Angine de Poitrine dan Deretan Band Unik yang Bisa Bikin Lo Mindblown
Makin ke sini, makin banyak band yang berani mainin musik eksperimental dengan cara beragam. Lo kudu tau beberapa nama penting ini kalo pengen telinga jadi lebih fresh!
Ya, musisi-musisi di luar negeri sana emang lagi berlomba-lomba ngasih inovasi sajian yang lebih kreatif. Beragam eksperimen telah dilakukan agar bisa ngehasilin karya yang lebih orisinil dan tentunya nendang di telinga.
Beberapa di antara mereka ngebawa eksperimennya to another level. Bahkan, bisa gue bilang, sampai ke level nyentrik. Tapi tenang, walaupun eksperimental, tapi semua karya-karyanya asyik buat didengerin kok.
Siapa aja yang akan gue kenalin di artikel ini? Sabar, scroll aja sampai akhir biar lo tau mereka.
Angine de Poitrine
Unit musik asal Kanada ini cukup rame jadi perbincangan di sosial media beberapa bulan lalu. Soalnya, video live session mereka viral karena nunjukin keunikan tersendiri dari segi visual yang didominasi oleh polkadot.
Ada beberapa elemen yang bikin mereka viral. Pertama, dari segi format. Angine de Poitrine ini main dengan dua orang doang. Kedua, salah satu personilnya memainkan instrumen bass dan gitar berbentuk double-neck. Dan ketiga, mereka tampil nyentrik dengan kostum polkadot dan topeng yang bikin identitasnya jadi gak ketahuan.
Secara musik, Angine de Poitrine memainkan genre math-rock. Beberapa orang juga nyebut band ini experimental bahkan progresif juga. Keunikannya bikin Angine de Poitrine dapet penghargaan di 2026 Polaris Music Prize. Wajib lo cobain nih!
Clown Core
Yang ini kurang lebih mirip seperti Angine de Poitrine. Mereka cuma beranggotakan dua orang dan menggunakan topeng buat nyembunyiin identitas aslinya. Aliran musiknya pun terbilang experimental banget.
Menariknya, Clown Core menggunakan empat instrumen musik walaupun cuma ada dua orang doang. Sang drummer yang paling mencolok, soalnya doi kadang mainin gitar dan keyboard berbarengan!
Lo bakal dibuat terkagum sama lagunya ketika pertama kali mendengar. Ada nuansa elektronika yang kental, saxophone yang jazzy ala-ala Kenny G, dan dibalut dengan aura horor dengan sedikit sentuhan grindcore juga.
The Garden
Duo kembar Wyatt Shears dan Fletcher Shears ini juga lagi menarik perhatian, bahkan udah pernah manggung di festival gede macam Coachella dua kali, masing-masing pada tahun 2019 dan 2023.
Sama seperti Clown Core dan Angine de Poitrine, The Garden juga digawangi sama dua personil dengan komposisi bass dan drum. Mereka juga dibantu oleh sampling machine saat live buat ngeluarin sampling-sampling yang familiar di telinga pendengar genre drum & bass.
Pakem utamanya sih sebenarnya punk-rock. Tapi karena ga ada gitar, banyak orang yang kesulitan buat nentuin genrenya. Mereka sendiri mendeskripsikan genrenya dengan nama “Vada-vada” buat mengekspresikan kebebasan berekspresi total tanpa batas dan aturan.