Dio Santoso, Sosok Di Balik Serial Entrepreneur Kekinian

Terkadang sebuah kesuksesan justru memiliki latar belakang yang penuh dengan tantangan. Persis seperti yang dialami oleh Dio Santoso, sosok di balik kesuksesan bisnis kuliner @fedwell dan @berrywell. 

Ternyata, pemicu Dio mendirikan usaha kuliner sehat tersebut dikarenakan memiliki kelebihan berat badan dan nggak kunjung berhasil menurunkan berat badannya lewat olahraga dan metode diet apa pun. Cermat membaca celah bisnis dari pengalaman nyata membuat Dio mengembangkan usaha ke lingkup lain. Simak kisah inspirasi Dio di sini!

 

Senang Punya Usaha Sendiri Ketimbang Kerja sama Orang

Bisa dibilang beberapa bisnis yang dijalankan oleh Dio Santoso dibangun karena pengalaman pribadinya. Sampai saat ini, pria yang selalu menerapkan gaya hidup sehat dan seimbang ini sudah menjalankan beberapa jenis usaha seperti Leafwell Catering, Berrywell, Fedwell, dan Haluu world.

Buat lo yang belum tahu, @haluuworld adalah sebuah exhibition untuk lo yang senang berfoto di tempat-tempat aesthetic untuk di upload ke sosial media. “Sebenarnya di awal itu cuma mau bikin usaha catering dan @haluuworld hanya usaha iseng karena ingin stress relief, tapi ternyata jadi serius ya sudah dijalanin saja. Dari @haluuworld, sekarang kami punya creative agency namanya Haluu Creative sebagai perencana instalasi buat selfie lovers,” terang Dio lagi.

“Orangtua gue adalah wirausahawan, makanya dari awal kuliah gue sudah memutuskan untuk membuka usaha sendiri,” jelasnya. Nggak jauh-jauh mencari inspirasi jenis usaha apa yang akan dibuka, Dio menemukannya dari pengalaman pribadi.

Orangtua adalah sosok yang membuatnya ingin membuka usaha sendiri dan menjadi mandiri

Pernah mengalami obesitas dan susah menemukan katering sehat yang sesuai membuat Dio melakukan riset sendiri, konsultasi dengan dokter, sampai akhirnya menemukan formula untuk menurunkan berat badan melalui pola makan sehat.

Leafwell sendiri dirintis sejak 2004 ketika katering sehat belum menjamur seperti sekarang. Tentunya tantangan yang dihadapi oleh Dio dan rekan-rekan usahanya pada waktu itu lebih sulit. Mulai dari memperkenalkan, mengedukasi, menjalankan tester, melakukan survei, perubahan menu dan lain-lain.

“Tapi semuanya dilakukan dengan semangat sih, karena gue memang lebih senang punya usaha sendiri ketimbang bekerja dengan orang lain,” kenangnya.

 

Menjawab Kebutuhan Anak Muda

Bisa dibilang Dio ini selalu cerdas menjawab kebutuhan pasar dalam setiap usahanya. Ini merupakan poin penting yang bisa banget lo jadikan acuan hidup Urbaners, terutama buat yang ingin membuka usaha. Ketika kuliner sehat belum mewabah seperti sekarang, Dio melihat peluang tersebut dan membuka katering sehat dengan konsep matang.

Hidup harus punya visi ke depan kalau nggak bakal kegilas zaman

“Gue sejak remaja punya kecenderungan obesitas dan pernah mencapai berat badan 100 kg lebih. Waktu itu susah banget menurunkannya,” kata Dio. Mencoba produk-produk penurun berat badan, pola makan tanpa garam, serta olahraga habis-habisan, pun diet mati-matian dijalankannya ternyata hasilnya tetap nol besar.

Pada akhirnya Dio sampai di titik kesadaran kalau menurunkan berat badan nggak bisa tergantung pada pola makan atau olahraga saja. Harus menjalankan kedua-duanya, serta konsisten.

Butuh waktu yang nggak singkat untuk menurunkan berat badan secara sehat, dan melakukan hal-hal yang ekstrim hanya akan mengganggu kesehatan dan membuat berat badan nggak stabil. “Oke lo cepat turun berat badannya tapi selalu ada efek negatif dari pola-pola ekstrem tersebut,” tambahnya.

Pengalaman inilah yang membuat Dio menemukan formula sehat yang dibawa ke usaha kulinernya. Semua food and beverage yang dijalankan Dio memiliki visi membuat healthy food accessible, affordable and delicious at the same time. Ada stigma-stigma kalau makanan sehat itu nggak enak rasanya, hanya bisa makan menu spesifik dan pandangan-pandangan  menantang lainnya.

Menu di @fedwell nggak hanya menarik secara estetika tetapi juga enak dan pastinya sehat

Visi misi yang didasarkan dari pengalaman serta riset pribadi inilah yang membuat Dio berani membuka usaha kuliner sehatnya. Untuk jenis usaha yang berbeda, Dio melihat peluang lain. Anak-anak muda kekinian sekarang hobi berfoto kemudian upload ke sosial media. Demi menjawab kebutuhan inilah akhirnya Dio membuka usaha instalasi Haluu World yang saat ini berkembang menjadi creative agency.

Kalau lo sempat main-main ke Plaza Indonesia Maret 2019 lalu dan melihat instalasi wow dengan tema balon, itu adalah proyek yang dijalankan oleh Dio melalui Haluu World. “Konsep Haluu World sendiri lebih ke happy, rileks, dan menghilangkan stres, apalagi era sosial media saat ini banyak yang hobinya foto-foto kan,” terang Dio lagi.

 

Manajemen Waktu untuk Multiple Bisnis

Konsep kekinian yang diusung Haluu World menjaring anak muda untuk melakukan sesi photo shoot

Walaupun panggilan jiwa, dan dijalani dengan senang hati, Dio mengaku bahwa menjalankan multiple bisnis seperti ini sulit. Karenanya, ia harus selalu tahu mana yang perlu diprioritaskan. “Kalau manajemen tips dari gue adalah selalu bikin jadwal jelas untuk semua kegiatan masing-masing bisnis dengan skala prioritas,” kata Dio sambil menambahkan bahwa biasanya ia membagi pekerjaannya dari waktu kerja. Biasanya, saat pagi dia mengerjakan urusan bisnis kuliner baru setelahnya urusan Haluu World.

Intinya sih kalau menurut Dio, nggak ada yang sulit selama lo mau berusaha dan senang dengan apa yang lo jalani.  Semua bisnis pasti ada tantangannya, baik itu yang sedang merintis ataupun sudah berkembang.

Tantangannya pun bermacam-macam, mulai dari time management sampai ke human resources. “Apapun itu ya harus dihadapi dan dicari solusinya,” tambah Dio lagi. Sebelum menutup percakapan Dio memberikan tips kepada anak muda untuk nggak pernah takut mencoba dan always work to the fullest. “Jangan pernah merasa malu dengan apa yang lo kerjakan,” cetus Dio.

Dari kisah Dio ini, kita sama-sama bisa belajar kalau gagal adalah hal yang biasa, dan semua kisah sukses selalu bermula dari kegagalan. Masalahnya, apakah lo mau mengakui dan menerima kegagalan kemudian kembali berdiri setelah jatuh. Itulah yang paling penting!