Hangatkan Hari dengan Teh Artisan dari Teabumi

Menjamurnya tempat-tempat ngopi tentu jadi berkah tersendiri buat orang yang hobi minum kopi. Tapi, banyak juga yang merasa kurang cocok nongkrong di coffee shop karena nggak doyan cita rasa kopi yang cenderung pahit dan asam. Untungnya, sekarang juga banyak lho kedai-kedai teh bernuansa homey yang bisa lo kunjungi, Urbaners!

Salah satu nama yang mencuat belakangan ini adalah Teabumi. Kedai peracik teh artisan ini berlokasi di Jalan Pajajaran 72, Bandung. Lokasinya strategis dan dekorasinya ditata sedemikian rupa agar meninggalkan suasana yang hangat. Di Teabumi, lo akan menyelami kecantikan teh Jawa Barat dengan lebih simpel, dekat dan membumi. Nggak hanya lewat menu-menunya, mereka juga kerap mengadakan diskusi santai untuk lebih memperkenalkan varian teh Indonesia, manfaatnya, serta cara penyeduhan yang tepat. Simak ulasan lengkapnya di sini yuk!

 

Teh Artisan dengan Nuansa Rumahan

Suasana sepi dan rimbun, pas untuk menikmati teh layaknya di teras rumah

“Konsep Teabumi adalah ‘Rumah’, gue dan tim ingin menghadirkan rumah untuk tamu yang datang, sesuai dengan konsep bangunan yang memang merupakan sebuah rumah tinggal,” jelas Mei Ping Chandra selaku founder Teabumi.

Dengan mengembalikan nuansa kolonial bangunan, mereka membangkitkan lagi atmosfer rumah tempat ngeteh zaman Belanda. “Kedai Teabumi terbuka untuk segala usia, buat mereka yang punya kenangan di masa Belanda dulu, maupun juga anak-anak muda kekinian di era sekarang,” tambah Mei Ping.

Lewat arsitektur dan interiornya, Mei ingin menghadirkan mood yang hangat dan intimate, sehingga tamu betah berlama-lama di tengah suasana sejuk kota Bandung. Tempat ini juga cocok untuk bercengkrama bersama teman, saudara, hingga keluarga. Sentuhan elemen kayu dan kehijauan membuat sesi nongkrongmu terasa lebih lengkap, serasa mengobrol di rumah sendiri.

 

16 Macam Teh Artisan

Sejauh ini, Teabumi menyediakan 16 macam teh artisan, termasuk blend. Mereka menawarkan black tea, green tea dan sang primadona yaitu white tea. Diceritakan Mei Ping, pilihan favorit tamu sejauh ini adalah white tea, karena memiliki cita rasa floral, manis alami dari daun teh, dan warna yang jernih.

Sajian mocktail dengan pilihan teh khas dari Teabumi

“Banyak yang penasaran, pas diseduh warnanya jernih tapi kok rasanya begitu kaya, makanya banyak yang suka,” terang Mei Ping. Untuk tea mocktail-nya sendiri, Teabumi lebih banyak menggunakan teh hitam dan teh hijau dengan kualitas premium. Soalnya, ketika dicampur dengan bahan lain, kedua jenis teh ini nggak akan kehilangan karakter dan cita rasa. Jadi, lo bakal bisa mencicipi sentuhan aroma teh yang khas dalam setiap tegukan.

Menu andalan Teabumi sampai saat ini adalah White Tea Ciwidey yang merupakan teh putih terbaik Jawa barat. Untuk mocktailnya, ada Laras Teabumi yang merupakan sajian mocktail dengan campuran belasan bahan buah, bunga, dan rempah.

“Kombinasi dari campuran bahan yang ada menciptakan keseimbangan rasa, dari situ jugalah kami mendapatkan inspirasi namanya, yaitu Laras Teabumi,” tambah Mei Ping. Nggak melulu soal teh, untuk varian makanannya, lo bisa mencoba Nasi Kuning Spesial yang menggabungkan makanan khas Banjar, Manado dan Sunda dalam sepiring hidangan. Menarik banget kan, Urbaners?

 

Edukasi Masyarakat Mengenai Teh

Konsep teh artisan yang diusung oleh Teabumi nggak hanya sekedar menyajikan teh untuk dicicipi. Untuk mempopulerkan kebiasaan minum teh, mereka juga mengadakan edukasi dasar pengenalan macam-macam teh, khususnya teh andalan yang berasal dari Jawa Barat. Nggak mau kalah dengan popularitas kopi yang makin digemari masyarakat, Teabumi juga bertujuan untuk mempromosikan blend tea. Dengan penyajian cantik, cita rasa yang unik, dan blend tea yang segar, lo pasti akan ketagihan untuk mencicipi teh dari Teabumi, Urbaners.

Kerap mengadakan talkshow untuk menambah wawasan kepada publik mengenai teh

Memaksimalkan upaya edukasi masyarakat mengenai teh, Teabumi secara intens dan kontinu mengadakan diskusi dan talkshow. Dalam setahun ini, Teabumi sudah mengadakan empat kali diskusi untuk memperkenalkan dan membuat ragam menu dari teh Indonesia. Bekerja sama dengan penikmat teh dari Bandung dan juga kota-kota lain, Teabumi mengimbau masyarakat untuk lebih aware dengan jenis teh yang dikonsumsi, terutama soal manfaat dan pengolahannya.

“Hal ini tentu penting, karena setiap teh sebenarnya memiliki manfaat spesifik yang berbeda-beda. Untuk itu, kita perlu membangun kesadaran apa-apa saja yang kita konsumsi, agar bisa menjaga keharmonisan dan keseimbangan fisik dan jiwa,” terang Mei Ping lagi.

 

Menjawab Kebutuhan Penikmat Teh

Menurut Mei Ping, di tahun 2020, minat masyarakat akan teh akan semakin naik dan mereka mulai berani mencoba berbagai kreasi teh artisan. Bisa jadi, akan semakin banyak kafe yang mengusung tema tea house dan akan lebih bertambah lagi event edukasi maupun kontes yang berhubungan dengan speciality tea.

Di awal Januari ini misalnya, Teabumi membuka ‘Pojok Cerita Teabumi’, dimana tamu bisa menyeduh sendiri teh yang mereka pilih dengan metode seduh sesuai selera. “Teabumi akan menyiapkan peralatan yang diperlukan supaya tamu bisa menikmati hasil seduhan yang maksimal,” kata Mei Ping.

Bandung sebagai salah satu sentra industri kreatif berkembang dianggap Mei Ping merupakan lokasi yang tepat untuk membuka tea house. Pastinya, ada banyak anak muda yang menunjukkan jati diri lewat kreativitas yang dihasilkan, baik dalam bentuk produk maupun jasa. Bagi Teabumi, ini merupakan tantangan untuk selalu menghasilkan sajian-sajian yang orisinil.

“Gue berharap Teabumi sebagai penyedia teh lokal Indonesia dapat bersaing di negeri sendiri dan penikmat teh semakin bertambah. Semoga saja Teabumi dapat terus berkontribusi dengan cara mengedukasi dan memperkenalkan teh lokal Indonesia secara lebih massal lagi,” tutup Mei Ping.

Urbaners, kalau tertarik mencoba teh artisan terbaik di Jawa Barat, langsung aja kunjungi @teabumi!