkan bahwa dulu dirinya sempat ditentang orang tuanya untuk bermusik. Selain itu, dia melihat bahwa sulitnya mencari modal dan tata kelola industri yang lemah masih menjadi masalah makro di industri musik. Dengan kata lain, banyak yang ingin berkarya, tapi terhambat di modal awal yang biasanya dari patungan, orang tua, atau dukungan brand.

Tampilan situs Kolase.com di layer komputer

“Saya paham betapa sulitnya bertahan sebagai musisi di Indonesia. Saya lalu berpikir apakah ada solusi yang baik agar para musisi dapat fokus berkarya tanpa khawatir tentang berapa banyak yang harus mereka keluarkan untuk menghasilkan lagu dan risiko yang harus mereka hadapi saat karya mereka tidak laku di pasaran,” tutur Raden.

 

Bersama-sama Ikut Membangun Ekosistem Musik

Lantas, kenapa Kolase.com lebih memilih cara crowdfunding sebagai solusi? Well, kalau dilihat dari potensi di era media sosial, crowdfunding memang terbilang menjanjikan. Raden menilai bahwa crowdfunding sudah terbukti berhasil diterapkan di berbagai negara dalam beragam skenario. Melalui crowdfunding, para musisi bisa menjadikan followers mereka sebagai modal awal sambil membangun interaksi yang lebih dekat dan kontributif dengan para fans.

Namun demikian, balik lagi yang membedakan Kolase.com dengan platform crowdfunding lainnya adalah Kolase.com merupakan creative crowdfunding yang berfokus di bidang musik dan proyek kreatif. Kolase.com dapat memfasilitasi para musisi dengan membuat campaign dan selanjutnya para fans bisa membantu mendanai proyek tersebut.

Untuk jenis proyeknya, Kolase.com antara lain menawarkan delapan kategori campaign, yakni Album, Acara Live, Konser, Amal, Video Musik, Buku, Brand Extension, dan Tur. Tapi di awal peluncurannya, kategori campaign yang menjadi unggulan adalah Album, Acara Live, Konser, Tur, dan Amal.

Raden Maulana sedang memegang buku hasil crowdfunding di Kolase.com

Meski target utamanya musisi, Kolase.com tetap terbuka bagi siapa saja yang punya ide kreatif di bidang musik dan ingin mengembangkan industri musik Indonesia menjadi lebih baik lagi. So, seniman atau pihak lain di samping musisi juga bisa ikut membuat campaign. Asal, karya yang dihasilkan nggak menjurus ke diskriminasi Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA).

Dari kalangan musisi sendiri, Kolase.com sudah dimanfaatkan oleh sejumlah musisi mainstream dan sidestream seperti Teddy Adhitya, Agrikulture, United by Haircuts, Bam Mastro, Tulus, Fourtwnty, dan Dekat. Khusus untuk Teddy Adhitya, hasil crowdfunding dari Kolase.com telah berperan besar dalam pendanaan merchandise-nya dan sebagian besar album debutnya, “Nothing Is Real”. Dia berhasil pula mengumpulkan lebih dari Rp70 juta untuk showcase satu tahun anniversary albumnya tersebut.

Sebaliknya dari sisi fans, lo bisa menjadi booster untuk ikutan urun dana. Nantinya, lo yang sudah menyumbang bisa mendapat merchandise, tiket konser, rilisan fisik berupa CD/DVD, atau produk lainnya dari proyek musisi yang lo bantu danai. Hal ini menjadi penting dalam mekanisme crowdfounding. Soalnya, dengan begitu lo akan punya rasa kepemilikan dan dukungan terhadap proyek musisi idola lo sekaligus ikut berperan dalam memerangi pembajakan. “Jadi kami memiliki PR untuk mengedukasi masyarakat agar menghargai karya musik,” ujar Raden.

Tim Kolase.com sedang brainstorm

FYI, dalam waktu setahun sejak diluncurkan pada 1 Februari 2018 lalu, total jumlah pengguna platform Kolase.com telah mencapai lebih dari 22 ribu orang. Bahkan, dalam waktu tiga bulan pertama sejak diluncurkan, Kolase.com berhasil mengumpulkan dana hingga lebih dari Rp300 juta untuk proyek musik dan kreatif. Jumlah campaign dan dana yang terkumpul pun masih terus bertambah hingga sekarang.

Untuk rencana berikutnya, Kolase.com akan beralih menjadi foundation dan meluncurkan Kolase 2.0 dengan perubahan interface. Selain itu, Kolase.com akan bekerja sama dengan Gojek serta membuka opsi fundriser bagi pemerintah dan korporasi.

It’s super cool, isn’t it? Kalau lo masih pengen tahu lebih lanjut seputar Kolase.com, lo bisa lihat video obrolan kami selengkapnya bersama Raden di MLDSPOT TV Season 5 episode 9 dengan tema “Life Around the Stage”. Cek videonya di YouTube Channel MLDSPOT TV, langsung klik tombol subscribe, and get yourself inspired!