Danis Sie: Kembali ke Tanah Air untuk Kembangkan Skena Desain Lokal

Pengalaman menikmati karya visual terus berkembang dari waktu ke waktu. Tujuannya adalah demi memberikan pengalaman berbeda dalam menikmati estetika karya. Bahkan, belakangan hal tersebut tengah menjadi tren tersendiri di Indonesia.

Salah satu medium yang turut menandai perkembangan tren pengalaman visual estetis adalah pameran instalasi seni atau media art. Nggak hanya menjadi medium yang atraktif untuk memperkenalkan karya dalam lingkup yang lebih besar, instalasi seni juga dapat menjadi spot yang Instagrammable bagi generasi urban di media sosial.

Tapi, again and again semua nggak akan terwujud kalau nggak ada inisiatif lebih dulu dari para seniman dan desainer untuk mengeksplorasi bentuk ekspresi baru. Lo pun mungkin sudah mengenal sejumlah nama-nama beken yang menjadi pelopornya. Seperti Inspiring People kita kali ini misalnya.

Adalah Danis Sie, sosok desainer dengan segudang portofolionya. Pria kelahiran 1987 ini mempelajari desain grafis secara otodidiak, sebelum akhirnya melanjutkan studi Visual Communication Design di Singapura pada tahun 2005. Semasa kuliah, dia terpilih sebagai finalis Crowbar Awards, kompetisi pekerja kreatif muda yang diadakan oleh the Association of Accredited Advertising Agents Singapore.

Usai mendapat gelar, Danis sempat bekerja sebagai desainer grafis dan identitas di Ministry of Design, BLACK, serta beberapa design agency di Singapura. Namun demikian, ibarat lirik lagu “Tanah Airku” yang selalu membawa si penyanyi kembali ke negerinya tercinta, pada tahun 2011 dia memutuskan untuk kembali ke Surabaya dan melanjutkan karirnya di sana.

 

Membuka Lembaran Desain Baru di Negeri Sendiri

Sebagian dari lo mungkin bertanya-tanya kenapa Danis lebih memilih membangun bisnis di kota asalnya Surabaya ketimbang di Jakarta yang notabene pusat bisnis dan perkembangan desain. Semua ternyata berawal dari dirinya yang merasa terjebak dalam rutinitas yang kompetitif. Hal itulah yang mendorongnya untuk ‘pulang kampung’ dan mendirikan Sciencewerk Studio.

Host MLDSPOT TV sedang bertanya kepada Danis Sie di sebuah ruang tamu

Lebih tepatnya, Danis mendirikan Sciencewerk di Surabaya dengan harapan bisa berkontribusi untuk membangun identitas skena desain dan seni lokal. Dia ingin membuat desain untuk membantu bisnis-bisnis lokal membangun branding dan bahasa visual mereka. Lebih dari itu, dia ingin mengedukasi publik Surabaya bahwa desain adalah bidang yang punya nilai sehingga perlu diapresiasi dan nggak bisa didapat secara gratis alias cuma jadi ‘proyek thank you’ semata.

Sciencewerk merupakan studio desain dan ilustrasi dengan beberapa sub-fokus yang masing-masing punya sisi eksperimentalnya sendiri. Meski terbilang baru, studio ini telah tumbuh menjadi salah satu studio desain terkemuka di Indonesia. Karya-karya studio ini sudah di-feature di banyak publikasi desain internasional, sebut saja The Asia Pacific Design Yearbook terbitan Sandu dari Guangzhou, Cina dan PAGE Magazine dari Jerman.

Host MLDSPOT TV sedang memegang karya dari SpecimenLab

Nggak cukup sampai di situ, Danis melakukan terobosan lainnya melalui SpecimenLab. Kehadiran SpecimenLab nggak lepas dari demand pasar anak muda atas living sculpture. Proyek-proyeknya meng-highlight art plants, planters, dan objek buatan para seniman dan desainer. Di akhir tahun lalu misalnya, SpecimenLab mengadakan pameran “Evolve: The Living Sculpture”, yang menampilkan tanaman spesimen dan seni tanaman hias dengan melibatkan seniman dari Indonesia, Jepang, dan Thailand.

Ada pula Of Sorts, dengan ragam instalasi seninya yang ‘bercerita’. Instalasi karya Of Sorts, termasuk instalasi komersial untuk brand, kerap menampilkan beragam tema dan storytelling yang menarik. Itulah kenapa Of Sorts disebut sebagai proyek visual storyteller. Instalasinya antara lain pernah digunakan di event Basha Market, Haluu World, Science of Love.

Sementara itu, terkait industri desain di Indonesia, Danis menilai bahwa situasinya bisa digambarkan seperti di sebuah hutan. “Kadang kita bisa bertemu orang yang menghargai desain yang bagus, tapi bisa juga sebaliknya. Dari sekian banyak penghuni hutan, kita hanya perlu menjadi yang berbeda untuk menarik mereka yang memahami keunikan kita,” jelasnya.

Overall, Danis mengajarkan kita kalau desain visual nggak cuma sekadar bahan untuk foto-foto dan mempercantik media sosial doang. Justru, desain visual bisa menjadi medium berekspresi dan berpromosi melalui kekuatan estetikanya yang unik.

Yuk, kulik lebih lanjut seputar perkembangan dunia desain dan seni bareng Danis. Tonton MLDSPOT TV Season 5 episode 11 dengan tema “Visual Aesthetic Experience” di YouTube Channel MLDSPOT TV. Jangan lupa subscribe, and get yourself inspired!