IWEARZULE, Bebas Bikin Custom Outfit Sesuka Lo!

Sering merasa nggak nyaman kalau menemukan baju yang lo pakai “kembar” dengan orang lain? Atau merasa kesulitan memilih desain tiap kali mau beli baju baru? Dua masalah ini boleh dibilang wajar dan hampir jadi kendala bagi banyak orang, termasuk Zulqarnain Rosano, founder IWEARZULE. Berangkat dari masalah ini, Zule, sapaan akrabnya, melihat sebuah peluang bisnis besar yang bisa menyelesaikan permasalahan soal fashion sehari-hari.

Buat lo yang belum tahu, IWEARZULE merupakan clothing line yang produknya bisa dipesan custom, sesuai keinginan pembeli. Jadi, model atau warna apa pun yang diinginkan bisa lo dapatkan di sini, Bro! Di balik suksesnya IWEARZULE, ada tangan dingin Zule dan tim yang bekerja ekstra keras, termasuk Haries Adiprayuda, co-founder yang akan bagi-bagi cerita lengkap soal brand yang satu ini.

 

Berawal Tanpa Modal

Desain IWEARZULE bisa dibikin custom sesuai selera dan ukuranmu. © www.iwearzule.com

Percaya nggak, Bro, brand besar ini dimulai tanpa modal sama sekali alias nol rupiah! Haries mengatakan bahwa desain awalnya didapat secara gratis melalui internet. Nggak cuma soal desain, teknik marketingnya juga tanpa modal alias mengandalkan media sosial Twitter saja. Baru pada tahun 2014, IWEARZULE punya website sendiri.

Strategi marketing IWEARZULE bermula dari akun Twitter, @celanachino yang dulunya hanya menjual celana chino. Perlahan tapi pasti, saat namanya mulai melambung dan pasar terbuka luas, pada 2013 produknya kian bervariasi dan nama IWEARZULE mulai dipergunakan.

 

Viral karena Produk yang Inovatif

Banyaknya bisnis fashion di Bandung bukan halangan bagi IWEARZULE © www.iwearzule.com

IWEARZULE lahir dan tumbuh di Bandung, lokasi yang banyak tumbuh buat urusan fashion. Sadar bahwa modal bukan hal yang dapat diandalkan, brand yang satu ini memantapkan diri untuk punya Unique Selling Point tersendiri, yaitu produk-produk yang unik dan inovatif. Nggak disangka, konsep itu justru diterima pasar dan membawa nama IWEARZULE jadi melejit di pasaran.

"Tahun 2017, kita mengadopsi pakaian multifungsi pertama kita di Indonesia yang disebut jaket Ezio, dengan 12 fitur di dalamnya. Itu awal mula booming atau viral dari produk IWEARZULE, sehingga sekarang juga dikenal sebagai brand dengan produk yang inovatif dengan fungsi-fungsi di dalam pakaiannya," cerita Haries.

Setelah kemunculan jaket Ezio, IWEARZULE terus berusaha untuk memunculkan produk baru yang inovatif, di antaranya ada pakaian yang bisa diubah jadi lengan panjang atau pendek, pakaian yang bisa jadi sajadah, dan masih banyak lagi! Dalam waktu dekat, brand ini bakal merilis multifungsi outfit yang bisa dimasukkan ke dalam travel pouch!

 

Punya Desainer dan Pabrik Internal Sendiri

IWEARZULE selalu punya sesuatu yang unik untuk ditawarkan © www.iwearzule.com

Di awal kemunculannya, desain IWEARZULE memang hanya mengandalkan internet. Namun, seiring perkembangannya dan demi menghadirkan produk yang kian inovatif, IWEARZULE sudah punya tim desain sendiri. Tim inilah yang melakukan survei secara berkala untuk tahu selera pasar terkini.

Berkembang pesat dan menjadi besar, sudah tentu IWEARZULE memerlukan properti pendukung untuk kelangsungan produksi. Dari yang awalnya tanpa modal dan mengandalkan pesanan satuan, kini brand satu ini telah memproduksi ribuan produk setiap harinya. Ribuan pesanan ini datang dari customer perseorangan dan partai besar alias community atau corporate order.

"Kita punya pabrik internal dengan kapasitas 5.000 sampai 6.000 pakaian custom per bulan, juga kapasitas fleksibel di atas 6.000 pieces. Ini karena IWEARZULE juga bermitra dengan pabrik-pabrik garment lainya," ungkap Haries.

 

Kolaborasi dengan Seniman dalam Negeri

IWEARZULE berkolaborasi dengan artis gambar Naufal Abshar © www.iwearzule.com

Selain menghadirkan produk yang inovatif, IWEARZULE juga menghadirkan produk kolaborasi dengan seniman Tanah Air. Seperti Ganindra Bimo, Jesse Wilde, Barry Likumahuwa, dan mendiang Mike Mohede.

Untuk kolaborasi terbarunya, IWEARZULE bekerja sama dengan Naufal Abshar lewat lini produk D.O.G.O bertema “Dream”. Dengan membeli produk ini, artinya lo ikut berkontribusi dalam mewujudkan mimpi sebagian anak negeri, Bro! Soalnya, sebagian hasil penjualan produk D.O.G.O akan disumbangkan untuk membantu pendidikan anak-anak Indonesia.

"IWEARZULE berkolaborasi dengan Naufal Abshar di lini produk D.O.G.O PROJECT yang ketiga. D.O.G.O PROJECT sendiri adalah lini produk yang di-develop dengan tema semangat untuk meraih mimpi," ungkap Haries.

 

Jadilah Diri Sendiri

Dengan menggunakan produk dari IWEARZULE, lo bisa jadi diri sendiri. © www.iwearzule.com

Menutup obrolan, Haries mengungkapkan bahwa IWEARZULE sebenarnya bukan brand yang menjadi kiblat fashion. Mereka mencoba menjadi diri sendiri dengan desain-desain yang tetap mengangkat model casual yang simpel, tapi juga menyelesaikan masalah atau meringankan aktivitas konsumennya. "Jadi pesan dari IWEARZULE, jadilah diri sendiri, dan pakai apa pun yang membuat kamu nyaman," tutup Haries.

Nah, kalau lo penasaran sama produk fashion yang unik ini, langsung aja follow Instagram-nya di @iwearzule, Bro!