Memahami Dinamika Car Culture Bersama Kolektif Pencinta Mobil Goodrides

Banyak banget yang bisa dikulik dari dunia otomotif. Hal itulah yang kemudian mendorong para pecinta otomotif untuk berkumpul dan saling berbagi pengetahuan maupun pengalaman. Obrolan seputar otomotif akhirnya nggak berhenti sampai di fungsi utamanya sebagai kendaraan saja, tapi terus berlanjut hingga ke gaya hidup dan ciri khas personal.

Ngomongin soal kumpul-kumpul pecinta otomotif, ada satu kolektif yang bisa dibilang menjadi barometer dinamika urban car culture di Jakarta dan sekitarnya. Yup, kolektif ini bernama Goodrides. Bermula dari kecintaan pada mobil dan pengalaman berkendara yang berkualitas, Adhi KZ, Ardito S Bachrie, Dean Zean, serta lima orang lainnya terdorong untuk membentuk Goodrides agar bisa melakukan sesuatu yang berdampak bagi perkembangan car culture di Indonesia.

Kalau lo perhatiin, logo Goodrides mirip seperti gabungan angka 999. Hal tersebut ternyata masih terkait dengan tagline mereka, yaitu “Good times, good friends, good rides.” Angka 999 menggantikan huruf g di awal setiap frase. Intinya, Goodrides ingin menunjukkan bahwa mereka nggak melulu tentang mobil, tapi juga bagaimana menghabiskan waktu yang berkualitas dengan sesama car enthusiasts.

Salah satu anggota Goodrides berada di dalam mobil hitam dengan kaca terbuka

Eits, tapi ada lagi nih yang perlu digarisbawahi, Urbaners. Goodrides sebenarnya bukan komunitas loh ya. Meski banyak yang mengira kalau Goodrides adalah komunitas, pihak Goodrides sendiri merasa istilah tersebut kurang tepat bagi mereka karena mereka nggak pernah mengadakan open recruitment dan anggota mereka nggak pernah berubah. Mereka lebih suka disebut sebagai kolektif yang memiliki movement atau simpelnya semacam kelompok yang tertutup.

 

Ajang Berbagi Nikmatnya Berkendara

Goodrides memulai kiprahnya di tahun 2013 dengan membuat konten berupa artikel serta video dan vlog di YouTube. Ketimbang hanya membahas seputar spesifikasi mobil, mereka lebih suka membahas tentang hubungan personal antara mobil dan pemiliknya. Yang jelas, mereka mengganggap mobil sebagai medium untuk berekspresi. Contohnya bisa dilihat

pada konten “DSC - Duduk Sambil Cerita”, di mana para pemilik menceritakan kisah di balik mobilnya.

Selain aktif membuat konten, Goodrides pun rutin mengadakan event melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Basically, mereka nggak terlalu setuju dengan konsep kontes, makanya event-event mereka diseimbangkan dengan kegiatan kumpul-kumpul. Beberapa di antaranya adalah “Speed Matsuri”, “Hot Lap Challenge”, serta “Cars & Coffee”.

FYI, Goodrides pernah mengadakan sebuah event di Cibubur yang sampai viral di media sosial. Namun demikian, di awal kemunculannya ada pula saat-saat di mana mereka masih harus berusaha lebih keras untuk menarik perhatian para car enthusiasts. “Dulu yang dateng ke acara kita sepi banget, paling cuma temen-temen deket. Sekarang karena sudah pengalaman dan sudah tau celah-celahnya, seneng banget kalo banyak yang dateng dan antusias banget,” ungkap salah satu perwakilan Goodrides.

Untuk rencana ke depannya, Goodrides masih akan melanjutkan beragam program mereka yang sudah berjalan. Selain itu, kemungkinan akan ada beberapa hal baru yang ingin mereka hadirkan di tahun 2020. Terlepas dari itu, masih ada satu hal yang sangat ingin mereka wujudkan, yaitu membuat Goodrides Garage. “Jadi kalau ada project bikin mobil kita bisa in-house.”

Anyway, obrolan kami bersama Goodrides nggak berhenti sampai di sini saja, Urbaners. Kalau lo mau tahu lebih lanjut tentang konten atau event mereka, langsung tonton aja videonya di MLDSPOT TV Season 5 episode 7 dengan tema “Urban Car Culture” di YouTube Channel MLDSPOT TV. Don’t forget to subscribe, and get yourself inspired!