Di Balik Sentilan Finansial ala Big Alpha Indonesia

Apa reaksi lo ketika diajak berbicara soal pasar modal, indeks saham, sampai suku bunga, Bro? Kecuali lo bekerja di sektor keuangan dan perbankan, wajar banget kalau lo mengerutkan dahi setiap mendengar istilah finansial di atas. Tapi, di era keterbukaan informasi seperti ini, proses pembelajaran isu-isu keuangan di Indonesia makin mudah berkat banyaknya agen literasi finansial.

Salah satu yang bisa lo cari adalah Big Alpha Indonesia. Lewat Big Alpha, lo nggak bakal dibuat pusing saat membicarakan persoalan ekonomi. Karena Big Alpha Indonesia membuat segala istilah yang terdengar rumit jadi lebih simpel dan mudah dimengerti. Mereka juga nggak segan untuk memberikan motivasi atau sindiran halus biar lo bisa lebih baik dalam mengatur keuangan pribadi. Yuk, kenalan lebih jauh sama Big Alpha Indonesia, Bro!

 

Ingin Masyarakat Melek Finansial

Sebagai penyedia informasi keuangan, Big Alpha Indonesia ingin memberikan akses informasi yang mudah dicerna siapa pun

“Seringkali kita mendengar istilah literasi keuangan, tapi berapa banyak dari kita yang benar-benar memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari?” tanya Chief Executive Officer Big Alpha Indonesia, Tirta Prayudha. Pertanyaan itu bukan ia sampaikan tanpa dasar. Sampai saat ini, angka literasi keuangan di Indonesia hanya berada di kisaran 38% dan itu masih terbilang rendah. Inilah celah kesempatan yang dimanfaatkan Big Alpha Indonesia.

“Big Alpha Indonesia didirikan karena kami ingin berkontribusi dan membantu masyarakat untuk mendapatkan akses informasi dan layanan keuangan yang mudah. Seringkali masyarakat kurang memahami manajemen finansial bukan karena mereka nggak mau, tapi karena nggak punya akses yang mudah terhadap informasi keuangan. Dengan adanya agen penyedia informasi, nantinya masyarakat bisa mandiri dan mengambil keputusan yang tepat dalam mengelola keuangan mereka,” ungkap Tirta soal pentingnya literasi finansial.

Big Alpha Indonesia pun hadir didasari semangat untuk menjadi penyedia informasi keuangan yang lebih modern. Usia Big Alpha Indonesia memang masih muda, tepatnya baru lahir awal 2018 silam. Tapi lo nggak perlu meragukan kredibilitas Big Alpha Indonesia, Bro. Soalnya, perusahaan ini dinakhodai Tirta Prayudha dan Vinsensius Pratama yang punya segudang pengalaman dalam dunia perekonomian. Merekalah yang jadi ujung tombak sekaligus nilai jual tersendiri bagi Big Alpha.

 

Generasi Milenial dan Media Sosial

Big Alpha Indonesia memberi pendekatan lewat media daring dan acara offline

Di awal kehadirannya, Big Alpha Indonesia hanya sekedar berbagi informasi soal pasar modal secara daring. Namun, tim mereka terus tumbuh dan diisi dengan orang-orang yang berpengalaman di berbagai bidang. Ini yang jadi alasan Big Alpha Indonesia mengambil langkah ekspansi. “Big Alpha Indonesia merasa bisa merangkul masyarakat lebih luas dengan memberikan informasi mengenai ekonomi, bisnis, personal finance, dan nggak lagi hanya terbatas pada pasar modal,” jelas Tirta.

Proses  expanding itu masih berada di jalur yang sama, yaitu dengan tetap fokus di medium online. Langkah ini dilakukan karena sasaran literasi keuangan Big Alpha Indonesia adalah generasi milenial yang saat ini mendominasi populasi usia produktif. Tirta menilai, tentu akan sangat signifikan efeknya jika para milenial ini dibekali oleh literasi keuangan yang baik, karena mereka adalah tulang punggung perekonomian. Untuk mendekati generasi milenial, pendekatan lewat media sosial dinilai jadi cara terampuh dan paling efektif.

“Milenial cenderung lebih dinamis, terutama dalam soal gaya hidup. Mereka adalah generasi yang terpapar internet sejak dini dan cenderung lebih konsumtif. Oleh karena itu, pendekatan terhadap milenial juga harus berbeda. Mereka suka jika informasi yang diberikan sesuai dengan relevansi gaya hidup mereka. Mereka juga cenderung mengkonsumsi segala sesuatu yang ada di internet, artinya pendekatan online menjadi lebih efektif dan efisien,” papar Tirta.

 

Solusi Bagi Tantangan yang Dihadapi

Ketika berpraktik menjadi agen literasi keuangan, tim Big Alpha Indonesia juga menemui beberapa tantangan. Kesulitan pertama justru terjadi saat harus mengenalkan apa itu financial literacy pada publik. Big Alpha Indonesia harus mencari cara untuk meyakinkan masyarakat bahwa membahas keuangan bukanlah hal yang tabu ataupun sulit. Kuncinya adalah cara penyampaian yang sederhana dan membangun rasa percaya publik agar dapat mengkonsumsi informasi.

Sesi konsultasi one-on-one yang ditawarkan oleh Big Alpha

Jika sudah berhasil mengenalkan apa itu literasi keuangan dan meyakinkan publik, masih ada lapisan lain yang lebih tricky. Pada dasarnya, kebutuhan pribadi lo pasti berbeda dari orang lain kan, Bro? Alhasil, Big Alpha Indonesia nggak bisa pukul rata ekspektasi bahwa panduan yang mereka berikan berlaku ke setiap orang. Solusinya? Big Alpha pun menawarkan layanan konsultasi bagi masyarakat yang butuh bantuan perencanaan keuangan lebih jauh.

Layanan konsultasi ini bukan tanpa sebab. “Menurut pengamatan kami setelah menjalankan Big Alpha Indonesia beberapa tahun ke belakang, antusiasme masyarakat bukan hanya cukup besar, tapi sangat besar!” seru Tirta yang melihat masyarakat saat ini memiliki kepedulian akan kondisi keuangan mereka. Tirta menginginkan Big Alpha Indonesia dapat menjembatani rasa curiosity akan manajemen keuangan dan mengantarkannya pada publik.

 

Berbagai Cara Agar Melek Finansial

Tirta Prayudha, lulusan MBA dari University of Aberdeen dan mantan financial analyst yang merupakan pendiri Big Alpha Indonesia

Selain mengandalkan media sosial dan layanan konsultasi, Big Alpha Indonesia masih punya cara lain buat lo belajar manajemen keuangan. Secara rutin, mereka merilis konten keuangan yang bisa diakses semua orang dalam bentuk e-book soal investasi saham. “Lewat e-book tersebut, Big Alpha Indonesia menganalisa 15 emiten yang kinerjanya baik berdasarkan laporan keuangan terakhir. Sehingga, nantinya bisa menjadi referensi masyarakat dalam berinvestasi,” papar Tirta.

Dengan bahasa yang kasual, orang awam pun tetap bisa mengerti saat membaca e-book yang memiliki jadwal terbit per 3 bulan tersebut. Kalau tertarik baca ulasannya, lo bisa beli e-book tersebut lewat situs resmi Big Alpha Indonesia. Atau lo termasuk orang yang nggak betah saat baca e-book? Bisa juga ikut kelas-kelas keuangan yang rutin diadakan oleh Big Alpha Indonesia, seperti Money Savvy yang baru kelar diselenggarakan beberapa waktu lalu.

Rencananya, Big Alpha Indonesia akan menggelar kelas serupa Money Savvy di beberapa kota di Indonesia. Dari sana, diharapkan layanan dan demokratisasi informasi keuangan bisa terwujud bagi seluruh lapisan masyarakat. Big Alpha Indonesia memiliki keinginan agar mereka bisa jadi tujuan pertama orang-orang untuk mendapatkan informasi keuangan. Sesuai dengan tagar yang Big Alpha Indonesia ciptakan, yaitu #MulaiDariSini.

Gimana nih, Bro? Tertarik buat belajar manajemen keuangan setelah kenalan dengan Big Alpha Indonesia? FYI, Bro, Big Alpha Indonesia juga punya rencana untuk meluncurkan dua platform baru, yakni Podcast dan YouTube channel. So, biar nggak ketinggalan kabar dari Big Alpha Indonesia, lo bisa follow Instagram @BigAlphaID, ya!