Kreasi Lampu Handicraft Artistik ala Ong Cen Kuang - MLDSPOT

Kreasi Lampu Handicraft Artistik ala Ong Cen Kuang

Berbekal pendidikan desain dari Gray’s School of Art dan Robert Gordon University, Budiman Ong sukses membangun Ong Cen Kuang dengan desain yang kental dengan budaya Asia. Brand yang berbasis di Bali ini memiliki spesialisasi dalam menghasilkan karya lampu handicraft artistik bernilai seni tinggi.

Yuk, simak perjalanan Budiman membesarkan Ong Cen Kuang di Indonesia!

 

Apresiasi Karya dan Karyawan

Ong Cen Kuang berawal dari sebuah studio yang didirikan Budiman Ong di Bali pada tahun 2008. Sejak awal berdiri, Ong Cen Kuang merupakan studio kerajinan tangan dan perlengkapan pencahayaan. Pada saat itu, setiap produk dibuat secara manual satu per satu, sehingga setiap produknya memiliki jiwa dan karakternya sendiri.

Setiap karyawan Ong Cen Kuang patut merasa bangga untuk setiap karya yang mereka hasilkan

Hal ini terus dipertahankan oleh Budiman meski Ong Cen Kuang kini tumbuh menjadi brand yang ternama. Ia tetap memperlakukan setiap produk atau karya dengan spesial. Budiman selalu menanamkan nilai-nilai untuk menghargai setiap karya yang dihasilkan, juga setiap karyawan atau craftman yang menjadi elemen terpenting dalam pembuatan setiap karya. Baginya setiap karya yang dihasilkan perlu dihargai agar pembeli juga mampu untuk menghargainya dengan pantas.

“Setiap produk kita itu dibungkus dengan kotak khusus berwarna coklat yang berisi pesan tertentu. Selain itu, nama craftman yang membuat produk tersebut juga tertulis di kemasan sebagai bentuk penghargaan untuk pembuat karya. Ini kami lakukan agar karyawan juga bangga bekerja di Ong Cen Kuang. Kita itu nggak cuma jual produk, tapi kita jual pengalaman,” kata Budiman.

Salah satu produk Ong Cen Kuang yang terbuat dari material resleting

Keunikan lainnya di Ong Cen Kuang adalah cara pembuatan yang nggak dimulai dengan menggambar desain. Menurut Budiman, setiap material memiliki ciri khas tersendiri, sehingga proses pembuatan harus dimulai dengan memahami karakter dari material itu sendiri, baru kemudian membuat desain secara spontan berdasarkan karakter dari material tersebut.

Beberapa material yang digunakan Ong Cen Kuang antara lain besi, kayu, dan yang paling unik adalah ritsleting dan kertas. Ragam material ini menghasilkan berbagai desain lampu hias dengan detail yang unik. Lo akan sulit menemukan lampu artistik seperti produksi Ong Cen Kuang.

Lama pembuatan setiap produk juga cukup beragam, tergantung pada tingkat kesulitan dan material yang digunakan. “Kalau produk yang besar ada yang sampai dua bulan. Kalau produk yang kecil-kecil, ada yang sehari juga sudah bisa selesai,” tutur pria berkaca mata ini.

 

Pencahayaan Sebagai Panggilan Jiwa

Sepanjang perjalanannya dalam ilmu desain, Budiman memang selalu tertarik pada aspek pencahayaan. Baginya, aspek pencahayaan adalah aspek paling penting dalam ranah desain. Pencahayaan merupakan aspek paling penting yang pasti ada di setiap rumah. Lebih dari itu, pencahayaan juga merupakan elemen yang nggak bisa tergantikan.

Budiman berfoto di depan hasil karyanya

Pria kelahiran Kisaran, Sumatera Utara, 23 November 1975 ini bahkan merasa bahwa perjalanannya di bidang desain pencahayaan merupakan takdir yang sudah digariskan. Pasalnya, kata cahaya ternyata sudah ada dalam nama Tiongkok-nya, yaitu Kuang. “Ong Cen Kuang itu kan, nama saya dalam Bahasa Mandarin. Nah, Kuang itu ternyata artinya lampu atau cahaya. Jadi, mungkin ini sudah semacam takdir,” ceritanya bersemangat.

Dari berbagai aspek desain, Budiman selalu tertarik dengan lampu dan pencahayaan. Meski sulit untuk menemukan pasar yang tepat bagi produknya, Budiman tetap mempertahankan idealismenya pada bidang desain pencahayaan. Ia berhasil membuktikan bahwa mempertahankan idealisme dalam bisnis adalah hal yang mungkin. Perpaduan seni Eropa dari pendidikannya dan nuansa Asia sebagai latar belakangnya menjadikan karya-karya Budiman memiliki perpaduan modern dan tradisional yang otentik.

 

Mempertahankan Idealisme dalam Bisnis

Bukan hal yang mudah untuk tetap mempertahankan idealisme dalam hal desain pencahayaan. Apalagi dalam bisnis, pasar adalah hal yang menjadi pertimbangan utama. Namun, Budiman nggak pernah merasa harus mengurangi idealismenya hanya untuk mendapatkan pasar yang ‘pantas’ untuk produknya.

“Memang sulit (untuk menemukan pasar), tapi kuncinya adalah harus tetap persistent. Kalau kita ngerti bahwa yang kita jual itu adalah sesuatu yang beda, pasti akan ketemu pasarnya. Menurut saya, idealisme Ong Cen Kuang justru menjadi identitas yang menjadikan produk-produk kami spesial,” tuturnya mantap.

Material kertas merupakan salah satu material yang menjadi ciri khas Ong Cen Kuang

Hingga saat ini, Ong Cen Kuang telah menghasilkan ratusan karya yang diekspor hingga ke Amerika, Inggris, Italia, dan Prancis. Namun, pasar di Indonesia juga cukup besar untuk berbagai produk lampu hias. “Produk kita itu memang niche, ya. Di Indonesia sendiri juga pasarnya cukup besar. Beberapa yang sering order ke kita itu perusahaan yang pesan lighting untuk kantornya, juga arsitek,” terang Budiman.

Bukan hanya idealisme, mempertahankan identitas dalam bisnis pun tidak mudah. Menurut Budiman, untuk mempertahankan identitas hal yang perlu dilakukan adalah terus menggali untuk lebih mengenal produk atau bidang yang lo geluti!

“Orang akan mencari produk kita, karena mereka mengerti apa yang kita jual. Itulah pentingnya mempertahankan identitas. Kita itu nggak cuma jual produk, kita jual eksperimen,” tambahnya bangga.

Nah, bagi lo yang terinspirasi dengan produk-produk Ong Cen Kuang yang out of the box, lo bisa ikuti Instagram-nya di @ongcenkuang untuk melihat koleksi lengkap mereka. Enjoy!