Sammy Bramantyo, dari Band Metal hingga Jadi Bos Burger

Kalau lo penikmat musik metal Indonesia, pastinya nggak asing dong sama nama Seringai. Pastinya juga lo familiar dengan nama Sammy Bramantyo, bassist dari band metal yang dibentuk sejak 2002 ini. Sammy sendiri bergabung dengan Seringai pada tahun 2003. Setelah 17 tahun berkarir di dunia musik, kini ia juga telah menjadi pengusaha sukses di bisnis F&B. Seperti apa perjalanan karirnya? Pantengin kisah lengkapnya di sini, deh!

 

Akrab dengan Musik Sejak Dini

Cowok kelahiran 15 Maret 1982 ini pertama kali belajar main musik saat duduk di kelas 5 Sekolah Dasar (SD). Saat itu, Sammy kecil mulai mencoba bermain gitar, yang diajarkan langsung oleh sang kakak yang kala itu menggemari musik rock dan metal. "Kalau nge-band pertama kali kelas 3 SMP. Mulai belajar main bass kelas 1 SMA. Kalo nge-band yang serius baru sama Seringai tahun 2003. Ketika itu umur saya 21 tahun," ungkap Sammy.

Nggak perlu banyak alasan, dan nggak ada dorongan khusus sampai akhirnya Sammy terjun ke dunia musik. Hanya butuh ketertarikan dan bisa memainkan alat musik, menurutnya sudah cukup jadi modalnya. "Kayaknya kombinasi dua hal itulah yang paling sering mendorong orang untuk bermusik," ujarnya.

 

Seringai Bukan Sekadar Band Metal

Seringai sudah jadi keluarga bagi Sammy Bramantyo

Di tahun 2020, Seringai resmi memasuki usia 18 tahun. Bukan perjalanan yang singkat untuk sebuah band, apalagi dengan warna musik yang peminatnya nggak sebanyak genre mainstream. "Seringai bukan band yang instan. Kami menempuh perjalanan yang sangat panjang untuk bisa seperti sekarang. Pernah gabung di major label, sampai akhirnya membuat label sendiri," kenang Sammy.

Mereka memulai semuanya dari acara underground metal, sampai akhirnya main di festival musik milenial. Sammy ingat, band-nya pernah main di pensi, siang bolong, dengan penonton hanya 5 orang yang isinya panitia acara. Tapi, mereka juga terus berkembang sampai menjadi band pembuka konser Metallica di depan 60 ribu penonton, lho!

Memupuk kekompakan dalam band hingga hampir dua dekade bukanlah waktu yang singkat. Intensitas bertemu yang padat dan selalu bersama ke mana-mana saat tur, membuat satu sama lain jadi lebih dekat. Kedekatannya pun lebih dari sekadar teman nge-band. "Seringai itu keluarga. Brothers from other mothers. Seringai juga merupakan warisan kami kepada dunia musik. Sesuatu yang bisa dicari dan dinikmati oleh siapa pun di masa depan, selamanya," papar Sammy.

 

Menapaki Dunia Bisnis di Usia Muda

Sammy dan hasil masakannya di Lawless Kitchen

Sammy pertama kali mencoba berbisnis secara serius di usia yang cukup muda, yaitu 23 tahun. Pada tahun 2005, ia menggarap usaha bakery. Sejak awal, Sammy memang banyak bergelut di bidang bisnis F&B. "Rasanya exciting. Saya sangat antusias untuk bisa belajar bisnis secara real. Sesuatu yang selalu ingin saya jalankan, karena salah satu mimpi saya adalah pensiun dini," ungkapnya dibarengi tawa.

Punya mimpi seperti itu bukan berarti Sammy nggak ingin produktif atau berkarya lagi. Cowok ini ingin suatu hari nanti punya kebebasan waktu dan finansial, sehingga bisa melakukan apa pun yang ia mau. "Cara untuk mencapai target itu ya dengan berbisnis. Kalau ternyata nanti hal yang ingin saya lakukan itu adalah tetap menjalankan bisnis atau band, itu adalah kemauan saya, bukan keharusan," ujarnya.

Nggak serta merta berjalan lancar dan hanya merasakan kesuksesan saja, Sammy juga sempat mengalami jatuh bangun dalam menjalani bisnis. Banyak suka duka yang ia rasakan selama menjadi pengusaha. "Kehilangan uang karena bisnis bangkrut, pecah kongsi sama partner, dibohongin, itu semua udah pernah saya rasain," kenang Sammy.

"Tapi di balik pengalaman buruk, tentu ada juga hal-hal yang menyenangkan. Ketika menikmati uang hasil usaha sendiri, mendapat restaurant award, dan bisa membuka cabang baru, itu semua menjadi sebuah pelajaran berharga, pencapaian yang tinggi, dan kebahagiaan bagi saya," lanjutnya.

 

Lawless, Perwujudan Keinginan Sammy Bikin Resto & Bar

Lawless Jakarta, wujud all in one dari semua hobi Sammy

Saat ini, usaha yang aktif dijalankan Sammy adalah Lawless Jakarta Group. Di dalamnya ada lini apparel & music merchandise store, restoran, bar, frozen food, bengkel, label rekaman independen, hingga motorcycle event organiser.

"Sudah lama saya dan kawan-kawan di Lawless ingin memiliki sebuah resto & bar. Tapi hal tersebut baru terwujud di 2017, ketika saya mendapat inspirasi saat travelling di tahun 2016," ungkapnya. Setelah beberapa bulan brainstorming untuk mematangkan konsep dan jenis makanannya, akhirnya lahirlah Lawless Burger Bar.

Bisa dibilang, Lawless adalah kombinasi hal-hal yang menjadi passion Sammy. Dengan konsep 'Rock n roll burger joint and bar', lo pasti sudah bisa membayangkan seperti apa suasana Lawless Burger Bar ini. Selain menjanjikan makanan dengan kualitas terbaik, tempat ini juga unik.

"Makanan di Lawless sebanding dengan rasa dan harganya. Porsinya juga besar. Dikemas dengan ambience restoran dan playlist yang ter-influence oleh kultur musik rock dan metal," ujarnya. Lo harus banget berkunjung ke Lawless Burger Bar ini, karena lo akan kesulitan menemukan paket kombinasi seperti yang disebut Sammy di tempat hiburan lain.

"Lawless adalah strategi saya untuk tetap memiliki penghasilan di luar bermusik. Supaya musik saya tetap jujur dan bisa tetap nggak peduli sama selera pasar," ungkap Sammy.

 

Nggak Ingin Berhenti di Lawless Burger Bar

Keberhasilan bisnis dalam perjalanan karir Sammy nggak didapatkan dengan mudah dan instan. Semua ada prosesnya, dan ada pelajaran berharga dalam tiap langkahnya menuju sukses. "Kalau saya bilang bisnis saya berhasil karena keberuntungan, maka saya sedang merendah. Keberhasilan nggak datang dengan sendirinya. Butuh banyak belajar, kerja keras, dan konsistensi," ungkap Sammy.

Nggak ingin berhenti di titik ini, Sammy pun sudah punya angan-angan ke depan. Tantangan berikutnya, cowok ini ingin mencoba membuat sesuatu yang di luar kebiasaannya. Walau belum mau membocorkan rencananya, tapi Sammy sukses bikin penasaran, Bro. "Pokoknya sesuatu yang masih saya sukai namun idenya segar dan nggak bakal ketebak," ujarnya memberi hint.

Ada banyak hal yang jadi hobi dan kesukaan Sammy, termasuk musik, bisnis, motor, dan juga tato. Ditanya tentang pilihan, dia punya jawaban yang bisa lo jadikan inspirasi juga nih, Bro. "Kenapa harus memilih satu passion ketika lo bisa mendapatkan semuanya?" serunya sambil tertawa.

Buat lo yang masih maju mundur mau terjun ke dunia bisnis, Sammy punya pesan, nih. Yang pertama, lo harus mencari keunikan sendiri, nggak hanya sekadar meniru, lo juga wajib punya konsep yang matang. “Jangan ragu untuk memulai, dan harus aktif dan konsisten. Gagal itu biasa, jadi jangan takut dan bersiaplah untuk bangkit dan mulai lagi. Kalau lo nggak bersedia untuk melakukan semua itu, mending sekalian gak usah mencoba. Baguslah, jadi saya nggak nambah saingan," pungkasnya sambil bercanda.

Gimana, bro? Dari Sammy Bramantyo, lo bisa belajar untuk mengkombinasikan beberapa passion yang lo miliki menjadi sebuah project yang asyik dan menghasilkan. Tertarik untuk jadi pengusaha dan musisi kaya Sammy?

Sambil mikir-mikir, coba dengerin deh playlist PSYCHEDELIC SESSION yang dibuat Sammy Bramantyo khusus buat lo semua:

1. THE PRETTY THINGS ‘She’s a Lover’ — Parachute

2. HAWKWIND ‘Images’ — Space Bandits

3. TAME IMPALA ‘Elephant’ — Lonerism

4. THE GRATEFUL DEAD ‘That’s It For The Other One’ — Anthem Of The Sun

5. DEEP PURPLE ‘Space Truckin’’ — Machine Head

6. STEPPENWOLF ‘Magic Carpet Ride’ — Steppenwolf

7. FLEETWOOD MAC ‘The Chain’ — Rumours

8. DAVID BOWIE ‘Space Oddity’ — David Bowie (aka Space Oddity)

9. CREAM ‘Sunshine Of Your Love’ — Those Were The Days

10. SLEEP ‘Dragonaut’ — Sleep’s Holy Mountain